Gara-gara AI Generatif, Kapten Kirk Star Trek Mendadak Pakai Jas Kantoran di Thumbnail Paramount+

02.06.2026
Gara-gara AI Generatif, Kapten Kirk Star Trek Mendadak Pakai Jas Kantoran di Thumbnail Paramount+
Gara-gara AI Generatif, Kapten Kirk Star Trek Mendadak Pakai Jas Kantoran di Thumbnail Paramount+

Dunia maya khususnya sirkel pencinta sinema fiksi ilmiah mendadak heboh setelah platform streaming Paramount+ ketahuan menggunakan AI generatif secara serampangan. Berdasarkan laporan valid dari media Kotaku, kecerdasan buatan tersebut dipakai untuk membuat gambar mini (thumbnail) film legendaris Star Trek II: The Wrath of Khan dengan hasil yang super aneh.

Dikutip dari Engadget, Senin (1/6/2026), gambar promosi tersebut menampilkan sosok Kapten Kirk yang diperankan oleh William Shatner sedang berpose menggunakan setelan jas bisnis lengkap dengan dasinya. Padahal sepanjang sejarah waralaba berjalan, sang kapten legendaris tidak pernah sekalipun memakai baju kantoran karena masa depan Star Trek diceritakan sudah tidak lagi mengenal konsep uang maupun bisnis formal.

Kronologi Terciptanya Kostum Palsu Sang Kapten

Banyak pengamat film berspekulasi mengenai alasan di balik keputusan Paramount+ membiarkan AI kecilnya mendandani kapten Starfleet paling ikonik itu layaknya seorang agen asuransi. Seniman Ryan Estrada mencoba membongkar misteri ini dan menemukan bahwa potongan wajah Kirk sebenarnya dicomot dari adegan asli saat sang kapten sedang melakukan pemindaian retina mata.

Sayangnya gambar asli dari cuplikan film jadul tersebut hanya menampilkan area wajah (close-up) Shatner yang dahi atasnya terpotong oleh bingkai kamera. Tim internal Paramount+ diduga malas dan sengaja menyuruh AI untuk menempelkan kepala Kirk ke tubuh palsu berjas formal demi mendapatkan gambar berukuran proporsional secara instan.

Hasil Editan Amatir yang Bikin Fans Garuk Kepala

Akibat proses edit instan lewat kecerdasan buatan tersebut, hasil akhir dari thumbnail film itu malah terlihat sangat kocak sekaligus memprihatinkan. Selain setelan jas yang keluar dari jalur cerita (lore), tatanan rambut Kapten Kirk juga tampak sangat palsu dengan garis potongan yang tidak rapi di bagian dahi.

“Komunitas netizen di media sosial X (Twitter) langsung kompak menertawakan fenomena ini dan melabeli gambar cacat tersebut sebagai era ‘AI Kirk yang Payah’,” tulisnya.

Meski gelombang protes dan ejekan dari para fans terus mengalir deras, pihak Paramount+ terpantau masih betah memajang gambar visual aneh tersebut di etalase aplikasi mereka.

Visi Korporat yang Malah Jadi Boomerang bagi Penggemar

Blunder visual ini seakan menjadi validasi atas pernyataan bos besar Paramount, David Ellison, yang sempat sesumbar ingin mengubah setiap lini bisnisnya menggunakan bantuan teknologi modern. Namun jika hasil uji coba awalnya saja sudah sekacau ini, para penggemar berat film disarankan untuk mulai berinvestasi membeli kepingan Blu-Ray fisik agar bisa menikmati karya asli tanpa distorsi AI.

Bagi para Trekkies (sebutan fans Star Trek) seumur hidup, kebijakan Paramount modern dalam mengelola waralaba kesayangan mereka belakangan ini memang kerap kali mendatangkan rasa sakit hati. Perusahaan tersebut dinilai mulai kehilangan arah setelah sempat membatalkan proyek potensial Starfleet Academy dan mendadak menghentikan proses produksi serial populer Strange New Worlds.

Kualitas Seni yang Terancam Efisiensi Murahan

Kasus thumbnail palsu bertenaga AI ini menjadi alarm keras bagi industri hiburan mengenai batasan penggunaan teknologi dalam karya seni visual. Mengorbankan akurasi cerita demi efisiensi biaya dan kecepatan produksi justru berisiko merusak reputasi waralaba besar yang sudah dibangun selama puluhan tahun.

Pada akhirnya, secanggih apa pun algoritma kecerdasan buatan yang dimiliki korporasi, sentuhan serta pengawasan dari kreator manusia tetap tidak akan bisa digantikan. Kita lihat saja apakah Paramount+ bakal segera menurunkan gambar tersebut atau justru tetap membiarkannya sebagai monumen kegagalan estetika digital.

Scr/Mashable




Don't Miss