Jaksa Prancis Selidiki Senator Paraguay usai Hina Kylian Mbappé dengan Ujaran Rasis

08.07.2026
Jaksa Prancis Selidiki Senator Paraguay usai Hina Kylian Mbappé dengan Ujaran Rasis
Jaksa Prancis Selidiki Senator Paraguay usai Hina Kylian Mbappé dengan Ujaran Rasis

Jaksa Prancis resmi membuka penyelidikan terhadap Senator Paraguay, Celeste Amarilla de Boccia, setelah diduga melontarkan ujaran rasis kepada kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappé, menyusul pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Paraguay.

Penyelidikan dimulai setelah Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengajukan laporan resmi kepada otoritas setempat. Jaksa di Paris menyatakan kasus tersebut diselidiki atas dugaan penghinaan di ruang publik yang diperberat karena bermotif rasial serta hasutan untuk menebar kebencian atau kekerasan.

Kasus ini mencuat setelah Prancis menyingkirkan Paraguay dengan skor 1-0 di Philadelphia. Mbappé menjadi penentu kemenangan lewat eksekusi penalti, namun seusai pertandingan ia justru menjadi sasaran komentar bernada rasis dari Amarilla de Boccia melalui media sosial X.

Dalam unggahannya, senator tersebut melontarkan sejumlah penghinaan yang menyerang latar belakang etnis Mbappé. Ia bahkan menyebut pemain berusia 27 tahun itu sebagai “orang Kamerun yang dijajah” dan melontarkan kalimat lain yang dinilai bernuansa rasis. Pernyataan tersebut memicu kecaman luas dari berbagai pihak di Prancis.

Presiden FFF, Philippe Diallo, menyebut komentar Amarilla sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

“Komentar tersebut sangat tercela dan tidak dapat diterima. Saya menyampaikan dukungan penuh kepada kapten kami, seluruh pemain, dan semua korban dari ucapan seperti ini,” tulis Diallo di media sosial X.

Diallo juga menyebut pernyataan tersebut sebagai tindakan yang “kriminal” dan “patut dikecam”, sekaligus menegaskan bahwa FFF akan menempuh jalur hukum.

Dukungan kepada Mbappé juga datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Satu gol lagi untuk Kylian Mbappé. Kali ini melawan rasisme. Saya mendukungnya sepenuhnya. Ketika kata-kata melukai, nilai-nilai kita mengirimkan pesan tentang martabat, rasa hormat, dan persaudaraan,” tulis Macron di akun X miliknya.

Mbappé kemudian membalas langsung komentar senator tersebut. Ia menilai Amarilla tidak pantas menduduki jabatan publik dan justru telah mencoreng nama Paraguay.

“Anda adalah perempuan yang patut dihina dan tidak layak menduduki jabatan Anda. Anda tidak mewakili Paraguay.”

Kapten Les Bleus itu juga menegaskan tidak akan membiarkan ujaran kebencian dan rasisme terus disebarkan.

“Saya tidak akan pernah memberi kebebasan kepada orang-orang seperti Anda untuk menyebarkan kebencian dan rasisme di dunia.”

Setelah menuai kritik internasional, Amarilla akhirnya mengunggah surat terbuka kepada Mbappé. Ia mengaku menyesali kata-kata yang dilontarkannya dan menyebut emosinya saat itu sedang memuncak.

“Unggahan saya dibuat dengan darah yang mendidih. Setelah beberapa saat, saya menyesal telah menghina Anda dengan kata-kata yang sama seperti yang sering saya terima, karena saya juga dipandang rendah akibat berkulit cokelat dan berasal dari Amerika Latin.”

Meski menyampaikan penyesalan, Amarilla tetap menegaskan bahwa komentarnya ditujukan secara pribadi kepada Mbappé dan bukan kepada Prancis.

Kasus ini kini masih berada dalam penanganan otoritas hukum Prancis. Jika terbukti bersalah, senator Paraguay tersebut dapat menghadapi proses hukum berdasarkan ketentuan pidana Prancis mengenai ujaran kebencian dan penghinaan bermotif rasial.

Scr/Mashable





Don't Miss