PSG Bungkam Bayern 5-4, Rekor Bersejarah Tercipta di Semifinal Liga Champions

29.04.2026
PSG Bungkam Bayern 5-4, Rekor Bersejarah Tercipta di Semifinal Liga Champions
PSG Bungkam Bayern 5-4, Rekor Bersejarah Tercipta di Semifinal Liga Champions

Malam yang tak terlupakan di Parc des Princes! Paris Saint-Germain berhasil mengalahkan Bayern Munchen dengan skor mencengangkan 5-4 pada leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu 29 April 2026 dini hari WIB. Pertandingan yang penuh gol ini menjadi salah satu laga paling spektakuler dalam sejarah kompetisi.

Bayern sempat unggul lebih dulu lewat penalti Harry Kane. Namun, PSG langsung membalas habis-habisan. Khvicha Kvaratskhelia menyamakan kedudukan dengan tendangan melengkung indahnya, João Neves mencetak gol sundulan dari tendangan sudut, dan Ousmane Dembélé mengubah skor menjadi 3-2 lewat penalti setelah tinjauan VAR.

Di babak kedua, PSG sempat unggul jauh 5-2 berkat dua gol tambahan dari Kvaratskhelia dan Dembélé. Bayern Munchen tidak menyerah begitu saja. Dayot Upamecano dan Luis Díaz mencetak gol cepat dalam rentang lima menit, membuat skor menjadi 5-4. Namun, waktu tidak cukup bagi Die Roten untuk menyamakan kedudukan.

Rekor dan Statistik di Balik Kemenangan PSG

Pertandingan ini pecah berbagai rekor Liga Champions:

  • 9 gol dalam satu laga semifinal menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah kompetisi.
  • 5 gol di babak pertama merupakan yang terbanyak dalam semifinal atau final UCL sepanjang masa.
  • Ini menjadi laga knockout stage kedua dengan skor tertinggi kedua setelah Bayern menghancurkan Barcelona 8-2 pada 2020.
  • Untuk kedua kalinya dalam sejarah, dua tim sama-sama mencetak minimal 4 gol dalam satu pertandingan knockout (sebelumnya Chelsea vs Liverpool 4-4 pada 2008).

Kedua tim kini sama-sama telah mencetak 40+ gol di Liga Champions musim ini — sebuah pencapaian pertama dalam sejarah kompetisi.

Kekuatan PSG yang Mematikan

PSG tampil luar biasa di depan pendukungnya sendiri. Mereka mencetak lima gol dari lima tembakan tepat sasaran — pertama kalinya dalam sejarah UCL knockout stage sebuah tim mencetak semua tembakan on target mereka ketika mencatatkan 5+ shots on target.

Khvicha Kvaratskhelia terus menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan. Sejak bergabung dengan PSG, pemain Georgia ini terlibat langsung dalam 20 gol (13 gol + 7 assist) dalam 23 pertandingan Liga Champions — menyamai rekor Kylian Mbappé di periode yang sama.

Sementara itu, Ousmane Dembélé semakin membuktikan diri sebagai salah satu pemain paling tajam di fase knockout. Gol dan assistnya di laga ini membuat total kontribusi golnya di fase gugur sejak musim lalu mencapai 15 (9 gol, 6 assist) — terbanyak di antara semua pemain.

Perlawanan Gagah Bayern Munchen

Meski kalah, Bayern Munich tetap menunjukkan mental juara. Harry Kane mencetak gol penalti dan kini telah mengoleksi 54 gol di semua kompetisi musim ini — terbanyak di lima liga top Eropa sejak Robert Lewandowski mencetak 55 gol pada 2019-20.

Kane juga memperpanjang catatan mencetak gol di Liga Champions menjadi enam pertandingan beruntun, memecahkan rekor Inggris yang sebelumnya dipegang Steven Gerrard.

Michael Olise juga tampil cemerlang dengan kontribusi 45 gol (gol + assist) sepanjang musim ini di semua kompetisi, menempatkannya di urutan ketiga di lima liga top Eropa. Ia bahkan menjadi satu-satunya pemain yang mencatatkan 20+ gol dan 20+ assist musim ini.

Namun, pertahanan Bayern harus menerima kenyataan pahit. Mereka kebobolan lima gol — catatan terburuk yang pernah mereka alami di Liga Champions sejak kalah 2-5 dari Ajax pada semifinal 1994-95. Ini juga kali pertama sejak 1973 mereka kebobolan tiga gol atau lebih dalam tiga pertandingan berturut-turut.

Kemenangan 5-4 ini memberi PSG keunggulan signifikan menjelang leg kedua di Allianz Arena. Namun, dengan karakter Bayern Munchen yang tak pernah menyerah, pertarungan epik ini belum usai.

Satu hal yang pasti: sepak bola malam itu kembali menunjukkan pesonanya yang sesungguhnya — penuh gol, drama, dan keindahan. Bagaimana pendapat Anda? Akankah PSG lolos ke final, atau Bayern Munchen mampu membalikkan keadaan di Munich?

Scr/Mashable





Don't Miss