Gelombang kecaman terhadap Kylian Mbappe meletus ketika sebuah petisi daring mengumpulkan lebih dari 70.000 tanda tangan hanya dalam satu jam.
Perkembangan penting terjadi ketika gelombang kritik dari para penggemar meningkat tajam terhadap Mbappe. Menurut beberapa sumber, petisi daring yang menyerukan agar striker Prancis itu meninggalkan Real Madrid dengan cepat melampaui 70.000 tanda tangan hanya dalam satu jam setelah diluncurkan pada, Selasa 5 Mei 2026, jauh melebihi perkiraan awal sebesar 50.000.
Langkah ini mencerminkan meningkatnya frustrasi publik di tengah periode ketidakstabilan Real Madrid. Liburan mewah Mbappe di Cagliari, yang bertepatan dengan kesulitan tim, menjadi pemicu terakhir. Citra ini menciptakan rasa perpecahan dan membuat para penggemar mempertanyakan komitmen pemain bintang mereka.
Tidak hanya di luar lapangan, tetapi tanda-tanda keretakan juga dikabarkan muncul di dalam tim. Marca mengungkapkan bahwa sebagian staf pelatih dan pemain mulai menjauhkan diri dari Mbappe. Pengaruhnya di ruang ganti dikatakan telah berkurang secara signifikan, bahkan dikalahkan oleh Vinicius Junior, yang muncul sebagai titik fokus baru tim.
Meskipun demikian, penting untuk menekankan bahwa Mbappe tetap menjadi pemain kunci dalam rencana jangka panjang Real Madrid. Namun, saat ini, tekanan semakin meningkat pada striker Prancis tersebut, dan bagaimana ia bereaksi selama periode sensitif ini akan sangat menentukan posisinya di Bernabeu.
Mbappe telah mencetak 24 gol dalam 28 penampilan La Liga untuk “Los Blancos” di musim 2025/26. Namun, sikap dan perilaku striker Prancis itu dikatakan telah menjauhkan sebagian besar penggemar. Meskipun ini hanya kampanye di luar catatan resmi, hal ini cukup untuk menunjukkan betapa menurunnya kasih sayang penggemar Real Madrid terhadap sang striker.
Florentino Perez Kecam Perilaku Kylian Mbappe yang Berpacaran di Jam Kerja Real Madrid
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dilaporkan tidak senang dengan perilaku striker Kylian Mbappe.
Foto-foto Mbappe saat berlibur di Italia bersama aktris Ester Exposito telah memicu kontroversi. Bukan hanya penggemar, tetapi bahkan manajemen Real Madrid dan beberapa anggota ruang ganti telah menyatakan ketidakpuasan atas apa yang mereka anggap sebagai kurangnya komitmen dari bintang Prancis tersebut.
Menurut SPORT, Florentino Perez telah meminta Mbappe untuk kembali ke pusat pelatihan Valdebebas minggu ini untuk pemeriksaan cedera. Ia berharap striker Prancis itu pulih tepat waktu untuk berpartisipasi dalam pertandingan “El Clásico” di Camp Nou pada 11 Mei.
Ini bukan kali pertama Mbappe menimbulkan kontroversi dengan meninggalkan tim selama pertandingan. Sebelumnya, ia pergi ke Paris untuk memeriksakan cedera lututnya, alih-alih sepenuhnya mempercayai tim medis klub.
Meskipun mencetak 41 gol dalam 41 pertandingan musim ini, pengaruh Mbappe di Bernabeu tetap kontroversial. Statistik menunjukkan bahwa Real Madrid hanya memenangkan 2 dari 8 pertandingan terakhir mereka ketika Mbappe bermain sebagai starter, sementara mereka memenangkan 6 dari 7 pertandingan tanpa striker Prancis tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang perannya dalam permainan tim secara keseluruhan.
Musim 2025/26 berakhir dengan mengecewakan bagi Real Madrid. Tim terus tertinggal dalam perebutan gelar, sementara staf pelatih kurang stabil dan masalah internal muncul di ruang ganti. Para penggemar semakin tidak puas, percaya bahwa manajemen dan para pemain belum menunjukkan tekad yang cukup selama periode penting ini.
Scr/Mashable

















