Arsenal memiliki deretan manajer legendaris sepanjang sejarah berdirinya klub. Mulai dari Herbert Chapman yang mengubah wajah klub sepak bola ini untuk selamanya, hingga Arsene Wenger yang memimpin The Gunners melewati era ikonis “Invincibles” pada musim 2003/2004—kali terakhir klub mengangkat trofi Liga Inggris.
Kini, 22 tahun kemudian, Mikel Arteta berdiri di ambang pintu untuk menuliskan babak barunya sendiri ke dalam cerita rakyat Arsenal. Tim Meriam London kini dipastikan kembali dinobatkan sebagai Juara Premier League setelah Manchester City bermain imbang di markas Bournemouth malam ini, sembari mereka juga tengah bersiap menghadapi laga final Liga Champions.
Namun, jauh sebelum Wenger, Chapman, atau Arteta, ada satu pria yang secara senyap menjadi manajer resmi pertama Arsenal: Sam Hollis.
Sosok yang Memulai Sejarah Manajerial Arsenal
Hollis menjadi manajer pertama Arsenal yang diakui secara resmi pada tahun 1894. Sebelum penunjukannya, urusan teknis tim diatur dan diawasi oleh jajaran anggota komite serta para pemain itu sendiri.
Pada masa itu, Arsenal masih berbasis di Woolwich, London Selatan, dan kondisinya masih sangat jauh dari status raksasa sepak bola global yang dikenal oleh para suporter hari ini.
Selama masa baktinya yang singkat dari tahun 1894 hingga 1897, Arsenal berkompetisi di Divisi Dua. Klub finis di peringkat kedelapan pada kampanye musim 1894/1895 sebelum sedikit membaik ke posisi ketujuh pada musim berikutnya. Musim terakhir Hollis melihat posisi The Gunners merosot ke peringkat ke-10.
Meskipun periodenya di Arsenal tidak pernah diingat sebagai era yang sangat sukses, peran pentingnya dalam sejarah klub tidak boleh dipandang sebelah mata. Setiap manajer Arsenal setelahnya, mulai dari Wenger hingga Arteta, pada akhirnya menelusuri jejak mereka kembali ke Hollis sebagai pria pertama yang secara resmi dipercaya untuk memimpin klub sepak bola ini.
Setelah meninggalkan Woolwich Arsenal pada tahun 1897, Hollis pindah ke Bristol City, tempat di mana ia menikmati kesuksesan yang jauh lebih besar dalam tiga periode kepelatihan yang berbeda.
Sam Hollis Membantu Membentuk Sejarah Sepak Bola
Hollis pada akhirnya berhasil melambungkan namanya di Ashton Gate, dengan membantu Bristol City meraih promosi ke Football League pada tahun 1901 setelah finis sebagai runner-up di Southern League.
Karier manajerialnya juga mencakup masa bakti singkat di Bedminster sebelum kembali lagi ke Bristol City, di mana ia kemudian menjabat sebagai ketua klub (chairman).
Pada saat kematiannya di tahun 1942, Hollis tercatat telah menghabiskan hampir setengah abad hidupnya berkecimpung di dunia sepak bola.
Meskipun ia mungkin bukan nama paling terkenal dalam buku sejarah Arsenal, Sam Hollis akan selalu memegang satu kehormatan unik yang tidak akan pernah bisa direbut oleh siapa pun. Ia adalah manajer sejati pertama Arsenal, pria yang memulai perjalanan panjang yang pada akhirnya mengarah pada era Invincibles milik Wenger dan revolusi modern bentukan Arteta.
Kini, para penggemar Arsenal hanya bisa berharap Arteta dapat menyelesaikan cerita musim ini dengan membawa trofi Premier League kembali ke London Utara untuk pertama kalinya sejak pahlawan-pahlawan Wenger meraih keabadian pada tahun 2004 silam.
Bagaimana menurut Anda, Gooners? Apakah keberhasilan Arteta menjuarai Premier League dan potensi mengawinkan gelar dengan Liga Champions musim ini langsung menyejajarkannya dengan deretan manajer terbesar dalam sejarah Arsenal?
Scr/Mashable

















