Di kampung, menjadi orang asing hampir tidak mungkin. Tetangga tahu kita anak siapa, rumah kita di mana, dan tempat sekolah kita dulu. Guru mengenal orang tua. Teman bermain tahu keluarga. Kalau pulang terlalu malam, bukan tidak mungkin kabarnya sampai ke rumah sebelum kita sendiri tiba.
Buat anak muda, keadaan seperti itu bisa terasa melelahkan. Ada saja yang memperhatikan dan memberi penilaian. Perubahan kecil dalam cara berpakaian bisa mengundang komentar. Teman baru pun tak luput dari perhatian sekitar. Pulang larut, besoknya mungkin sudah menjadi bahan obrolan.
Tetapi pengawasan semacam itu tidak hanya mengganggu kenyamanan. Ia ikut membentuk batas tentang apa yang pantas dilakukan dan apa yang sebaiknya dihindari.
Seseorang belajar bahwa tindakan tertentu membawa konsekuensi sosial, bukan hanya karena takut dimarahi orang tua. Ada rasa sungkan kepada tetangga, guru, keluarga besar, atau orang-orang yang sudah mengenalnya sejak kecil. Nama keluarga ikut menempel pada dirinya. Apa yang dilakukan seseorang tidak selalu berhenti sebagai urusan pribadi.
Menanggalkan Cerita Lama di Kota Besar
Kemudian ia pindah ke kota. Teman kuliah tidak tahu bagaimana dirinya ketika masih sekolah. Teman kerja tidak mengenal orang tuanya. Tetangga kos mungkin hanya mengenal sebagai penghuni kamar di sebelah. Cerita lama tidak otomatis ikut pindah bersama dirinya.
Keadaan itu memberi kesempatan untuk membentuk identitas baru. Cara berpakaian dapat berubah tanpa komentar tetangga. Pertemanan bisa dibangun tanpa memikirkan hubungan antarkeluarga. Anak yang sejak kecil dikenal pendiam dapat menjadi lebih terbuka. Orang yang merasa tidak cocok dengan lingkungan asal bisa menemukan kelompok yang membuatnya merasa diterima.
Kebebasan semacam ini memang menjadi salah satu daya tarik kehidupan kota. Tetapi kebebasan juga membuat batas sosial yang dulu terasa jelas menjadi lebih mudah dinegosiasikan.
Anak muda tidak selalu mengubah perilaku melalui keputusan besar. Sering kali perubahan dimulai dari hal yang dianggap sepele. Ia ikut tertawa ketika teman melontarkan candaan kasar. Mengikuti pembicaraan tentang orang lain karena semua orang melakukannya. Datang ke tempat tertentu karena tidak ingin menjadi satu-satunya yang ketinggalan zaman.
Awalnya mungkin terasa tidak nyaman. Setelah beberapa kali, perasaan seperti itu dapat memudar. Moral dalam pergaulan tidak selalu hadir sebagai aturan tertulis. Ia juga terbentuk melalui kebiasaan dan penerimaan kelompok. Sesuatu yang semula dianggap keterlaluan dapat berubah menjadi hal biasa setelah terus dilakukan tanpa mendapat keberatan dari orang-orang sekitar.
Ketika Batas Perlahan Kabur
Pada tahap tertentu, pergeseran batas itu dapat membawa konsekuensi yang lebih besar. Mabuk-mabukan, misalnya, mungkin bermula sebagai aktivitas untuk bersenang-senang bersama teman. Ketika perilaku tersebut terus dilakukan dan diterima oleh kelompok, risikonya dapat terasa semakin biasa saja.
Penyalahgunaan narkoba juga dapat bermula dari lingkungan pergaulan. Seseorang mengenalnya melalui teman, kemudian berhadapan dengan kelompok yang tidak lagi melihat perilaku itu sebagai sesuatu yang harus dihindari. Dalam kondisi semacam itu, batas yang sebelumnya terasa tegas dapat perlahan menjadi kabur.
Hal serupa berlaku dalam hubungan seksual. Kurangnya pengetahuan dan tanggung jawab dapat membawa konsekuensi seperti kehamilan di luar nikah. Pada titik ini, persoalannya bukan sekadar perubahan kebiasaan, tetapi keputusan yang membawa dampak bagi kehidupan seseorang dan orang lain.
Anonimitas tentu bukan penyebab tunggal dari semua perubahan tersebut. Pengaruh keluarga, kondisi ekonomi, pendidikan, kepribadian, serta lingkungan pergaulan tetap memiliki peran. Namun, ketika seseorang memasuki lingkungan baru tanpa membawa prinsipnya, proses membentuk batas baru menjadi lebih terbuka.
Psikologi Anonimitas & Realita Jutaan Pemuda
Festinger, Pepitone, dan Newcomb membahas deindividuasi pada 1952, ketika identitas personal seseorang menjadi kurang menonjol dalam situasi kelompok. Penelitian Philip Zimbardo kemudian memperluas pembahasan tentang hubungan antara anonimitas dan perilaku. Gagasan tersebut membantu menjelaskan mengapa kontrol terhadap perilaku dapat berubah ketika perhatian terhadap identitas personal melemah.
Dalam kehidupan sehari-hari, proses itu tidak berlangsung dalam ruang abstrak. Anak muda mengalaminya di kampus, tempat kerja, kos, organisasi, komunitas, tempat nongkrong, dan lingkaran pertemanan. Di tempat-tempat itulah kebiasaan baru dipelajari, diterima, atau ditolak.
Anak muda yang baru pindah ke kota harus membaca lingkungan barunya. Ia belajar cara berbicara, bercanda, berpakaian, dan bergaul agar dapat diterima. Tidak semua kebiasaan diambil karena benar-benar disukai. Sebagian muncul karena menjadi bagian dari kelompok terasa lebih penting daripada mempertahankan keberatan pribadi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat 64,22 juta pemuda di Indonesia pada 2024, dan 60,72 persen di antaranya tinggal di wilayah perkotaan. Angka tersebut tidak menjelaskan moral pemuda Indonesia, tetapi menunjukkan besarnya jumlah anak muda yang menjalani kehidupan dalam lingkungan sosial perkotaan.
Bagi mereka, perpindahan ke kota bukan sekadar pindah tempat tinggal. Ada perubahan dalam cara seseorang dikenal, dinilai, dan membentuk dirinya sendiri.
Di lingkungan lama, identitas sudah banyak diberikan melalui keluarga, sekolah, tetangga, dan sejarah pergaulan. Di kota, identitas lebih banyak dibentuk melalui pilihan sendiri. Teman yang dipilih, kebiasaan yang diikuti, kelompok yang dimasuki, dan batas yang bersedia diterima perlahan ikut menentukan siapa dirinya.
Kebebasan menjadi anonim akhirnya bukan hanya soal tidak dikenal. Ia juga berarti berhadapan dengan keputusan-keputusan yang sebelumnya banyak dikontrol oleh pandangan orang yang mengenalnya.
Ketika tidak ada lagi orang yang mengenal kita cukup lama, perubahan dapat berlangsung tanpa banyak disadari. Di kota, seseorang bisa menemukan dirinya yang baru. Persoalannya adalah: siapa yang menentukan batas ketika tidak ada lagi lingkungan lama yang melakukannya?















