Gaji Fantastis Lionel Messi di Inter Miami Cetak Sejarah Baru MLS

17.05.2026
Gaji Fantastis Lionel Messi di Inter Miami Cetak Sejarah Baru MLS
Gaji Fantastis Lionel Messi di Inter Miami Cetak Sejarah Baru MLS

Megabintang Inter Miami, Lionel Messi, terus membuktikan diri sebagai magnet utama di Major League Soccer (MLS). Berdasarkan data terbaru dari Asosiasi Pemain MLS, pendapatan raksasa yang diterima kapten Timnas Argentina ini menciptakan jurang pemisah yang sangat lebar di kompetisi sepak bola Amerika Serikat, baik dari segi teknis lapangan maupun nilai komersial.

Messi tercatat menerima total kompensasi terjamin hingga $28,3 juta AS per tahun (sekitar Rp496 miliar). Angka fantastis ini resmi menjadi paket upah tertinggi sepanjang sejarah MLS sekaligus melampaui jauh neraca gaji pemain lain di kawasan Amerika Utara.

Dampak instan La Pulga di luar Amerika Serikat langsung terasa nyata. Musim lalu, Messi sukses mengantarkan Inter Miami keluar sebagai juara MLS Cup, sembari memborong gelar Top Skor serta Pemain Terbaik (MVP).

Meski pendapatan riil aslinya jauh lebih besar berkat bonus dari berbagai kontrak sponsor pribadi, data resmi yang dirilis MLS ini sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan kekuatan pengaruh sang jawara Piala Dunia 2022 tersebut.

Unggul Jauh dari Son Heung-min

Kesenjangan gaji di kompetisi ini semakin mencolok jika menyandingkan angka milik Messi dengan bintang baru Los Angeles FC, Son Heung-min. Penyerang sekaligus kapten Timnas Korea Selatan tersebut dilaporkan mengantongi pendapatan sekitar $11,1 juta AS (sekitar Rp194 miliar) per tahun. Jumlah yang tidak ada separuh dari total upah bulanan Messi.

Padahal, Son termasuk dalam daftar elite pemain dengan bayaran tertinggi di kompetisi paman sam saat ini dan berstatus sebagai pilar lini depan LAFC. Ketimpangan ini menjadi bukti sahih bahwa Messi merupakan pengecualian besar dalam regulasi pembatasan gaji (salary cap) liga.

Membuntuti di belakang sang mega bintang, terdapat jajaran nama-nama yang sudah sangat familier di kancah sepak bola Eropa. Rekan setim Messi di Miami, Rodrigo De Paul, menempati urutan ketiga. Sementara itu, Miguel Almiron dan Hirving Lozano melengkapi daftar lima besar pemain dengan bayaran termahal di MLS.

Kehadiran Lionel Messi telah merombak total definisi kontrak bernilai raksasa di tanah Amerika. Di tengah persiapan matang Amerika Serikat sebagai tuan rumah bersama Piala World Cup 2026, MLS kini kian ambisius untuk mentransformasi kompetisi domestik mereka menjadi pelabuhan baru bagi ikon-ikon sepak bola dunia global.

Lionel Messi Investasi Besar-besaran Rp236 Miliar di Jantung Kota Barcelona

Hubungan emosional antara Lionel Messi dan Barcelona terbukti belum usai. Meski kini merumput di Amerika Serikat bersama Inter Miami, megabintang sepak bola dunia tersebut baru saja menggelontorkan dana fantastis sebesar 11,5 juta euro (sekitar Rp236 miliar) untuk mencaplok aset properti premium di pusat kota Barcelona.

Melalui perusahaan investasi miliknya, Edificio Rostower, Messi resmi merampungkan akuisisi kompleks Via Wagner. Kompleks galeri belanja ini terletak di kawasan Turó Park, salah satu zona pemukiman dan komersial paling elite dan mahal di seantero Barcelona.

Langkah bisnis kapten Timnas Argentina ini terbilang berani. Kompleks bangunan seluas 4.000 meter persegi tersebut diketahui telah ditutup dan terbengkalai sejak tahun 1993 akibat sengketa panjang antar-pemilik terdahulu.

Setelah berhasil mengambil alih kepemilikan penuh, Messi berencana melakukan renovasi total pada seluruh konstruksi bangunan. Properti raksasa ini nantinya akan dialihfungsikan menjadi pusat sewaan komersial modern.

Media olahraga ternama Spanyol, AS, melaporkan bahwa proyek rekonstruksi milik Messi ini langsung memicu ketertarikan dari berbagai grup finansial raksasa. Lokasinya yang sangat strategis di jantung kota dinilai memiliki nilai ekonomi dan daya jual yang sangat tinggi.

Investasi terbaru ini menjadi bukti sahih bahwa Messi masih menjaga ikatan kuat dengan kota yang telah membesarkan namanya selama lebih dari 20 tahun. Catalonia tampaknya tetap menjadi episentrum dari imperium bisnis sang pemain di luar lapangan hijau.

Sebelum mencaplok kompleks Via Wagner, pemain berusia 38 tahun ini telah membangun portofolio bisnis yang masif di wilayah tersebut. Messi tercatat memiliki jaringan hotel mewah MiM Hotels, restoran premium Hincha, hingga investasi terbaru di bidang olahraga dengan membeli klub sepak bola lokal, UE Cornellà.

Perwakilan dari Santomera Bay, firma yang menjembatani transaksi ini, menyatakan bahwa keputusan Messi untuk terus menyuntikkan modal ke Barcelona memberikan angin segar bagi pasar real estat lokal. Kehadiran nama besar Messi diyakini mampu mendongkrak daya tarik kota Barcelona di mata para investor internasional.

Di penghujung karier sepak bolanya, Lionel Messi tidak hanya sukses mengukuhkan diri sebagai ikon sepak bola global, tetapi juga perlahan tapi pasti menancapkan kukunya sebagai pebisnis ulung dengan masa depan yang cerah.

Scr/Mashable





Don't Miss