Ruang ganti Manchester City dilaporkan langsung dilanda kekacauan hebat. Kabar mengejutkan datang setelah sang manajer, Pep Guardiola, dilaporkan mengambil keputusan bulat untuk meninggalkan Etihad Stadium.
Melansir laporan The Sun, juru taktik asal Spanyol itu disebut sangat marah karena rencana kepergiannya bocor ke publik lebih cepat dari jadwal. Di sisi lain, para pemain Man City benar-benar dibuat tercengang dan syok berat mendengar kabar ini.
Padahal, baru beberapa hari lalu—tepatnya setelah merayakan gelar juara FA Cup—Guardiola sempat menegaskan kepada skuadnya bahwa ia akan tetap bertahan di Etihad untuk musim depan.
Namun, situasi berbalik 180 derajat dalam sekejap. Berita mundurnya Guardiola mendadak meledak di berbagai media pada Selasa (19/5) dini hari waktu setempat. Rumor ini langsung memicu kepanikan di internal skuad The Citizens, terlebih karena mereka baru saja melewati musim yang penuh dengan dinamika pasang surut.
Menyikapi situasi yang makin liar, The Sun membocorkan bahwa Guardiola langsung mengumpulkan seluruh pemainnya dalam sebuah panggilan video (Zoom/online meeting) darurat pada malam hari.
Dalam pertemuan virtual tersebut, pelatih berusia 55 tahun itu mengonfirmasi bahwa ia memang akan angkat kaki dari Manchester City begitu musim ini berakhir. Guardiola juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pemain karena kabar penting ini justru pertama kali mereka ketahui dari media massa.
Berdasarkan sumber internal klub, Guardiola sebenarnya ingin bicara empat mata secara langsung dengan para pemain dan staf kepelatihan, sebelum pihak klub merilis pengumuman resmi ke publik.
Kabar kepergian yang mendadak ini langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan fans Man City. Banyak yang cemas rumor panas ini akan merusak fokus Erling Haaland dan kawan-kawan yang sedang berjuang dalam jalur perebutan trofi Premier League.
Saat ini, Man City tengah tertinggal 5 poin dari Arsenal di puncak klasemen, namun skuad asuhan Guardiola masih mengantongi tabungan satu pertandingan lebih banyak.
Kepergian Guardiola dipastikan bakal menandai akhir dari sebuah era emas sekaligus awal transisi besar-besaran di kubu Manchester Biru. Selama hampir satu dekade menakhodai tim, mantan pelatih Barcelona itu sukses menyulap Man City menjadi penguasa absolut sepak bola Inggris lewat gelontoran trofi bergengsi, termasuk gelar juara Liga Champions dan rentetan trofi Premier League.
Suksesor Pep Guardiola Terjawab
Manchester City bersiap memasuki era baru. Kursi kepelatihan yang ditinggalkan oleh Pep Guardiola dipastikan akan segera diisi oleh wajah yang sudah tidak asing lagi, Enzo Maresca, mulai musim 2026/2027.
Media-media Inggris secara serentak mengonfirmasi bahwa Guardiola bakal melakoni laga perpisahan dengan Man City setelah pertandingan melawan Aston Villa di Etihad Stadium pada 24 Mei mendatang. Bergerak cepat, manajemen The Citizens langsung merampungkan proses kepindahan Maresca demi mengamankan masa depan klub pasca-era Pep.
Juru taktik asal Italia tersebut dilaporkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan pihak Manchester Biru. Pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, bahkan sudah mengumandangkan kalimat sakralnya, “Here we go”, tanda bahwa kesepakatan ini telah resmi tercapai. Maresca disebut akan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di Etihad.
Nama Enzo Maresca sebenarnya sangat familier bagi publik Manchester City. Sebelum memutuskan hijrah dan menakhodai Chelsea, pria berusia 46 tahun ini merupakan asisten langsung Pep Guardiola.
Ia ikut andil di balik layar saat Man City sukses merengkuh gelar treble winners yang bersejarah pada musim 2022/2023 lalu.
Reputasi Maresca kian meroket setelah ia tampil impresif bersama Chelsea. Ia sukses membawa The Blues kembali ke zona Liga Champions, sekaligus mempersembahkan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub.
Kehebatannya bahkan diakui sendiri oleh Guardiola, yang pernah memujinya di depan publik sebagai “salah satu pelatih terbaik di dunia”.
Di sisi lain, kepergian Pep Guardiola akan menutup lembaran sejarah emas yang membentang selama hampir satu dekade di Manchester City. Sejak mendarat di Etihad pada 2016, manajer jenius asal Spanyol itu telah mempersembahkan total 20 trofi mayor, termasuk 6 gelar Liga Inggris dan trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.
Kini, Etihad Stadium bersiap menjadi saksi bisu dari suksesi kekuasaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Beban berat kini berada di pundak Enzo Maresca, yang dituntut untuk bisa menjaga dan meneruskan warisan raksasa yang ditinggalkan oleh sang mentor.
Scr/Mashable


















