Lisandro Martinez telah menerima hukuman larangan bermain tiga pertandingan setelah kartu merah kontroversial melawan Leeds United, membuat Manchester United tanpa pemain kunci untuk pertandingan melawan Chelsea, Brentford, dan Liverpool.
Lisandro Martinez secara resmi dijatuhi sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan setelah menerima kartu merah langsung karena “perilaku kekerasan” dalam kekalahan Manchester United 1-2 melawan rivalnya Leeds United di Old Trafford.
Ini merupakan pukulan besar bagi ambisi Manchester United untuk mengkonsolidasikan posisi empat besar mereka, terutama karena bek tengah asal Argentina itu baru saja kembali ke starting lineup setelah absen dalam lima pertandingan sebelumnya karena cedera betis.
Menurut konfirmasi dari penyelenggara Premier League, Martinez akan absen dalam pertandingan tandang penting melawan Chelsea akhir pekan ini, serta dua pertandingan kandang melawan Brentford dan, yang paling penting, pertandingan kandang melawan Liverpool pada 3 Mei.
Insiden yang berujung pada kartu merah terjadi pada menit ke-60 ketika Martinez dianggap menarik rambut Dominic Calvert-Lewin saat duel udara. Meskipun wasit Paul Tierney tidak menyadari insiden tersebut pada saat itu, wasit VAR John Brooks merekomendasikan peninjauan rekaman video.
Setelah meninjau tayangan di monitor di pinggir lapangan, wasit Tierney memutuskan untuk mengusir Martinez. Ini adalah pertandingan kedua berturut-turut di mana Manchester United menerima kartu merah, menyusul pengusiran Harry Maguire dalam hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth bulan lalu.
Pelatih Michael Carrick sangat marah dengan keputusan wasit dalam pertandingan ini. Dia tidak hanya kesal dengan kartu merah, tetapi juga berpendapat bahwa gol pembuka Noah Okafor seharusnya dianulir karena Leny Yoro telah dilanggar sebelumnya.
Manchester United masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri dalam perebutan tempat di Liga Champions. Tim asuhan Michael Carrick perlu berkumpul kembali dan meningkatkan moral mereka untuk pertandingan melawan Chelsea pada 19 April mendatang.
Apakah Kartu Merah yang Diberikan kepada Martinez Sudah Tepat?
Kemenangan Leeds 2-1 atas Man United menimbulkan kontroversi seputar kartu merah Martinez karena menarik rambut Calvert-Lewin, yang sepenuhnya mengubah jalannya pertandingan.
Leeds United menciptakan kejutan besar dengan kemenangan 2-1 di Old Trafford, sehingga menghidupkan kembali harapan mereka untuk menghindari degradasi di Liga Inggris.
Dua gol cepat Noah Okafor di babak pertama memberi tim tamu keunggulan yang jelas atas Manchester United yang tampil kurang terorganisir.
Tim tuan rumah tampaknya benar-benar kehilangan kendali di babak pertama pertandingan, dengan pertahanan mereka memperlihatkan banyak celah berbahaya.
Casemiro berhasil memperkecil kedudukan setelah menerima umpan dari Bruno Fernandes, tetapi Setan Merah tetap pulang dengan tangan kosong di kandang sendiri. Kekalahan ini membuat mereka kehilangan kesempatan untuk mengukuhkan posisi ketiga dan menimbulkan banyak kontroversi seputar keputusan wasit.
Kontroversi terbesar yang menyebabkan kegemparan publik adalah kartu merah langsung yang diterima Lisandro Martinez setelah intervensi VAR.
Dalam sebuah duel yang menegangkan, Dominic Calvert-Lewin melakukan kontak dengan leher Martinez. Seketika, bek Argentina itu membalas dengan menarik ikat rambut sang striker.
Setelah berkonsultasi dengan VAR, wasit Paul Tierney memutuskan untuk mengusir Martinez karena perilaku kekerasan.
Michael Carrick, dalam perannya sebagai manajer interim, dengan keras memprotes, menyebutnya sebagai salah satu keputusan terburuk yang pernah ia lihat. Dari sudut pandang hukum, wasit memiliki alasan yang sah untuk membuat keputusan yang begitu keras.
Sejak bentrokan antara Marc Cucurella dan Cristian Romero pada tahun 2022, wasit di Liga Premier telah diinstruksikan untuk memberikan kartu merah untuk setiap tindakan menarik rambut guna memastikan konsistensi.
Wasit VAR John Brooks telah mempertahankan akurasi yang sempurna dalam keputusannya sejak awal musim, dan situasi di Old Trafford bukanlah pengecualian.
Jelas, absennya Harry Maguire (menjalani skorsing) meninggalkan kekosongan besar di lini pertahanan Setan Merah.
Tanpa kendali dari bek tengah Inggris tersebut, pemain baru Leny Yoro benar-benar kewalahan menghadapi kekuatan fisik dan kecerdikan Calvert-Lewin. Striker Leeds itu dengan cerdik menggunakan kontak fisik untuk menekan pertahanan tim tuan rumah, membuat mereka selalu waspada.
Martinez, dalam pertandingan pertamanya setelah pulih dari cedera betis, menunjukkan kelambatan dan kurangnya kontrol bola yang diperlukan. Umpannya yang salah sasaran memungkinkan Ethan Ampadu untuk menerobos, yang berujung pada gol kedua Okafor.
Menjelang akhir pertandingan, kurangnya komunikasi antara Yoro dan rekan-rekan setimnya hampir menyebabkan Manchester United kebobolan gol lagi jika kiper Senne Lammens tidak melakukan penyelamatan gemilang.
Gaya permainan Calvert-Lewin yang menuntut fisik benar-benar menghadirkan masalah yang tak terpecahkan bagi pertahanan darurat tim tuan rumah.
Scr/Mashable
















