Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, blak-blakan mengakui bahwa “tidak ada satu orang pun yang menyangka” I Rossoneri bakal keok di kandang sendiri saat menjamu Cagliari. Kekalahan tragis ini sekaligus mengubur impian Milan untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Meski terpukul, Allegri pasang badan dan menegaskan bahwa anak asuhnya sudah memberikan segalanya di lapangan.
Masuk ke pekan pamungkas Serie A, Milan sebenarnya berada di posisi yang paling diuntungkan. Skenarionya sederhana: menang di San Siro melawan Cagliari—tim yang sudah tidak punya target apa-apa lagi—maka tiket kompetisi kasta tertinggi Eropa aman di genggaman.
Laga pun sempat berjalan sesuai rencana. Pertandingan baru berjalan 80 detik, Alexis Saelemaekers sudah membawa publik San Siro bergemuruh lewat gol cepatnya.
Namun, petaka justru dimulai setelah itu. Mental Milan runtuh setelah Gennaro Borrelli mencetak gol penyeimbang untuk Cagliari. Keadaan berbalik 180 derajat saat Juan Rodriguez mencetak gol penentu kemenangan tim tamu memanfaatkan situasi bola mati.
Gagal membalikkan kedudukan, posisi Milan di klasemen langsung dikudeta oleh Como. Terlepas dari apa pun hasil pertandingan Juventus yang sempat tertunda, AC Milan dipastikan terlempar dari zona Liga Champions dan harus puas finis di peringkat keenam.
Allegri Pasang Badan untuk Skuad Il Diavolo
“Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur. Ketika Anda menelan lima kekalahan kandang dengan cara seperti ini, di sinilah akhirnya kita berada,” ujar Allegri kecewa saat diwawancarai oleh DAZN Italia.
“Pertandingan dimulai dengan sangat baik. Kami sempat berpikir keunggulan cepat itu akan membuat kemenangan berada di tangan. Nyatanya tidak. Kami bertahan dengan sangat buruk, terutama proses terjadinya gol pertama lawan.”
“Namun, saya tidak punya alasan untuk menyalahkan para pemain. Mereka sudah melakukan segala cara yang melegakan demi bisa lolos ke Liga Champions.”
Kekalahan ini disebut-sebut sebagai aksi “bunuh diri” massal dari sang Diavolo Rosso. Bagaimana tidak, Milan menutup musim dengan performa amburadul setelah menelan tiga kekalahan dari empat pertandingan terakhir.
Kini, masa depan klub pun diselimuti ketidakpastian besar.
“Saat ini saya sangat kecewa dan marah karena kami gagal ke Liga Champions. Setelah kami berhasil mengalahkan Genoa pekan lalu, tidak ada yang memprediksi kekalahan menyakitkan seperti ini akan terjadi,” akui Allegri.
“Tapi ya inilah sepak bola, kami harus berlapang dada menerimanya. Kami perlu mengevaluasi total musim ini. Saya tidak bisa mencela kerja keras para pemain, mereka sudah menunjukkan apa yang harus mereka tunjukkan di lapangan sepanjang tahun ini.”
“Saya tidak tahu pasti apa yang salah. Kami jelas melakukan banyak kesalahan fatal dalam beberapa kekalahan terakhir, padahal situasi sempat membaik saat melawan Genoa.”
“Ketika Anda mengevaluasi akhir musim, hasil akhir memang selalu mengubah perspektif Anda dalam melihat sesuatu. Namun, kami harus tetap berkepala dingin melihat situasi secara keseluruhan.”
Krisis Karakter dan Sengkarut Manajemen Milan
Penyakit kronis berupa hilangnya determinasi di laga-laga krusial sebenarnya sudah lama menjangkiti Milan, bahkan sebelum Allegri datang menjabat musim panas lalu.
“Kami terlalu pasif dalam mengantisipasi kedua gol Cagliari, dan hal seperti itu biasanya tidak terjadi. Kami bermain lebih rapi saat melawan Genoa, tapi malam ini rasa cemas berlebih justru menyelimuti tim dan kami gagal bangkit.”
Ironisnya, riak-riak perpecahan sudah terasa bahkan sebelum peluit sepak mula dibunyikan. Suporter sempat menyuarakan protes keras menyusul ketidakjelasan struktur hierarki klub.
Hingga saat ini, publik masih bingung siapa yang sebenarnya memegang kendali penuh atas masa depan Milan di antara Allegri, Direktur Olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan sang penasihat khusus, Zlatan Ibrahimovic.
Saat disinggung mengenai masa depan kariernya di San Siro, Allegri memilih menghindar.
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saat ini, fokus saya hanya tertuju pada hasil buruk yang baru saja kami terima. Jelas, rapor setahun penuh harus dievaluasi, kesalahan telah dibuat, tapi tidak ada gunanya meratapi hal itu sekarang,” pungkas Allegri.
Scr/Mashable


















