Iran Tuduh AS Gunakan Backdoor untuk Lumpuhkan Router Cisco hingga Fortinet

24.04.2026
Iran Tuduh AS Gunakan Backdoor untuk Lumpuhkan Router Cisco hingga Fortinet
Iran Tuduh AS Gunakan Backdoor untuk Lumpuhkan Router Cisco hingga Fortinet

Ketegangan geopolitik kembali merambah dunia siber. Pemerintah Iran baru-baru ini melontarkan tuduhan serius terhadap Amerika Serikat terkait dugaan sabotase jaringan internet.

Dalam klaim yang belum terverifikasi, Iran menyebut bahwa AS menggunakan backdoor tersembunyi atau botnet untuk melumpuhkan perangkat jaringan penting di dalam negeri mereka.

Tuduhan ini langsung memicu perhatian global, terutama karena melibatkan vendor teknologi besar seperti Cisco, Juniper Networks, Fortinet, hingga MikroTik.

Dilansir dari Techspot (23/04/26), menurut laporan media pemerintah Iran seperti Fars News Agency, sejumlah perangkat jaringan mengalami gangguan serius saat momen penting operasi militer berlangsung. Router dilaporkan tiba-tiba reboot sendiri atau bahkan offline tanpa sebab yang jelas.

Pemerintah Iran menduga gangguan ini bukan sekadar masalah teknis biasa. Ada dua teori utama yang mencuat:

Pertama, adanya kode berbahaya yang telah ditanam sebelumnya dalam firmware atau bootloader perangkat, yang kemudian diaktifkan pada waktu tertentu. Kedua, kemungkinan keberadaan botnet tersembunyi yang sudah lama tertanam dan diaktifkan saat diperlukan.

Namun hingga kini, belum ada bukti teknis yang bisa memverifikasi klaim tersebut secara independen.

Sulit Diverifikasi karena Pembatasan Internet

Salah satu kendala terbesar dalam membuktikan tuduhan ini adalah kondisi jaringan di Iran sendiri. Organisasi pemantau internet global NetBlocks melaporkan bahwa Iran mengalami pembatasan internet selama lebih dari 50 hari.

Media Al Jazeera juga menyebut bahwa akses internet di negara tersebut masih dibatasi melalui sistem khusus seperti “Internet Pro” dan “white SIM” untuk kelompok tertentu.

Ironisnya, kondisi ini justru membuat klaim Iran semakin sulit diverifikasi. Di satu sisi, pembatasan internet disebut mencegah intervensi luar, namun di sisi lain juga menghambat investigasi independen terhadap dugaan serangan siber tersebut.

Isu Backdoor dan Operasi Siber Global

Meski belum terbukti, tuduhan ini bukan tanpa konteks historis. Pada 2014, dokumen bocoran dari Edward Snowden mengungkap bahwa badan intelijen AS, NSA, pernah menyusupkan perangkat ke dalam router Cisco sebelum dikirim ke target tertentu.

Selain itu, Juniper Networks pernah mengakui adanya kode tidak sah dalam sistem ScreenOS pada 2015 yang memungkinkan akses jarak jauh. Sementara Fortinet dan MikroTik juga sempat menjadi sorotan dalam berbagai riset keamanan terkait kerentanan dan potensi backdoor.

Namun penting untuk dicatat, kasus-kasus tersebut tidak secara langsung membuktikan tuduhan terbaru dari Iran.

Situasi ini juga tidak lepas dari dinamika politik global. Media pemerintah China turut menyoroti tuduhan Iran dan menyebutnya sebagai bukti bahwa AS memiliki kemampuan backdoor yang luas.

Di sisi lain, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim spesifik ini, meskipun sebelumnya telah mengakui adanya operasi siber dalam misi militer tertentu seperti Operation Epic Fury.

Scr/Mashable




Don't Miss