Inter Milan Haramkan Revolusi Skuad usai Cetak Double Winner

18.05.2026
Inter Milan Haramkan Revolusi Skuad usai Cetak Double Winner
Inter Milan Haramkan Revolusi Skuad usai Cetak Double Winner

Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, menegaskan bahwa klubnya hanya fokus pada proses “evolusi, bukan revolusi”. Keberhasilan Nerazzurri mengunci gelar Double Winner musim ini merupakan buah dari konsistensi membangun fondasi tim yang sudah ada, dan formula serupa akan terus dipertahankan di masa depan.

Skuad Il Biscione dipastikan bakal memamerkan dua trofi bergengsi dalam parade bus atap terbuka pada Minggu malam mendatang. Setelah sebelumnya sukses mengamankan gelar Scudetto, Inter kini resmi merengkuh trofi Coppa Italia ke-10 sepanjang sejarah klub usai menumbangkan Lazio dengan skor meyakinkan 2-0.

Catatan koleksi trofi Coppa Italia Inter kini hanya kalah dari Juventus. Namun, yang paling istimewa, ini merupakan torehan Double Winner domestik pertama mereka sejak era emas Jose Mourinho saat meraih Treble Winners legendaris pada tahun 2010 silam.

Pencapaian luar biasa ini sejatinya di luar dugaan banyak pihak. Pasalnya, Inter menyudahi musim lalu tanpa raihan satu pun trofi, yang berujung pada didepaknya pelatih Simone Inzaghi.

Manajemen kemudian menunjuk Cristian Chivu, sosok pelatih yang rekam jejaknya di level senior baru seumur jagung saat menangani Parma selama beberapa bulan di Serie A.

Marotta: Inter Terus Berprogres Lewat Kerja Sama Tim

“Ada tim yang bertarung di lapangan, dan ada juga tim di luar lapangan yang diisi oleh jajaran manajemen serta seluruh staf yang bekerja di balik layar. Malam ini, saya ingin berterima kasih kepada mereka semua. Sepak bola adalah olahraga tim, dan semua orang telah memberikan kontribusi terbaiknya,” ujar Marotta kepada Sport Mediaset.

“Kami sangat bahagia. Ada serangkaian hasil positif dalam beberapa tahun terakhir, dan semua ini dimulai dari komitmen pemilik klub di jajaran teratas. Inilah model kerja yang bisa membawa kami menuju gerbang kemenangan. Terkadang kami juga kalah, dan kegagalan musim lalu sempat membekas, tetapi Chivu berhasil melakukan tugasnya dengan sangat baik untuk mengembalikan tim ke jalur yang benar.”

“Tentu ada sedikit penyesalan di ajang Liga Champions musim ini, tetapi kita juga harus memberikan apresiasi kepada kekuatan tim lawan.”

Satu-satunya noda dalam kampanye impresif Inter musim ini adalah tersingkirnya mereka secara mengejutkan di babak play-off Liga Champions oleh Bodo/Glimt pada Februari lalu. Namun, berkah terselubung dari kegagalan tersebut membuat Lautaro Martinez dan kolega bisa mencurahkan fokus sepenuhnya di kompetisi domestik.

Ogah Bongkar Pasang Skuad demi Regenerasi sehat

Menatap musim depan, Inter santer dikabarkan sudah membidik sejumlah pemain baru di bursa transfer. Kendati demikian, filosofi utama klub tetap sama: mempertahankan dan memperkuat fondasi yang sudah kokoh.

“Saya sangat optimistis, walau tetap menaruh rasa hormat kepada tim-tim rival. Kami percaya pada evolusi, bukan revolusi. Oleh karena itu, pemain-pemain muda seperti Petar Sucic masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan berkembang,” pungkas Marotta.

“Kami akan terus berburu pemain muda berbakat untuk kami bimbing, lalu mengombinasikan mereka dengan figur-figur sarat pengalaman yang sudah memiliki mentalitas juara dalam nadi mereka.”

“Tidak ada urgensi untuk melakukan perombakan besar-besaran. Sayangnya, kontrak beberapa pemain memang akan segera habis. Ini adalah hal yang lumrah dalam siklus pesepak bola, kita tidak bisa melawan usia. Kami siap menyuntikkan tenaga muda secara bertahap, jadi revolusi total sama sekali tidak diperlukan.”

Sebagai informasi, sejumlah pilar veteran Inter Milan yang kontraknya akan segera kedaluwarsa di antaranya adalah Francesco Acerbi, Stefan de Vrij, Henrikh Mkhitaryan, Yann Sommer, dan Matteo Darmian.

Scr/Mashable





Don't Miss