Optimalkan Potensi Nikel, Indonesia Gelar Pameran Baterai Terbesar di Jakarta International Expo

10.05.2026
Optimalkan Potensi Nikel, Indonesia Gelar Pameran Baterai Terbesar di Jakarta International Expo
Optimalkan Potensi Nikel, Indonesia Gelar Pameran Baterai Terbesar di Jakarta International Expo

Indonesia kini tengah memasuki babak baru dalam peta persaingan energi global dengan mengalihkan fokus dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pusat manufaktur baterai terintegrasi. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat fondasi industri nasional sekaligus memposisikan Tanah Air sebagai jantung rantai pasok kendaraan listrik (EV) dan penyimpanan energi di Asia.

Baterai tidak lagi dipandang sebagai komponen pelengkap, melainkan pilar utama yang menopang ambisi kemandirian energi dan transisi menuju emisi nol bersih. Dengan cadangan nikel raksasa mencapai 1,6 juta ton, Indonesia memiliki posisi tawar yang tak tertandingi untuk mendominasi pasar lithium-ion dan sistem penyimpanan energi (BESS) dunia.

Peluang Ekonomi dan Target Energi Bersih 2030

Nilai pasar baterai di dalam negeri diproyeksikan tumbuh sangat agresif hingga 23,7 persen pada tahun 2030 mendatang seiring meningkatnya adopsi teknologi hijau. Sektor BESS sendiri diperkirakan akan melonjak drastis dari angka USD 4,36 miliar menjadi USD 15,82 miliar pada tahun 2032 sebagai dampak dari kebutuhan penyimpanan daya yang masif.

Pemerintah juga semakin serius mempercepat transisi energi melalui target ambisius pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt. Upaya percepatan ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian energi nasional melalui penggunaan sumber energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan efisien.

The Battery Show Asia – Indonesia 2026: Ruang Kolaborasi Strategis

Menangkap momentum besar tersebut, ajang The Battery Show Asia – Indonesia 2026 akan kembali digelar pada 2-5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Pameran berskala internasional ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang mempertemukan seluruh elemen penting dalam rantai industri baterai.

Mulai dari produsen sel baterai hingga sistem manajemen baterai (BMS) dan infrastruktur daur ulang, semua akan hadir dalam satu platform yang terintegrasi secara holistik. Edisi kedua ini dirancang sebagai ruang bagi para inovator untuk menunjukkan teknologi terbaru sekaligus memperluas jaringan infrastruktur kendaraan listrik di kawasan.

Sinergi Lintas Sektor dalam Full-Stack Industrial Ecosystem

The Battery Show Asia – Indonesia 2026 diselenggarakan secara simultan bersama pameran Electric & Power Indonesia serta Data Center Asia. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem industri lengkap yang mencakup proses pembangkitan energi, penyimpanan daya, hingga pengelolaan data digital secara optimal.

Hanung Hanindito selaku Deputy Event Director Pamerindo Indonesia menyatakan bahwa batasan antara sektor energi, manufaktur, dan teknologi kini semakin tipis dan saling beririsan. Beliau menekankan bahwa melalui platform ini, kolaborasi dan inovasi dapat tumbuh lebih cepat guna memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional.

Inovasi Teknologi dan Dukungan Pemain Kunci Industri

Keterlibatan aktif dari institusi riset dan asosiasi seperti NBRI serta PJCI memastikan bahwa diskusi mengenai keamanan dan efisiensi produksi baterai berjalan berbasis data. Nama-nama besar seperti PT Kaltimex Energy Indonesia dan PT Sekisui Polymatech juga telah bersiap membawa solusi material terbaru untuk mendukung transfer panas yang lebih efisien.

Kehadiran eksibitor global seperti BryAir hingga Trafoindo Prima Perkasa membuktikan bahwa solusi baterai kini semakin dibutuhkan untuk efisiensi operasional berbagai sektor industri. Momentum ini menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha untuk masuk lebih awal ke pasar Indonesia yang sedang tumbuh pesat sebagai pusat inovasi regional.

Edukasi dan Pengembangan Talenta Masa Depan

Selain area pameran, pengunjung dapat mengikuti berbagai seminar teknis di TBSI Stage yang membahas isu krusial seperti manajemen termal baterai di iklim tropis. Diskusi ini sangat penting untuk memastikan keamanan baterai kendaraan listrik yang beroperasi dalam kondisi suhu ekstrem di wilayah Asia Tenggara.

Aspek ekonomi sirkular dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi topik utama guna mendukung keberlanjutan industri jangka panjang. Kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta lokal yang siap menghadapi tantangan transisi energi yang semakin kompleks.

Menuju Ekosistem Energi yang Mandiri dan Berkelanjutan

Keberhasilan acara serupa di Hong Kong yang menarik belasan ribu pembeli profesional menjadi tolok ukur optimisme bagi penyelenggaraan di Jakarta tahun ini. The Battery Show Asia – Indonesia 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan investasi hijau yang akan mengubah wajah industri nasional secara permanen.

Pada akhirnya, transisi energi bukan sekadar mengganti bahan bakar, melainkan tentang membangun sistem industri baru yang kokoh dan berkelanjutan. Melalui pameran ini, masa depan industri baterai Indonesia tidak hanya dipamerkan melalui teknologi canggih, tetapi mulai dibangun melalui kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan.

Scr/Mashable




Don't Miss