Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap keamanan digital memang mulai meningkat, tetapi perlindungan menyeluruh terhadap perangkat keluarga ternyata masih belum maksimal.
Hal ini terungkap dalam studi terbaru Kaspersky yang menunjukkan bahwa hanya 38 persen pengguna di Indonesia yang benar-benar mengamankan seluruh perangkat keluarga mereka dari ancaman siber.
Dalam laporan tersebut, Kaspersky menemukan bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya cukup aktif dalam membahas keamanan digital di lingkungan keluarga.
Sebanyak 53 persen responden di Indonesia mengaku rutin mengedukasi anak-anak maupun anggota keluarga lanjut usia mengenai praktik aman saat menggunakan internet. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata global yang berada di angka 47 persen.
Selain itu, sebanyak 65 persen responden di Indonesia juga mulai menyarankan penggunaan password manager untuk membantu menjaga keamanan akun digital keluarga.
Sementara itu, 49 persen responden mendorong penggunaan Multi-Factor Authentication (MFA) untuk meningkatkan perlindungan akun online.
Tidak hanya itu, sekitar 50 persen pengguna juga aktif memeriksa dan menyesuaikan pengaturan privasi di perangkat maupun akun penting milik keluarga.
Data ini menunjukkan bahwa kesadaran keamanan digital masyarakat Indonesia mulai berkembang, terutama seiring meningkatnya aktivitas online sehari-hari seperti mobile banking, belanja online, media sosial, hingga komunikasi digital.
Banyak Keluarga Belum Melindungi Seluruh Perangkat
Meski tingkat kesadaran cukup tinggi, implementasi perlindungan keamanan ternyata masih belum optimal.
Kaspersky mencatat hanya 38 persen responden di Indonesia yang memasang solusi keamanan pada seluruh perangkat keluarga mereka.
Artinya, masih banyak perangkat yang berpotensi menjadi celah masuk serangan siber seperti malware, phishing, hingga pencurian data.
Padahal saat ini ancaman siber tidak hanya menyasar komputer atau laptop, tetapi juga smartphone dan tablet yang semakin sering digunakan untuk aktivitas penting.
Menariknya, hanya 4 persen responden di Indonesia yang mengaku sama sekali tidak melakukan langkah perlindungan online untuk keluarganya. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding rata-rata global sebesar 10 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai memiliki kepedulian terhadap keamanan digital, meski penerapannya masih perlu ditingkatkan.
Generasi Tua Masih Rentan terhadap Ancaman Siber
Penelitian Kaspersky juga menemukan bahwa kelompok usia lebih tua, terutama di atas 55 tahun, cenderung memiliki tingkat kesadaran keamanan digital yang lebih rendah dibanding generasi muda.
Secara global, sekitar 21 persen responden berusia 55 tahun ke atas mengaku tidak melakukan perlindungan apa pun terhadap keluarga mereka di dunia online. Selain itu, hanya 24 persen dari kelompok usia tersebut yang memasang solusi keamanan pada perangkat keluarga.
Fenomena ini cukup wajar mengingat perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat sehingga tidak semua generasi mampu beradaptasi dengan mudah terhadap ancaman siber modern.
Pentingnya Peran “Family Digital Manager”
Kaspersky menyebut bahwa saat ini hampir setiap keluarga membutuhkan sosok yang berperan sebagai “Family Digital Manager” atau pengelola keamanan digital keluarga.
Biasanya, peran ini dipegang oleh anggota keluarga yang lebih memahami teknologi dan bertanggung jawab mengatur keamanan perangkat, akun online, langganan digital, hingga perlindungan siber keluarga.
Menurut Marina Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen di Kaspersky, semakin banyak perangkat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, maka semakin besar pula risiko ancaman siber yang dihadapi.
“Semakin kita terhubung, mengobrol, berbagi momen, semakin dalam kita terperangkap dalam jaringan gawai dan layanan daring. Setiap perangkat baru, setiap jam tambahan online, memperluas area permukaan tempat pelaku kejahatan siber dapat menyerang, membuat orang rentan terhadap berbagai ancaman siber”, ungkapnya.
Karena itu, perlindungan multi-perangkat yang terintegrasi menjadi sangat penting untuk menjaga keamanan seluruh anggota keluarga di ruang digital.
Dengan meningkatnya penggunaan internet di Indonesia, kesadaran mengenai keamanan digital kini menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Menggunakan password yang kuat, mengaktifkan MFA, memasang antivirus, hingga rutin mengedukasi anggota keluarga mengenai ancaman online menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko serangan siber.
Scr/Mashable
















