Prediksi Infobip 2030: Era Agent-to-Agent Bakal Dominasi Pasar Digital Indonesia

10.03.2026
Prediksi Infobip 2030: Era Agent-to-Agent Bakal Dominasi Pasar Digital Indonesia
Prediksi Infobip 2030: Era Agent-to-Agent Bakal Dominasi Pasar Digital Indonesia

Platform komunikasi cloud global berbasis AI, Infobip, baru saja merayakan tonggak sejarah dua dekade perjalanannya dalam mentransformasi cara dunia terhubung.

Berawal dari satu SMS sederhana di kota kecil pesisir Kroasia, kini Infobip telah berevolusi menjadi raksasa teknologi yang memproses lebih dari 700 miliar pesan setiap tahunnya.

Namun, perayaan ini bukan sekadar menoleh ke belakang; Infobip justru memberikan sinyal kuat tentang gelombang transformasi berikutnya yang akan mendefinisikan ulang hubungan antara brand dan konsumen: Agentic AI.

Transisi Besar: Dari Sekadar Menjawab Menjadi Bertindak

Dunia komunikasi sedang bergeser dari model tradisional application-to-person (A2P) menuju interaksi agent-to-person. Infobip memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, kita akan memasuki era agent-to-agent yang sepenuhnya independen. Di sinilah Agentic AI mengambil peran utama.

Berbeda dengan AI biasa yang hanya berfungsi sebagai asisten penjawab pertanyaan, Agentic AI adalah sistem yang mampu mengambil tindakan mandiri untuk menyelesaikan masalah pelanggan secara real-time melalui kanal favorit seperti WhatsApp atau RCS.

CEO Infobip, Silvio Kutić, menegaskan bahwa brand tidak lagi bisa sekadar hadir secara pasif. Di era baru ini, perusahaan harus mengadopsi pendekatan holistik melalui hyper-personalization. Artinya, AI bukan hanya menyesuaikan isi pesan, tetapi mempersonalisasi tindakan dan hasil akhir (outcome) yang diinginkan pelanggan.

Lanskap Digital Indonesia: GenAI sebagai Batu Pijakan

Sejak masuk ke pasar Indonesia pada 2016, Infobip mencatat akselerasi digital yang luar biasa. Berdasarkan laporan Messaging Trends 2025, sebanyak 50% adopsi AI di Indonesia saat ini didorong oleh Generative AI (GenAI). Namun, tantangan di Indonesia cukup unik karena keragaman latar belakang sosial-ekonomi penggunanya.

“Dulu, hyper-personalization hanya sebatas rekomendasi produk. Kini, ekspektasi konsumen melonjak. Mereka ingin solusi end-to-end, seperti AI yang bisa langsung memasukkan barang ke keranjang atau menyelesaikan komplain secara instan,” ungkap Kukuh Prayogi, Enterprise Business Director Infobip Indonesia.

Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan akan dukungan agentic di sepanjang customer journey sudah tidak bisa ditawar lagi.

Transformasi Lintas Industri: Telekomunikasi hingga Finansial

Implementasi Agentic AI memberikan jawaban konkret atas tantangan industri di tanah air:

  • Sektor Telekomunikasi: Membantu operator mengelola jaringan 5G yang kompleks dan mengambil keputusan independen di tengah pasar yang jenuh.
  • Sektor Pembiayaan: Mempercepat akses kredit bagi UMKM melalui penilaian risiko otomatis yang menggabungkan data alternatif dan verifikasi KYC instan, sehingga proses persetujuan jauh lebih cepat dan aman.

Visi 2030: Kolaborasi Independen Antar Agen AI

Bayangkan sebuah masa depan di mana asisten AI di smartphone Anda berbicara langsung dengan AI milik perusahaan travel untuk menegosiasikan harga, memesan tiket, hingga menyusun jadwal liburan berdasarkan preferensi digital Anda. Inilah visi Infobip untuk tahun 2030.

Namun, untuk mencapai titik tersebut, ada tantangan besar yang harus diselesaikan. Saat ini, baru sekitar 5% proyek agen AI di perusahaan yang berhasil masuk tahap produksi. Kendala utamanya adalah data yang masih terfragmentasi atau berada dalam “silo”.

Langkah Strategis: Persiapkan Data Sekarang!

Silvio Kutić memperingatkan bahwa perusahaan harus segera meruntuhkan sekat antar departemen (marketing, sales, support) dan menyatukan data pelanggan ke dalam satu sistem terpadu. Tanpa struktur organisasi yang memfasilitasi data sharing, brand berisiko kehilangan daya saing di masa depan.

Dua puluh tahun setelah pesan pertama dikirimkan, Infobip meyakini bahwa dialog antara manusia dan bisnis tengah memasuki babak baru. Dari sekadar berkirim pesan, menjadi interaksi cerdas, dan kini menuju kolaborasi independen antar agen. Ini bukan sekadar tren, melainkan standar baru dalam cara dunia saling terhubung.

Scr/Mashable




Don't Miss