Omari Hutchinson Sempat Ditelpon dan Minta Maaf ke Ruben Amorim Sebelum Gabung AC Milan, Kenapa?

04.09.2026
Omari Hutchinson Sempat Ditelpon dan Minta Maaf ke Ruben Amorim Sebelum Gabung AC Milan, Kenapa?
Omari Hutchinson Sempat Ditelpon dan Minta Maaf ke Ruben Amorim Sebelum Gabung AC Milan, Kenapa?

Omari Hutchinson mengungkap momen menarik ketika pertama kali mendapat telepon dari Ruben Amorim sebelum dirinya bergabung dengan AC Milan. Alih-alih langsung membahas kepindahan ke San Siro, Hutchinson justru tertawa dan meminta maaf setelah Amorim mengingat sebuah gol yang pernah dicetak sang pemain ke gawangnya.

Hutchinson bergabung dengan AC Milan dari Nottingham Forest pada akhir bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 22 tahun itu datang dengan status pinjaman selama satu musim, disertai opsi pembelian senilai 40 juta euro yang dapat berubah menjadi kewajiban permanen jika sejumlah syarat terpenuhi.

Namun, proses kepindahan tersebut memiliki cerita tersendiri. Hutchinson mengaku mendapat telepon langsung dari Amorim sebelum resmi menjadi bagian dari skuad Rossoneri.

Dalam percakapan tersebut, Amorim ternyata masih mengingat momen ketika Hutchinson mencetak gol ke gawang tim yang ditanganinya.

“Saya berbicara dengannya melalui telepon. Hal pertama yang dia katakan adalah, ‘Kamu mencetak gol ke gawang saya’,” kata Hutchinson.

Mendengar perkataan tersebut, Hutchinson mengaku hanya bisa tertawa. Ia bahkan langsung meminta maaf kepada pelatih asal Portugal itu.

“Lalu saya hanya tertawa di telepon dan berkata, ‘Maaf’,” ujar Hutchinson.

Namun, Amorim justru menanggapinya dengan santai. Pelatih yang kini menangani AC Milan tersebut kemudian memberikan pesan yang membuat Hutchinson semakin bersemangat menyambut tantangan barunya.

“Dia berkata, ‘Tidak masalah, sekarang waktunya melakukan itu bersama kami’,” tutur Hutchinson.

Amorim Sudah Percaya pada Hutchinson

Percakapan singkat tersebut menjadi salah satu pengalaman menarik Hutchinson sebelum mengenakan seragam Milan. Ia mengaku mendapatkan banyak respons positif dari Amorim selama pembicaraan.

Menurut Hutchinson, Amorim menunjukkan bahwa dirinya memang menginginkan sang pemain berada di dalam skuad AC Milan. Kepercayaan tersebut membuat Hutchinson bertekad membalasnya melalui performa di lapangan.

“Dia memberikan banyak respons positif. Dia menginginkan saya berada di dalam tim dan saya akan bekerja untuknya serta untuk lambang klub,” kata Hutchinson.

Hutchinson juga mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menerima kesempatan bergabung dengan klub sebesar Milan. Baginya, bermain untuk Rossoneri merupakan sebuah mimpi yang sulit ditolak.

“Ini gila, seperti mimpi. Ketika klub besar seperti Milan datang, menurut saya gila jika tidak datang,” ujarnya.

Ia mengatakan nama besar Milan sudah tidak asing baginya sejak kecil. Sang ayah disebut sering bercerita mengenai sejumlah legenda yang pernah memperkuat klub tersebut.

Ingin Cetak Gol dan Lakukan Backflip

Hutchinson datang ke San Siro dengan ambisi besar. Ia ingin memberikan kontribusi melalui gol dan assist sekaligus menghibur para pendukung Milan.

“Saya suka mendapatkan bola, ingin mencapai gawang secepat mungkin dan mencoba menghibur para penggemar. Saya suka memberikan umpan silang, mencoba mencetak gol dan membuat assist,” katanya.

Pemain asal Inggris tersebut bahkan sudah membayangkan bagaimana dirinya merayakan gol di hadapan suporter.

“Yang ada di pikiran saya sekarang hanyalah mencetak gol, melakukan backflip, dan melihat penonton menjadi gila. Itu yang terus saya bayangkan, jadi saya ingin itu menjadi kenyataan,” ujar Hutchinson.

Robinho, Ronaldinho, dan Kaka Jadi Idola

Selain menceritakan percakapannya dengan Amorim, Hutchinson juga mengungkap sejumlah pemain Milan yang menjadi idolanya.

Robinho, Ronaldinho, dan Kaka menjadi tiga nama yang paling ia kagumi. Ketiganya merupakan pemain ofensif yang pernah menjadi bagian dari sejarah AC Milan.

Hutchinson juga memiliki pengalaman tidak biasa ketika bertemu Andrea Pirlo saat sedang berlibur bersama keluarganya di Spanyol.

Ia mengatakan Pirlo saat itu berada di dekat pantai bersama keluarganya dan tampak tidak dikenali orang-orang di sekitarnya. Hutchinson kemudian memberanikan diri meminta foto dan sempat berbincang singkat dengan mantan gelandang Milan tersebut.

“Itu adalah momen yang sangat tidak nyata,” kata Hutchinson.

Kini, Hutchinson punya kesempatan untuk menciptakan cerita sendiri bersama AC Milan. Setelah sempat meminta maaf kepada Amorim karena pernah menjebol gawangnya, sang pemain kini justru mendapat kesempatan untuk mencetak gol bersama pelatih tersebut.

Scr/Mashable





Don't Miss