Arsenal Segera Amankan ‘The Next Saka’ Usai Sepakati Transfer Rp848 Miliar, Lini Serang Makin Mengerikan

17.07.2026
Arsenal Segera Amankan 'The Next Saka' Usai Sepakati Transfer Rp848 Miliar, Lini Serang Makin Mengerikan
Arsenal Segera Amankan 'The Next Saka' Usai Sepakati Transfer Rp848 Miliar, Lini Serang Makin Mengerikan

Proses evaluasi tim nasional Inggris pasca-kekalahan menyakitkan dari Argentina di semifinal Piala Dunia masih terus berjalan. Namun, dari sudut pandang Arsenal, prioritas utama saat ini adalah memantau kebugaran dan kondisi psikologis para bintang mereka yang baru saja membela The Three Lions.

Banyak pihak masih dibuat heran mengapa kekalahan di semifinal tersebut bisa terjadi tanpa melihat pemain sekreatif Eberechi Eze, Noni Madueke, atau Bukayo Saka menginjakkan kaki di lapangan. Strategi racikan Thomas Tuchel di menit-menit akhir dinilai terlalu defensif tanpa alasan yang jelas.

Kondisi Declan Rice juga memicu kekhawatiran. Gelandang jangkar berusia 27 tahun itu terus diperas tenaganya dalam beberapa pekan terakhir, padahal ia jelas-jelas tengah berjuang melawan cedera dan gangguan kesehatan.

Mantan kapten West Ham United ini tampaknya menjadi salah satu dari sekian banyak pemain yang kelelahan hebat akibat jadwal kompetisi domestik yang super padat bersama klub.

Sebab itu, sang gelandang bertenaga monster tersebut butuh istirahat total sebelum berpikir untuk kembali merumput bersama Arsenal. Hal yang sama juga berlaku bagi Bukayo Saka, menyusul turnamen yang membuat frustrasi bagi aset paling berharga milik Mikel Arteta tersebut.

Bedah Performa Frustrasi Bukayo Saka di Piala Dunia

Fakta bahwa Tuchel sangat ngotot untuk memilih Saka—meski sang winger didera masalah kebugaran—membuktikan betapa pentingnya peran pemain berusia 24 tahun itu. Lulusan akademi Hale End ini memang selalu menjadi bintang utama Inggris di beberapa turnamen internasional beruntun sejak performa hebatnya di Euro 2020.

Namun, ini adalah kisah lama yang terus terulang. Manajer timnas Inggris dari masa ke masa kerap terburu-buru menurunkan pemain bintang yang belum fit 100 persen hanya karena reputasi besar mereka, mirip dengan kasus Wayne Rooney pada Piala Dunia 2006 silam.

Sejujurnya, Saka lebih membutuhkan waktu istirahat di musim panas ini ketimbang dipaksa bermain sebagai pemain pengganti dalam beberapa laga terakhir. Akibatnya, ia tidak pernah benar-benar terlihat mencapai kecepatan maksimalnya di sisi sayap kanan Inggris.

Momen terbaik Saka hanyalah saat memberikan assist untuk gol Jude Bellingham melawan Meksiko di babak 16 besar. Namun, selain momen itu, ia praktis terisolasi dan tidak terlihat di lapangan sebelum akhirnya digantikan lebih awal di babak kedua.

Meski begitu, bukan berarti performa Saka sepenuhnya buruk. Ia tercatat memberikan assist krusial untuk gol pengunci kemenangan Marcus Rashford kontra Kroasia. Skema sepak pojoknya juga berhasil menemukan kepala Jude Bellingham untuk membuka keunggulan saat bersua Panama.

Sepanjang turnamen, hanya ada lima pemain yang mencatatkan jumlah assist lebih banyak dari Saka (tiga assist), termasuk rekan setimnya di Arsenal, Martin Odegaard (empat assist). Catatan ini membuktikan bahwa dalam kondisi tidak fit pun, Saka tetap mampu memberikan kontribusi nyata.

Kini, turnamen telah usai dan saatnya bagi Saka untuk berlibur guna memulihkan tenaga. Sementara itu di London Utara, roda aktivitas transfer Arsenal mulai bergerak cepat di bawah komando Direktur Olahraga, Andrea Berta.

Siasat Arsenal Mendaratkan ‘Kembaran’ Bukayo Saka

Untuk sektor sayap kanan, posisi Arsenal sebenarnya terbilang sangat aman karena Arteta masih memiliki talenta muda Max Dowman, di samping Bukayo Saka dan Noni Madueke. Namun, perombakan besar diprediksi akan terjadi di sektor sayap kiri.

Leandro Trossard sudah resmi angkat kaki ke klub Turki, Besiktas. Sementara itu, Gabriel Martinelli kini tengah menarik minat banyak klub besar Eropa setelah menjalani kampanye Piala Dunia yang menjanjikan bersama timnas Brasil.

Dengan potensi kepergian para penyerang sayap tersebut, Arsenal wajib mencari pengganti sepadan. Pemain pertama yang dilaporkan segera merapat ke Emirates Stadium adalah bintang muda milik Club Brugge, Christos Tzolis.

Berdasarkan laporan media-media Italia, Tzolis dikabarkan telah menyepakati persyaratan pribadi untuk kontrak berdurasi lima tahun bersama Meriam London. Penyerang sayap berusia 24 tahun ini dibanderol dengan mahar sekitar £35 juta (sekitar Rp848 miliar) dan sudah dipantau secara intensif oleh pemandu bakat Arsenal sejak bursa transfer Januari lalu, menyusul performa gemilangnya di Liga Belgia musim 2025/2026.

Jurnalis terpercaya The Athletic, David Ornstein, juga memperkuat kabar ini dengan menyebutkan bahwa kesepakatan total dengan Club Brugge telah tercapai dan proses transfer kini sedang memasuki tahap finalisasi.

Menariknya, gaya bermain Tzolis memiliki kemiripan yang sangat identik dengan Bukayo Saka. Winger lincah asal Yunani ini sangat mematikan di depan gawang sekaligus pelayan yang luar biasa bagi rekan-rekan setimnya lewat catatan keterlibatan gol (goal involvement) yang fantastis.

Musim lalu di Liga Pro Belgia, Tzolis sukses membukukan 17 gol dan 23 assist. Ia juga menciptakan 25 peluang emas (big chances) serta mencatatkan rata-rata 3,8 umpan kunci per pertandingan.

Sebagai perbandingan, mari tengok statistik terbaik Saka pada musim 2023/2024. Saat itu, Saka mencatatkan 25 kombinasi gol dan assist di Liga Inggris, menciptakan 15 peluang emas, dan menorehkan rata-rata 2.6 umpan kunci per laga.

Secara angka kasar, Tzolis memang unggul, namun faktor level kompetisi di luar lima liga top Eropa tetap harus menjadi catatan.

Indikator pembanding yang lebih adil adalah performa keduanya di panggung Liga Champions musim lalu. Tzolis berhasil mencetak 3 gol dan 3 assist dari 10 laga, membuat 5 peluang emas, serta melepaskan rata-rata 1,4 umpan kunci per pertandingan.

Catatan tersebut hampir mirip dengan torehan Saka yang mengemas 5 kombinasi gol dan assist dari 11 laga, menciptakan 3 peluang emas, serta menorehkan rata-rata 1,5 umpan kunci per laga.

Kedua pemain ini juga sama-sama memiliki akurasi operan sebesar 83%. Angka ini menunjukkan bahwa meski memiliki determinasi menyerang yang tinggi, keduanya bukanlah tipe pemain yang ceroboh dan sangat bisa dipercaya untuk menguasai bola di area sempit di lini sayap.

Kabar baiknya bagi Gooners, performa Tzolis bukanlah fenomena semusim semata (one-hit wonder). Pada musim 2024/2025, ia sudah berhasil mengemas 25 kombinasi gol dan assist di Belgia.

Pemain seharga Rp716 miliar ini telah menemukan konsistensi bermainnya setelah sempat kesulitan saat membela Norwich City beberapa tahun lalu.

Tzolis adalah tipe pemain yang bermain langsung, dinamis, tajam, dan kreatif. Ia adalah sosok segar yang sangat dibutuhkan untuk menambah daya gedor lini depan Mikel Arteta musim depan.

Arsenal memang sudah memiliki Saka di sisi kanan, tetapi bintang Inggris itu tentu tidak bisa menggendong beban tim sendirian sepanjang musim.

Kehadiran winger berkaki lincah seperti Christos Tzolis bisa menjadi solusi sempurna demi menjaga ambisi Arsenal mempertahankan gelar juara.

Scr/Mashable





Don't Miss