Ketika publik sedang ramai membicarakan pickleball, sebuah tren olahraga baru justru diam-diam mendominasi gaya hidup kaum elite global. Kenalkan: Padel.
Dengan total 35 juta pemain di seluruh dunia, olahraga raket ini kini dijuluki sebagai “The New Golf” atau golf gaya baru bagi para miliarder karena sifatnya yang mudah dimainkan, kaya akan ruang jejaring (networking), dan sangat klop dengan gaya hidup mewah.
Laporan dari Robb Report menyebutkan bahwa padel kini menjadi anak emas baru bagi kalangan jetset, investor, hingga jenama (brand) mewah internasional. Nama-nama besar sekelas Rolex, Prada, hingga Lamborghini bahkan tidak ragu untuk langsung terjun mengambil bagian dalam ekosistem olahraga yang tengah tumbuh masif secara global ini.
Sering kali keliru dianggap sebagai pickleball atau tenis biasa, olahraga yang lahir di Meksiko pada era 1960-an ini sebenarnya dimainkan secara ganda (dua lawan dua) di dalam lapangan khusus yang dikelilingi dinding kaca dan pagar kawat. Ritme permainannya kerap disebut sebagai perpaduan antara tenis dan squash, namun jauh lebih ramah pemula dan kental akan unsur sosialisasi.
Bukan Lagi Olahraga Sampingan
Daya tarik utama padel terletak pada tingkat kesulitannya yang rendah. Seorang pemula tanpa latar belakang atletik sekalipun bisa langsung menikmati keseruan permainan dalam waktu singkat.
Karena dimainkan secara berpasangan, padel otomatis membuka ruang obrolan dan koneksi yang cair. Bagi kalangan atas, lapangan padel bukan sekadar tempat membakar kalori, melainkan ruang negosiasi bisnis yang baru.
Di Amerika Serikat, padel sukses memosisikan diri sebagai pengganti golf bagi para eksekutif. Berbeda dengan golf yang memakan waktu seharian, satu sesi permainan padel umumnya hanya berlangsung sekitar dua jam.
Durasi ini dinilai sangat ideal bagi jadwal padat para pengusaha, investor, bos teknologi, hingga manajer investasi. Usai bertanding, mereka bisa lanjut bersosialisasi di area lounge eksklusif, restoran, atau klub privat yang tersedia di fasilitas tersebut.
Fenomena ini memicu menjamurnya klub padel premium. Reserve, sebuah merek gaya hidup mewah asal Miami, kini telah mengekspansi sayapnya dengan membuka klub khusus anggota (membership) di kawasan elite Manhattan, New York.
Saking tingginya peminat, daftar antrean keanggotaan di beberapa tempat dilaporkan membeludak. Di New Jersey, Padel United menyulap sebuah gudang seluas lebih dari 3.300 meter persegi menjadi kompleks terpadu padel dan wellness yang langsung menjaring ratusan anggota dalam waktu singkat.
Biaya yang harus digelontorkan pun menegaskan bahwa olahraga ini memang menyasar kantong tebal. Beberapa klub mematok biaya keanggotaan keluarga di angka sekitar USD 4.500 (sekitar Rp79,5 juta) per tahun. Bahkan untuk paket keanggotaan premium di lokasi-lokasi super-eksklusif, harganya bisa menembus angka fantastis hingga ratusan ribu dolar AS.
Ketika Raksasa Mode dan Otomotif Ambil Bagian
Meledaknya popularitas padel langsung direspons cepat oleh industri barang mewah. Rolex secara resmi menggaet Arturo Coello, pemain padel nomor satu dunia, sebagai duta merek (brand ambassador) mereka. Sementara itu, produsen jam tangan Frederique Constant menjalin kemitraan jangka panjang dengan Pro Padel League.
Prada tidak mau kalah dengan merilis raket padel eksklusif lengkap dengan tas nilon khasnya seharga hampir USD 2.000 (sekitar Rp35 juta). Di sektor otomotif, raket hasil kolaborasi antara Lamborghini dan Babolat langsung ludes terjual dalam sekejap.
Hebatnya, padel tidak berhenti pada urusan raket dan bola saja. Olahraga ini telah menjelma menjadi sebuah ekosistem gaya hidup mewah yang mengintegrasikan fesyen, pariwisata, properti, resor, hingga perawatan kesehatan premium. Merek fesyen jalanan kelas atas, Kith, sempat membuka Kith Ivy—sebuah klub privat di New York yang menggabungkan lapangan padel dengan fasilitas spa mewah rancangan Giorgio Armani.
Sederet pesohor dunia juga turut mendongkrak gengsi olahraga ini. Nama-nama besar seperti Jay-Z, David Beckham, Leonardo DiCaprio, Dwyane Wade, DJ Khaled, hingga pembalap F1 Lando Norris kerap tertangkap kamera sedang asyik bermain padel. Kehadiran para bintang ini memberikan suntikan kultur pop yang kuat, mirip dengan bagaimana golf dahulu melekat pada citra pebisnis mapan dan tenis pada gaya hidup jetset.
Potensi Pasar yang Masih Luas
Menurut data Federasi Padel Internasional, jumlah pemain padel melonjak tajam dari di bawah 8 juta orang pada tahun 2018 menjadi sekitar 35 juta orang pada akhir tahun lalu. Jumlah lapangan dan klub baru juga terus bertambah pesat di sekitar 150 negara.
Meski demikian, pasar di wilayah Amerika Utara dan Tengah saat ini masih berada di tahap awal dan baru menyumbang persentase kecil dari total pemain global. Untuk benar-benar bisa menjadi olahraga yang dinikmati massa, padel dinilai masih membutuhkan lebih banyak tayangan televisi, turnamen skala besar, dan cakupan media yang lebih luas.
Namun, para investor yang telah menggelontorkan uang mereka optimistis bahwa ruang pertumbuhan padel masih sangat lebar. Gelaran Piala Dunia Padel mendatang diprediksi akan menjadi panggung besar untuk mendongkrak popularitasnya, mengingat olahraga ini sudah sangat mengakar di negara-negara gila bola seperti Spanyol, Argentina, dan Italia.
Keterlibatan aktif para pembalap F1, pesepak bola bintang, hingga mantan atlet legendaris dipastikan akan terus membawa padel selangkah lebih dekat ke mata dunia.
Scr/Mashable

















