Alibaba Klaim Model AI Qwen3.7-Max Ungguli ChatGPT dan Gemini dalam Pemrograman

02.06.2026
Alibaba Klaim Model AI Qwen3.7-Max Ungguli ChatGPT dan Gemini dalam Pemrograman
Alibaba Klaim Model AI Qwen3.7-Max Ungguli ChatGPT dan Gemini dalam Pemrograman

Persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) global semakin memanas setelah raksasa teknologi asal China, Alibaba, meluncurkan model AI terbaru bernama Qwen3.7-Max. Model ini diklaim mampu melampaui performa sejumlah model AI milik OpenAI dan Google dalam pengujian kemampuan pemrograman atau coding.

Peluncuran tersebut menandai langkah agresif perusahaan-perusahaan teknologi China untuk memperkuat posisi mereka dalam kompetisi AI global yang selama ini didominasi perusahaan Amerika Serikat seperti OpenAI, Google, hingga Anthropic.

Melansir dari India Today, Jumat (29/05/2026), Alibaba menyebut Qwen3.7-Max berhasil menempati peringkat keempat dunia dalam Code Arena, sebuah tolok ukur yang mengukur kemampuan model AI dalam menyelesaikan tugas pemrograman secara mandiri. Model ini memperoleh skor 1.541, berada di bawah model AI keluarga Claude milik Anthropic yang memang dikenal kuat dalam sektor coding.

Berbeda dengan chatbot AI konvensional yang hanya merespons pertanyaan pengguna, Qwen3.7-Max dirancang sebagai AI agentic atau agen AI mandiri. Teknologi ini memungkinkan sistem bekerja secara otonom dalam menangani proyek-proyek kompleks tanpa perlu arahan terus-menerus dari manusia.

Alibaba menyebut model tersebut mampu mengelola proyek perangkat lunak multi-file, membangun prototipe antarmuka pengguna, menjalankan otomatisasi pekerjaan kantor menggunakan tools eksternal, hingga melakukan pengembangan perangkat lunak secara mandiri dalam waktu lama.

Dalam demonstrasi internal perusahaan, Qwen3.7-Max disebut mampu bekerja selama sekitar 35 jam tanpa henti untuk mengoptimalkan kode salah satu chip AI milik Alibaba. Selama proses itu, sistem menjalankan lebih dari 432 pengujian kernel dan melakukan lebih dari 1.100 pemanggilan alat bantu pemrograman.

Alibaba mengklaim hasil optimasi tersebut menghasilkan peningkatan performa hingga 10 kali lipat dibanding implementasi awal, meskipun model AI itu disebut belum pernah dilatih menggunakan arsitektur chip tersebut sebelumnya.

Langkah Alibaba memperkenalkan Qwen3.7-Max juga memperlihatkan perubahan strategi perusahaan. Jika seri Qwen sebelumnya dirilis secara open-source, versi terbaru ini bersifat proprietary dan hanya tersedia melalui layanan API Alibaba Cloud Model Studio.

Selain kemampuan coding, model AI terbaru tersebut juga diklaim dapat memantau sistem pelatihan AI, mendeteksi perilaku mencurigakan dalam pengembangan perangkat lunak, hingga membantu sistem robotika bernavigasi di lingkungan fisik.

Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Agentic AI

Bersamaan dengan peluncuran model AI terbaru, Alibaba Cloud juga memperkenalkan sejumlah inovasi infrastruktur AI dalam Konferensi Qwen internasional pertama yang digelar di Singapura.

Chief Technology Officer dan President of International Business Alibaba Cloud, Dr. Feifei Li, mengatakan era agentic AI akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.

“Melalui ekosistem AI full-stack yang kami bangun, kami tidak hanya menghadirkan model AI yang canggih, tetapi juga produk AI-native dan infrastruktur cloud agentic yang membantu pelanggan global mengintegrasikan AI ke dalam operasional mereka secara lebih mulus,” ujar Feifei Li.

Alibaba Cloud turut memperkenalkan Qwen Cloud, platform cloud AI-native yang memungkinkan pengembang dan perusahaan membangun aplikasi berbasis AI dengan lebih sederhana. Platform tersebut mendukung berbagai model AI untuk pemrosesan teks, gambar, audio, video, hingga embedding.

Tak hanya itu, perusahaan juga memperkenalkan portal “Skills” yang memungkinkan agen AI mengakses lebih dari 60 layanan cloud Alibaba menggunakan pendekatan berbasis Model Context Protocol (MCP).

Di sisi lain, Alibaba juga meluncurkan JVS Agent Suite, rangkaian alat pengembangan agen AI untuk kebutuhan enterprise. Produk tersebut dirancang untuk membantu perusahaan membangun sistem AI otonom yang mampu bekerja lintas aplikasi dan melakukan kolaborasi antarsistem AI.

Kemunculan Qwen3.7-Max menjadi bagian dari tren meningkatnya persaingan AI antara perusahaan teknologi China dan Amerika Serikat. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan China seperti DeepSeek, Kimi, hingga Zhipu AI juga mulai memperlihatkan kemajuan pesat dalam pengembangan large language model (LLM).

Persaingan tidak lagi terbatas pada chatbot percakapan, tetapi mulai bergeser menuju pengembangan AI agent yang mampu bekerja layaknya engineer atau asisten profesional mandiri.

Alibaba sendiri kini menjadi salah satu pemain utama dalam perlombaan tersebut, terutama setelah perusahaan memperkuat posisi Alibaba Cloud sebagai pusat pengembangan ekosistem AI global.

Selain mengembangkan model AI, Alibaba juga mengumumkan keanggotaannya sebagai Platinum Member di PyTorch Foundation di bawah Linux Foundation untuk mendukung pengembangan ekosistem AI open-source dunia.

Sebagai bagian dari ekspansi komunitas AI, Alibaba Cloud juga menggelar hackathon global bagi developer dan startup untuk membangun agen AI berbasis model Qwen, sekaligus kompetisi film pendek berbasis AI bersama platform kreatif Picsart menggunakan model video AI milik Alibaba bernama HappyHorse.

Scr/Mashable




Don't Miss