Piala Dunia 2026 mencapai puncaknya dengan final epik antara Spanyol vs Argentina. Bagi penggemar sepak bola yang mencari link live streaming resmi dan terkini, berikut panduan lengkapnya.
Tembok kokoh pertahanan akan beradu dengan dahsyatnya daya gedor serangan di panggung tertinggi sepak bola bumi. Pada Minggu malam waktu setempat (Senin dini hari WIB), Stadion MetLife akan menjadi saksi bisu bentrokan bersejarah antara Spanyol dan Argentina dalam laga final Piala Dunia pria pertama yang mempertemukan dua jawara benua.
La Furia Roja berambisi merengkuh trofi Piala Dunia kedua mereka demi mengawinkan gelar dengan mahkota Euro 2024. Di sudut lain, La Albiceleste mengusung misi abadi: mempertahankan gelar juara dunia—sesuatu yang belum pernah terjadi lagi sejak Brasil melakukannya pada 1962—setelah sebelumnya sukses mempertahankan trofi Copa America di tahun yang sama.
Berdasarkan analisa sejumlah pengamat, Spanyol lebih diunggulkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Namun, sejak fase gugur dimulai, sang juara bertahan Argentina selalu berhasil membuktikan mengapa mereka menyandang status penguasa dunia.
Saat publik terus membicarakan pesona wonderkid Lamine Yamal—yang memukau lewat gocekan magisnya meski baru menyumbang satu gol dan satu asis informal dari penalti—lini belakang Luis de la Fuente yang disiplin justru diam-diam mencuri panggung utama di Piala Dunia 2026.
Gawang Spanyol sempat mencatatkan rekor tidak kebobolan selama 649 menit di Piala Dunia sebelum akhirnya dijebol oleh pemain Belgia, Charles De Ketelaere. Namun, gol itu tak berarti apa-apa berkat gol telat dari sang spesialis menit akhir, Mikel Merino.
Di babak semifinal, Spanyol sukses menemukan formula jitu untuk meredam lini serang Prancis yang menakutkan dengan kemenangan meyakinkan 2-0.
Eksekusi penalti yang tenang dari Mikel Oyarzabal—tanpa trik melangkah yang berbelit-belit—diikuti oleh gol indah dari kandidat pemain terbaik turnamen, Pedro Porro, membuktikan bahwa armada De la Fuente layak menyandang status unggulan yang disematkan pelatih Prancis, Didier Deschamps, sebelum laga.
Dengan diredamnya Michael Olise dan hilangnya sentuhan magis Kylian Mbappe, Spanyol berhasil menekan angka Expected Goals (xG) Prancis hingga hanya menyentuh 0.31 di semifinal. Angka yang sama persis dengan rata-rata xG yang dicatatkan seluruh lawan Spanyol sepanjang turnamen di Amerika Utara ini.
Bangkit dari kekalahan mengejutkan di laga pembuka kontra Tanjung Verde, sang jawara Eropa kini melenggang ke East Rutherford dengan modal enam kemenangan beruntun dan rekor luar biasa: enam clean sheet di satu edisi Piala Dunia—sebuah catatan sejarah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lebih mengerikan lagi, La Roja kini tidak terkalahkan dalam 37 pertandingan beruntun sejak takluk dari Kolombia pada Maret 2024. Jika mereka menang pada Senin dini hari nanti, pasukan De la Fuente akan melangkahi rekor Italia (pemenang Euro 2020) untuk mencatatkan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional pria.
Sementara itu, Argentina terakhir kali merasakan kekalahan pada September 2025 lalu saat takluk 0-1 dari Ekuador di Kualifikasi Piala Dunia—sebuah kekalahan yang tidak terlalu berpengaruh. Kini, La Albiceleste membidik status sebagai tim “abadi”.
Setelah menjuarai Copa America 2021 dan 2024, serta takhta Piala Dunia 2022 di Qatar, anak asuh Lionel Scaloni berpeluang menjadi negara pertama dalam sejarah yang memenangkan empat turnamen mayor secara beruntun. Jika berhasil, status sebagai salah satu tim sepak bola terbaik sepanjang masa resmi terkunci.
Sayangnya, sang petahana belum mampu meniru formula pertahanan rapat milik Spanyol. Gawang mereka sempat dibobol lebih dulu oleh Anthony Gordon yang membawa Inggris unggul di laga semifinal hari Rabu kemarin, sebelum akhirnya magis Lionel Messi membakar semangat Albiceleste untuk memanfaatkan kelengahan taktik Thomas Tuchel di kubu Inggris.
Saat Inggris terus digempur gelombang serangan balik khas Amerika Selatan, momen remontada (kebangkitan) Argentina tampaknya tinggal menunggu waktu. Terbukti, Messi sukses mengirim umpan matang bagi Enzo Fernandez dan pemain pengganti Lautaro Martinez untuk membawa sang juara bertahan melangkah ke final Piala Dunia pria mereka yang ketujuh.
Filosofi “kita akan mencetak gol lebih banyak dari lawan” menjadi gaya bermain Argentina sepanjang turnamen ini. Skuad Scaloni memang sudah melewati lima laga beruntun tanpa mencatatkan clean sheet, namun mereka selalu mencetak minimal dua gol di setiap laga, menjadikan mereka tim tersubur di turnamen dengan total 19 gol.
Argentina belum pernah secair ini dalam urusan mencetak gol di satu edisi Piala Dunia—catatan terbaik mereka sebelumnya adalah 18 gol pada edisi 1930 saat menjadi runner-up. Kini, mereka berpeluang menyamai Italia (1938) dan Brasil (1962) sebagai negara ketiga yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia pria berturut-turut.
Secara rekor pertemuan di abad ke-21, La Albiceleste kalah tiga kali dari empat duel melawan Spanyol—termasuk kekalahan memalukan 6-1 di laga uji coba tahun 2018. Namun, jika laga puncak nanti kembali menyajikan festival gol, skor akhir diprediksi akan jauh lebih ketat.
Argentina adalah tim yang tidak pernah tahu kata menyerah, dan rekor gol mereka menjadi bukti nyata kedahsyatan lini depan. Namun, ujian sesungguhnya baru datang kali ini, karena mereka belum pernah menghadapi tim dengan kedisiplinan pertahanan, kekompakan unit, dan kecerdikan taktis selevel Spanyol era De la Fuente.
Selama juara Eropa tidak melakukan kesalahan taktis yang fatal, mereka bisa mengeksploitasi celah di lini belakang Albiceleste yang kerap terekspos, membawa trofi Piala Dunia kembali ke tanah Eropa, sekaligus memaksa Lionel Messi meneteskan air mata kesedihan, bukan air mata kebahagiaan yang biasa kita saksikan di akhir turnamen sepak bola yang indah ini.
Cara Nonton dan Link Live Streaming Spanyol vs Argentina
Di Indonesia, hak siar Piala Dunia 2026 dipegang oleh TVRI. Anda bisa menyaksikan siaran langsung di TVRI Nasional dan TVRI Sport. Untuk link live streaming, gunakan platform resmi berikut: FolaPlay dan MaxStream (aplikasi resmi TVRI).
Scr/Mashable















