Mudik Tenang Tanpa Was-Was, Schneider Electric Bagikan Tips Anti Korsleting Saat Rumah Kosong

19.03.2026
Mudik Tenang Tanpa Was-Was, Schneider Electric Bagikan Tips Anti Korsleting Saat Rumah Kosong
Mudik Tenang Tanpa Was-Was, Schneider Electric Bagikan Tips Anti Korsleting Saat Rumah Kosong

Tradisi pulang kampung atau mudik selalu menjadi momen yang dinanti masyarakat Indonesia menjelang hari raya. Memahami pentingnya silaturahmi tersebut, Schneider Electric, raksasa teknologi energi global, kembali merealisasikan kepeduliannya melalui program “Mudik Bareng Schneider Electric 2026”.

Beberapa waktu lalu, sebanyak 500 peserta yang terdiri dari para mitra retailer dan karyawan toko dari wilayah Jabodetabek resmi diberangkatkan menuju kampung halaman mereka di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Program tahunan ini bukan sekadar perjalanan gratis, melainkan bentuk apresiasi mendalam bagi ekosistem mitra yang menjadi ujung tombak distribusi produk Schneider Electric di tanah air.

Dengan seremoni pelepasan yang hangat di LTC Glodok, Jakarta, 10 armada bus dikerahkan untuk memastikan para pejuang ritel ini sampai di tujuan dengan rasa aman dan nyaman.

Mempererat Kemitraan Melalui Pengalaman Mudik yang Berkesan

Rute perjalanan tahun ini mencakup kota-kota strategis seperti Yogyakarta dan berbagai titik di Jawa Tengah serta Jawa Timur. Pemilihan LTC Glodok sebagai titik keberangkatan juga menjadi simbolis, mengingat kawasan tersebut merupakan jantung perdagangan perangkat elektrik di Jakarta.

M. Farhan Lucky, National Sales Director Schneider Electric Indonesia, dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak lepas dari dedikasi para mitra di lapangan.

“Kami sangat bangga dapat terus menjaga tradisi Mudik Bareng ini. Ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk memperkuat ikatan dengan para retailer dan karyawan toko. Kami ingin mereka pulang dengan hati senang dan kembali dengan semangat baru setelah berkumpul bersama keluarga,” tutur Farhan.

Edukasi “Rumah Aman”: Lindungi Aset dari Bahaya Korsleting

Di balik euforia mudik, Schneider Electric juga membawa misi penting terkait keselamatan publik. Mengacu pada data Dinas Gulkarmat DKI Jakarta tahun 2025, angka kebakaran akibat korsleting listrik masih mendominasi hingga lebih dari 60% kasus.

Fakta ini menjadi pengingat keras bagi para pemudik untuk tidak abai terhadap kondisi instalasi listrik saat rumah ditinggal dalam keadaan kosong.

Sebagai pemimpin di bidang manajemen energi, Schneider Electric membagikan panduan praktis agar masyarakat dapat menikmati libur lebaran dengan tenang tanpa dihantui risiko kebakaran:

  • Audit Instalasi Mandiri: Sebelum mengunci pintu, pastikan semua kabel, stopkontak, dan panel listrik tidak ada yang terkelupas atau longgar.
  • Putus Aliran Listrik Tak Terpakai: Cabut semua steker peralatan elektronik (TV, dispenser, mesin cuci) untuk menghindari lonjakan beban listrik serta menghemat tagihan.
  • Gunakan Perangkat Standar SNI: Pastikan rumah Anda terlindungi oleh Miniature Circuit Breaker (MCB) berkualitas untuk mencegah arus pendek. Sangat disarankan juga memasang Residual Current Circuit Breaker (RCCB) sebagai sistem “anti-setrum” yang otomatis memutus arus saat terdeteksi kebocoran.

Standar Baru Keselamatan Listrik untuk Masa Depan

Langkah edukasi ini menjadikan program mudik Schneider Electric lebih bermakna dan timeless. Perusahaan berharap, melalui langkah sederhana seperti memeriksa kelistrikan, masyarakat dapat membangun budaya sadar energi yang lebih baik.

“Keselamatan di rumah seringkali terlupakan di tengah persiapan packing yang padat. Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan momen mudik benar-benar menjadi waktu yang berkualitas tanpa rasa khawatir akan aset yang ditinggalkan,” ujar Farhan.

Dengan sinergi antara apresiasi mitra dan edukasi keselamatan, Schneider Electric terus membuktikan perannya sebagai mitra teknologi yang peduli pada aspek kemanusiaan dan keamanan di setiap lini kehidupan.

Scr/Mashable




Don't Miss