Massimiliano Allegri Jadi Kandidat Kuat Pelatih Italia di Tengah Inkonsisten AC Milan

15.04.2026
Massimiliano Allegri Jadi Kandidat Kuat Pelatih Italia di Tengah Inkonsisten AC Milan
Massimiliano Allegri Jadi Kandidat Kuat Pelatih Italia di Tengah Inkonsisten AC Milan

Massimiliano Allegri telah menjadi kandidat utama untuk memimpin tim nasional Italia jika Giovanni Malago terpilih sebagai presiden FIGC, di tengah kesulitan yang saat ini dihadapinya di AC Milan.

Juru taktik AC Milan, Massimiliano Allegri muncul sebagai kandidat utama untuk posisi pelatih kepala tim nasional Italia di tengah perombakan besar di puncak Federasi Sepak Bola Italia. Menurut laporan terbaru dari media Italia, ahli strategi berusia 57 tahun itu saat ini dianggap sebagai pilihan utama Giovanni Malago, yang bersaing untuk jabatan presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Pemilihan presiden liga baru dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 22 Juni. Saat ini, Bapak Malago menerima dukungan kuat dari sebagian besar klub Serie A. Jika beliau menang, rencana utamanya adalah mendatangkan Allegri untuk menggantikan Gennaro Gattuso , memulai era baru bagi tim Azzurri.

Fakta bahwa mereka menargetkan seorang ahli strategi berpengalaman seperti Allegri menunjukkan ambisi besar para pejabat FIGC di masa depan untuk merestrukturisasi tim nasional.

Sementara itu, situasi Massimiliano Allegri di AC Milan juga semakin genting. Sejak resmi kembali ke San Siro musim panas lalu, masa jabatannya penuh dengan tantangan. Dua kekalahan beruntun di Serie A baru-baru ini telah mengancam serius harapan Rossoneri untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Di luar sekadar hasil di lapangan, konflik mendasar di dalam klub terkait kebijakan transfer dan strategi pengembangan jangka panjang menunjukkan tanda-tanda peningkatan ketegangan.

Baik Milan maupun Allegri dilaporkan siap berpisah jika kesempatan yang tepat muncul. Memimpin tim nasional Italia adalah tantangan yang sangat menarik bagi Allegri, dan juga jalan keluar yang logis bagi Milan mengingat tekanan besar untuk mencapai hasil. Keputusan resmi apa pun pada akhirnya akan bergantung pada hasil pemilihan penting pada bulan Juni.

Antonio Conte Berpeluang Double Job, Latih Napoli dan Timnas Italia Secara Bersamaan

Sebelumnya, Presiden Napoli telah memberi lampu hijau kepada Antonio Conte untuk juga mengambil peran sebagai pelatih tim nasional Italia di tengah krisis yang dialami “Azzurri”.

Antonio Conte muncul sebagai kandidat utama untuk posisi pelatih kepala tim nasional Italia menyusul perubahan besar dalam kepemimpinan. Yang menarik, ia bisa mengambil peran ini tanpa meninggalkan Napoli.

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, mengkonfirmasi bahwa ia siap menerima opsi agar Conte mengambil peran ganda tersebut. “Jika Conte mengajukan tawaran itu, saya rasa saya akan setuju,” katanya.

Namun, presiden Napoli itu juga menekankan bahwa Conte tidak akan terburu-buru menerima tawaran tersebut tanpa adanya proyek yang jelas dan stabil.

Tim nasional Italia berada dalam keadaan tidak pasti menyusul kegagalan mereka di babak play-off Piala Dunia 2026. Pelatih Gennaro Gattuso dan Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, keduanya telah mengundurkan diri.

Dalam jangka pendek, “Azzurri” kemungkinan akan dipimpin oleh pelatih sementara Silvio Baldini dalam pertandingan persahabatan bulan Juni.

Dalam konteks itu, Conte menjadi pilihan yang diharapkan. Pelatih berusia 56 tahun ini terkenal karena kemampuannya untuk mengatur disiplin dan dengan cepat menciptakan struktur kemenangan.

Dia membantu Chelsea memenangkan Liga Primer pada musim 2016/17, saat Pep Guardiola dan Jose Mourinho dianggap sebagai manajer yang lebih kuat.

Conte memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut bersama Juventus dan memiliki pengalaman melatih tim nasional Italia. Setelah meninggalkan Chelsea, ia kemudian memenangkan gelar Serie A bersama Inter Milan dan Napoli.

Usulan agar Conte mengemban dua peran menyoroti urgensi pembangunan kembali sepak bola Italia. Jika kesepakatan ini terwujud, ini bisa menjadi titik balik penting bagi “Azzurri” untuk keluar dari krisis yang sedang mereka alami.

Sebelumnya, mantan manajer Chelsea lainnya, Guus Hiddink, juga sukses melatih tim nasional Rusia dan Chelsea secara bersamaan. Yang menarik, manajer ini terkenal ketika memegang kedua peran tersebut di PSV Eindhoven dan tim nasional Australia pada tahun 2006.

Scr/Mashable





Don't Miss