Mantan pelatih Chelsea dan tim nasional Brasil, Luiz Felipe Scolari percaya bahwa Lionel Messi adalah seorang jenius sejak lahir, sementara Cristiano Ronaldo mencapai puncak kariernya melalui latihan yang ketat, mengulang setiap keterampilan puluhan kali sehari.
Dalam sebuah wawancara dengan Super Deportivo Radio, pelatih veteran Luiz Felipe Scolari menawarkan perspektif yang menarik ketika membandingkan dua ikon terbesar sepak bola kontemporer: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo .
Menurut ahli strategi asal Brasil tersebut, perbedaan antara kedua superstar itu tidak hanya terletak pada gaya bermain mereka, tetapi juga pada fondasi alami dan perjalanan perkembangan mereka.
“Messi terlahir sebagai superstar, seorang jenius sejak lahir,” kata Scolari.
Ia menekankan bahwa apa yang ditunjukkan pemain Argentina itu di lapangan datang secara alami, hampir naluriah.
Sebaliknya, Cristiano Ronaldo digambarkan sebagai lambang kerja keras. Scolari berpendapat bahwa untuk mencapai level yang sama, CR7 harus menjalani proses pelatihan yang jauh lebih ketat.
“Untuk melakukan apa yang dilakukan Messi, Ronaldo harus berlatih 20 kali sehari,” katanya.
Penilaian ini sebagian mencerminkan dua jalur berbeda menuju puncak. Messi sering dipandang sebagai pemain yang memiliki keterampilan teknis luar biasa, kontrol bola, dan kesadaran spasial sejak usia sangat muda.
Sementara itu, Ronaldo membangun kariernya berdasarkan disiplin, kebugaran fisik, dan kemauan yang tak kenal lelah untuk terus meningkatkan diri.
Terlepas dari titik awal mereka yang berbeda, keduanya mencapai puncak sepak bola dunia dan mempertahankan performa mereka untuk jangka waktu yang sangat lama. Prestasi individu dan tim Messi dan Ronaldo, bersama dengan pengaruh global mereka, telah membentuk era unik dalam sepak bola modern.
Perspektif Scolari tidak bertujuan untuk meremehkan siapa pun, melainkan untuk menyoroti dua jalur yang berlawanan menuju kesuksesan: kejeniusan bawaan dan usaha luar biasa. Dan pada puncaknya, kedua jalur tersebut mengarah ke tujuan yang sama: legenda.
Cristiano Ronaldo Berdoa Agar Lionel Messi Gagal Juara Piala Dunia
Superstar Portugal, Cristiano Ronaldo, mengaku berdoa agar Lionel Messi tidak memenangkan Piala Dunia 2014.
Menurut film dokumenter Marca, Ronaldo merasa lega karena Messi kalah di final Piala Dunia 2014. Mantan bintang Manchester United itu bahkan berdoa agar Argentina tidak bisa memenangkan gelar di Brasil. Final tahun itu berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Jerman setelah perpanjangan waktu.
Pernyataan itu langsung menyulut kembali persaingan selama satu dekade antara dua ikon terbesar di generasi mereka. Ronaldo dan Messi telah mendominasi penghargaan individu, memecahkan rekor, dan menetapkan standar baru untuk sepak bola modern. Dalam konteks ini, Piala Dunia selalu dipandang sebagai bagian terpenting untuk melengkapi warisan besar mereka.
Jika tahun 2014 memberi Ronaldo rasa aman, delapan tahun kemudian, semuanya berbalik. Pada Desember 2022 di Qatar, Messi akhirnya mengangkat trofi paling bergengsi di planet ini setelah final yang mendebarkan melawan Prancis. Argentina bermain imbang 3-3 setelah 120 menit sebelum menang 4-2 melalui adu penalti.
Trofi Piala Dunia 2022 dipandang oleh banyak orang sebagai penegasan terakhir dalam perdebatan tentang pemain terhebat sepanjang masa. Tetapi persaingan antara Ronaldo dan Messi tidak pernah hanya tentang gelar. Dua gaya yang berbeda, dua karier yang luar biasa. Dan sekarang, pengakuan lain membuat perbandingan itu semakin tak berujung.
Bagi Ronaldo secara pribadi, kesempatan ini masih jauh dari berakhir karena ia dan Portugal mengincar kejayaan di Piala Dunia 2026.
Scr/Mashable

















