Pernah Sebut Jay Idzes Luar Biasa, Siapa Giovanni Carnevali yang Kini Jadi Bos Juventus?

12.06.2026
Pernah Sebut Jay Idzes Luar Biasa, Siapa Giovanni Carnevali yang Kini Jadi Bos Juventus?
Pernah Sebut Jay Idzes Luar Biasa, Siapa Giovanni Carnevali yang Kini Jadi Bos Juventus?

Nama Giovanni Carnevali mendadak menjadi sorotan sepak bola Italia Serie A setelah resmi ditunjuk sebagai CEO dan General Manager baru Juventus. Namun bagi penggemar Timnas Indonesia, sosok berusia 65 tahun itu bukan nama asing. Dialah petinggi Sassuolo yang beberapa waktu lalu secara terbuka melontarkan pujian tinggi kepada kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes.

Kini, setelah dipercaya memimpin salah satu klub terbesar di dunia, perjalanan panjang Carnevali dari seorang administrator klub kecil hingga menjadi bos Juventus kembali menarik perhatian.

Penunjukan Giovanni Carnevali diumumkan Juventus pada 12 Juni 2026. Ia menggantikan Damien Comolli yang mengakhiri masa jabatannya berdasarkan kesepakatan bersama setelah musim yang sulit bagi Bianconeri.

Pergantian itu terjadi di tengah tantangan besar yang sedang dihadapi Juventus. Kegagalan lolos ke Liga Champions membuat klub kehilangan pemasukan penting dan menghadapi bursa transfer musim panas yang rumit. Dalam situasi seperti itu, Juventus memilih sosok yang dianggap sebagai salah satu eksekutif sepak bola paling dihormati di Italia.

Pilihan tersebut jatuh kepada Giovanni Carnevali.

Lahir di Milan pada 19 November 1960, Carnevali menghabiskan sebagian besar hidupnya di balik layar sepak bola profesional. Berbeda dengan banyak tokoh terkenal yang membangun reputasi sebagai pemain atau pelatih, namanya tumbuh melalui kemampuan mengelola klub, membaca pasar transfer, dan membangun fondasi bisnis yang sehat.

Kariernya melejit saat bergabung dengan Sassuolo pada awal dekade 2010-an. Saat itu Sassuolo masih berusaha membangun identitas di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Di bawah kepemilikan keluarga Squinzi, Carnevali menjadi salah satu figur sentral yang mengubah klub kecil asal Emilia-Romagna tersebut menjadi contoh sukses pengelolaan sepak bola modern.

Ia pernah menjabat sebagai CEO, General Manager, hingga Chairman. Perannya mencakup hampir seluruh aspek operasional klub, mulai dari pengembangan akademi, strategi transfer pemain, pembangunan infrastruktur, hingga ekspansi bisnis.

Arsitek Kesuksesan Sassuolo

Dalam era kepemimpinannya, Sassuolo berkembang menjadi salah satu klub paling stabil di Serie A.

Alih-alih bersaing dengan kekuatan finansial klub-klub elite seperti Juventus, Inter Milan, atau AC Milan, Sassuolo membangun kekuatan melalui strategi pengembangan pemain muda dan kebijakan transfer yang cerdas.

Klub ini dikenal sebagai tempat lahirnya banyak talenta berkualitas yang kemudian berkembang menjadi aset bernilai tinggi.

Keberhasilan menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan kesehatan finansial membuat Sassuolo sering dijadikan contoh ideal bagi klub-klub menengah di Eropa.

Carnevali juga berperan dalam mendorong pembangunan fasilitas modern dan perencanaan jangka panjang yang berkelanjutan. Filosofinya sederhana tetapi kuat: sepak bola harus dijalankan dengan logika bisnis tanpa kehilangan hati dan identitas klub.

Tak heran bila Juventus dalam pengumuman resminya menyebut Carnevali sebagai salah satu eksekutif olahraga paling dihormati di industri sepak bola.

Kemampuan Giovanni Carnevali dalam menilai kualitas pemain kembali terlihat pada musim 2025/2026 ketika Sassuolo merekrut Jay Idzes dari Venezia.

Transfer tersebut sempat mendapat perhatian karena Sassuolo mengeluarkan investasi besar untuk mendatangkan bek Timnas Indonesia itu. Namun keputusan tersebut terbukti tepat.

Sepanjang musim, Idzes menjelma menjadi salah satu pilar utama pertahanan Sassuolo. Bek berusia 25 tahun itu tampil dalam 34 pertandingan Serie A dan menjadi sosok penting di lini belakang tim asuhan Fabio Grosso.

Kontribusinya membantu Sassuolo mencatat delapan clean sheet ketika dimainkan sebagai starter. Kehadirannya juga menjadi faktor penting yang membuat I Neroverdi mampu bertahan di papan tengah Serie A dan mengamankan tempat di kasta tertinggi Italia untuk musim berikutnya.

Performa impresif itu mendapat apresiasi langsung dari Giovanni Carnevali.

“Dia menjalani musim yang luar biasa. Kami melakukan investasi yang signifikan, seperti yang kami lakukan dengan Fali Cande, dua pemain berkualitas,” ujar Carnevali kepada media Italia, Tutto Mercato, belum lama ini

Pujian itu tidak berhenti sampai di situ.

“Idzes banyak membantu kami memastikan kami menjalani musim yang baik di lini pertahanan,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa Carnevali bukan hanya seorang administrator ulung, tetapi juga memiliki kemampuan mengidentifikasi pemain yang mampu memberikan dampak besar bagi klub.

Selama bertahun-tahun, Carnevali dikenal sebagai sosok pragmatis dan komunikatif dengan jaringan luas di sepak bola Italia.

Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Lega Serie A dan terlibat dalam berbagai diskusi strategis mengenai pengembangan sepak bola profesional Italia.

Beberapa klub besar seperti Inter Milan dan AS Roma pernah dikaitkan dengan namanya. Namun, ia memilih bertahan bersama Sassuolo hingga akhirnya datang tawaran yang sulit ditolak dari Juventus.

Di dunia transfer pemain, reputasinya dikenal sangat baik. Banyak klub menghormati integritasnya dalam negosiasi dan kemampuannya menemukan nilai di pasar pemain.

Karakter inilah yang membuat Juventus percaya bahwa Carnevali adalah sosok tepat untuk memimpin proyek baru klub.

Tantangan yang menunggu Carnevali di Turin tidaklah ringan.

Juventus sedang berada dalam fase transisi setelah musim yang mengecewakan. Kegagalan lolos ke Liga Champions memaksa klub menyusun ulang strategi olahraga dan keuangan mereka.

Carnevali datang dengan membawa apa yang banyak disebut sebagai “Blueprint Sassuolo”, sebuah pendekatan yang menggabungkan pengembangan talenta muda, efisiensi transfer, stabilitas keuangan, dan visi jangka panjang.

Dalam pernyataan pertamanya sebagai CEO Juventus, ia menegaskan tekad untuk membawa klub kembali ke jalur kesuksesan.

“Saya bangga dan merasa terhormat bergabung dengan klub yang memiliki sejarah besar dan identitas kuat. Saya menghadapi tantangan ini dengan rasa tanggung jawab yang tinggi serta keyakinan bahwa melalui komitmen setiap hari, kami dapat membangun pertumbuhan yang berkelanjutan dan masa depan yang sukses,” kata Carnevali.

Bagi Juventus, kehadiran Giovanni Carnevali berarti kedatangan seorang arsitek yang telah membuktikan kemampuannya membangun klub dari fondasi yang kuat.

Bagi publik Indonesia, ia adalah sosok yang sejak awal melihat kualitas Jay Idzes dan tidak ragu menyebut sang kapten Timnas Indonesia sebagai pemain “luar biasa”.

Kini, setelah berhasil menempatkan Sassuolo sebagai salah satu model klub modern Italia, tantangan berikutnya bagi Carnevali adalah membawa sentuhan magisnya ke Allianz Stadium dan mengembalikan Juventus ke puncak sepak bola Italia maupun Eropa.

Scr/Mashable





Don't Miss