Skandal yang mengguncang dunia olahraga Eropa secara bertahap mulai terungkap ketika pihak berwenang Italia mengumumkan daftar pemain yang disebutkan terkait dengan jaringan “layanan pendamping kelas atas”.
Investigasi yang dilakukan oleh Guardia di Finanza (polisi ekonomi Italia) baru saja membongkar sebuah jaringan yang diduga terlibat dalam pengorganisasian prostitusi dengan kedok bisnis yang sah dan menyediakan paket mewah untuk para pemain sepak bola.
Paket lengkap ini berharga ribuan euro dan termasuk makan malam di tempat-tempat mewah di Milan, menginap di hotel mewah, dan layanan yang disediakan oleh para wanita. Jaringan prostitusi ini menghasilkan pendapatan jutaan euro.
Menurut informasi yang bocor, daftar tersebut mencakup lebih dari 60 nama, mulai dari bintang top hingga pemain yang kurang dikenal. Nama-nama tersebut termasuk Alessandro Bastoni, Rafael Leao, Olivier Giroud, Dusan Vlahovic, dan Philippe Coutinho .
Nama-nama terkenal lainnya termasuk Achraf Hakimi dan bek Arsenal, Riccardo Calafiori. Mantan bintang dan bintang yang sedang naik daun, Dean Huijsen dan Daniel Maldini juga disebutkan dalam rekaman tersebut.
Namun, para pejabat menegaskan bahwa individu-individu ini hanya muncul dalam panggilan telepon, meminta layanan, atau disebutkan namanya, dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka melanggar hukum. Menurut peraturan Italia, menawarkan jasa prostitusi tidak dianggap sebagai kejahatan, oleh karena itu identitas klien tidak menjadi subjek penyelidikan.
Dokumen investigasi mengungkapkan bahwa jaringan tersebut menahan setidaknya 50% dari uang yang dibayarkan oleh klien, sedangkan sisanya ditransfer kepada para gadis secara tunai. Beberapa kesaksian menunjukkan bahwa ratusan gadis, baik warga lokal maupun asing, berpartisipasi dalam kegiatan di pesta-pesta malam tersebut.
Yang perlu diperhatikan, La Gazzetta dello Sport menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau paksaan dalam insiden tersebut. Pihak berwenang menegaskan bahwa itu adalah kegiatan sukarela, meskipun terdapat unsur-unsur yang sensitif dan kontroversial.
Jaringan Prostitusi Bernilai Puluhan Miliar Rupiah Gemparkan Serie A
Polisi Italia telah membongkar jaringan prostitusi kelas atas di Milan, dengan penyelidikan mengungkapkan sejumlah besar pemain Serie A terlibat.
Menurut Gazzetta dello Sport, sepak bola Italia baru saja menerima kabar mengejutkan karena Kepolisian Keuangan Milan telah mengonfirmasi pembongkaran jaringan prostitusi kelas atas yang beroperasi tepat di jantung kota.
Menurut penyelidikan, organisasi ini beroperasi dengan kedok perusahaan manajemen acara untuk menargetkan klien kaya. Paket layanan diiklankan sebagai “all-inclusive,” dimulai dengan pesta malam di klub malam terkenal Milan sebelum berakhir di hotel mewah.
Biaya per penggunaan layanan tersebut mencapai ribuan euro. Pihak berwenang mengatakan keuntungan ilegal yang diperoleh telah dibekukan selama penyelidikan.
Penggerebekan yang dilakukan bekerja sama dengan Kejaksaan Milan tersebut menghasilkan penangkapan empat orang yang dianggap sebagai pemimpin organisasi tersebut. Mereka menghadapi tuduhan menjadi mucikari, mengeksploitasi prostitusi, dan pencucian uang.
Yang paling menarik perhatian publik adalah daftar klien dalam berkas kasus tersebut. Pihak berwenang menggambarkannya sebagai kelompok individu yang “sangat kaya”, termasuk banyak pengusaha dan sejumlah besar pemain yang saat ini berkompetisi di Serie A.
Para pemain ini termasuk mereka yang tinggal di wilayah Lombardy serta bintang-bintang yang melakukan perjalanan ke Milan untuk pertandingan tandang. Namun, pihak berwenang yang melakukan penyelidikan belum merilis identitas lengkapnya, dan perintah hakim hanya memberikan informasi sebagian.
Berdasarkan data awal, jaringan ini menghasilkan pendapatan melebihi 1,2 juta euro atau sekitar Rp24,3 miliar, yang menunjukkan skala operasi yang signifikan.
Insiden itu seketika menodai citra sepak bola Italia, yang selama bertahun-tahun telah berupaya memperbaiki reputasinya setelah serangkaian skandal di luar lapangan.
Meskipun nama-nama pemain belum diungkapkan secara publik, Serie A masih menunggu perkembangan hukum lebih lanjut. Namun, fakta bahwa nama-nama pemain muncul dalam berkas investigasi sudah cukup untuk menciptakan gempa bumi baru bagi liga utama Italia.
Scr/Mashable

















