Bulu tangkis merupakan olahraga yang menuntut presisi, kecepatan, dan kontrol ekstra tinggi. Bobot shuttlecock (kok) yang sangat ringan membuat jalurnya amat peka terhadap pergerakan udara. Bahkan di dalam stadion tertutup sekalipun, embusan angin kecil—yang biasa disebut pemain sebagai drift—bisa mengubah arah pukulan secara drastis.
Fenomena drift umumnya dipicu oleh sistem pendingin udara (AC), pintu yang terbuka, suhu udara panas dari luar, hingga struktur desain bangunan arena lapangan. Angin ini bisa membuat kok melaju sangat cepat di satu sisi lapangan, tetapi terasa lambat di sisi sebaliknya.
Hembusan dari samping bahkan sering kali menghempaskan kok keluar dari garis batas.
Bagi atlet profesional, kemampuan beradaptasi dengan drift adalah keterampilan wajib. Dari sekian banyak arena global, berikut adalah 5 stadion bulu tangkis paling ikonik di dunia yang terkenal memiliki drift atau terpaan angin paling kuat dan menantang seperti dikutip dari Sports Digest:
1. Istora Senayan (Jakarta, Indonesia)
Terletak di dalam kompleks Gelora Bung Karno, Istora Senayan merupakan “rumah spiritual” bulu tangkis dunia. Pasca-renovasi untuk Asian Games 2018, stadion ini mampu menampung sekitar 7.166 penonton dan telah menjadi tuan rumah bagi ajang bergengsi seperti Indonesia Open, Indonesia Masters, Kejuaraan Dunia, hingga Piala Thomas & Uber.
Iklim Indonesia yang panas dan lembap mengharuskan penggunaan AC berskala besar. Imbasnya, embusan angin di dalam arena menjadi sangat terasa dan sulit ditebak.
Pukulan yang terlihat pas sering kali melayang terlalu jauh atau justru jatuh terlalu pendek. Dipadukan dengan riuh gemuruh pendukung tuan rumah yang legendaris, menaklukkan “angin Istora” menjadi ujian wajib bagi siapa pun yang ingin menjadi juara.
2. Utilita Arena / National Indoor Arena (Birmingham, Inggris)
Berlokasi di Birmingham, arena serbaguna bertaraf internasional ini telah menjadi rumah bagi kejuaraan bulu tangkis tertua dan paling prestisius di dunia, All England Open, sejak tahun 1994. Stadion ini sanggup menampung lebih dari 10.000 penonton.
Meski suhu udara di Eropa relatif lebih dingin sehingga tidak membutuhkan AC sekuat di Asia, pergerakan udara tetap menjadi tantangan tersendiri. Begitu besarnya dampak drift di arena ini sampai-sampai pihak penyelenggara All England menggunakan alat khusus untuk mengukur dan menampilkan tingkat pergerakan angin bagi para pemain.
3. Riocentro Pavilion 4 (Rio de Janeiro, Brasil)
Pada gelaran Olimpiade Rio 2016, cabang olahraga bulu tangkis dipertandingkan di Paviliun 4 kompleks Riocentro. Aula besar berkapasitas 16.000 penonton ini sempat memicu banjir kritik dari para pemain dan pelatih akibat masalah drift yang amat parah.
Penggunaan AC berdaya tinggi demi meredam cuaca panas Brasil menciptakan embusan angin yang tidak konsisten di setiap sisi lapangan. Bahkan, kondisi drift di Lapangan 1, 2, dan 3 bisa berbeda-beda. Pihak penyelenggara pun tidak bisa mematikan AC begitu saja karena dapat membuat lapangan licin akibat keringat pemain serta risiko overheating.
4. Axiata Arena / Stadion Putra (Kuala Lumpur, Malaysia)
Berada di dalam Kompleks Olahraga Bukit Jalil, arena berkapasitas 16.000 penonton ini merupakan tempat penyelenggaraan Malaysia Open, Malaysia Masters, hingga Piala Thomas.
Para pebulu tangkis dunia kerap menjuluki drift di Axiata Arena sebagai salah satu yang paling “kejam”. Tidak sedikit pemain unggulan yang langsung gugur di babak-babak awal karena gagal membaca arah angin. Sebaliknya, para wakil Malaysia yang rutin berlatih di lokasi ini kerap mendapat keuntungan lebih karena sudah terbiasa dengan karakteristik anginnya.
5. Wembley Arena / Empire Pool (London, Inggris)
Dibangun pada era 1930-an dengan nama awal Empire Pool, Wembley Arena adalah saksi bisu sejarah panjang bulu tangkis dunia. Arena ini pernah menjadi tuan rumah All England selama 37 tahun berturut-turut (1957–1993) serta laga bulu tangkis Olimpiade London 2012.
Stadion ini sangat termasyhur dengan istilah “Wembley Drift”. Pada akhir 1980-an, penyelenggara bahkan terpaksa mengubah tata letak lapangan (court layout) demi meminimalisasi gangguan angin. Legenda bulu tangkis India, Prakash Padukone, bahkan pernah mengungkapkan bahwa kunci utamanya menjuarai All England adalah persiapan khusus untuk menaklukkan drift ajaib di Wembley Arena.
Scr/Mashable















