Bukan Cuma Ray-Ban, Meta Siapkan Layanan “Wearables for Work” dan Agen AI Pintar Bernama Hatch

02.06.2026
Bukan Cuma Ray-Ban, Meta Siapkan Layanan "Wearables for Work" dan Agen AI Pintar Bernama Hatch
Bukan Cuma Ray-Ban, Meta Siapkan Layanan "Wearables for Work" dan Agen AI Pintar Bernama Hatch

Raksasa teknologi Meta dilaporkan sedang gencar mengembangkan sebuah inovasi perangkat keras unik berbentuk liontin bertenaga kecerdasan buatan (AI Pendant) yang siap diuji coba dalam waktu dekat. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini juga dirumorkan sedang bersiap merilis hingga empat model kacamata pintar (smart glasses) baru sebelum pergantian tahun demi menutupi kerugian masif pada divisi perangkat keras mereka.

Mengutip Engadget, Senin (1/6/2026), langkah agresif ini diambil sebagai strategi jitu untuk menyelamatkan neraca keuangan Reality Labs, divisi internal Meta yang menaungi pengembangan teknologi masa depan namun terus-menerus mengalami defisit anggaran. Melalui lini produk wearable teranyar ini, Meta berharap bisa langsung mencuri start dan mendominasi pasar teknologi asisten pribadi berbasis AI yang pasarnya sedang tumbuh seksi.

Jejak Akuisisi di Balik Lahirnya Liontin Pintar Meta

Meskipun pihak manajemen Meta belum memberikan konfirmasi resmi, proyek liontin pintar ini diyakini kuat merupakan hasil buah manis dari aksi akuisisi mereka terhadap perusahaan Limitless pada tahun 2025 lalu. Limitless sendiri merupakan kreator orisinal dari gadget “Pendant”, sebuah mikrofon Bluetooth portabel yang bisa dijepit di baju untuk merekam, membuat transkrip, sekaligus merangkum semua percakapan yang kamu dengar seharian secara otomatis.

“Visi utama kami adalah menghadirkan kecerdasan super pribadi yang bisa diakses oleh semua orang melalui perangkat wearable berkemampuan AI yang luar biasa nyaman digunakan sehari-hari,” ungkap Dan Siroker selaku CEO dari Limitless.

Integrasi teknologi perekam pintar inilah yang nantinya akan disulap oleh Meta menjadi aksesori fesyen berteknologi tinggi yang fungsional sekaligus estetik saat melingkar di leher pengguna.

Strategi Layanan Berlangganan dan Ekosistem Meta One

Bukan cuma fokus jualan perangkat fisik, Meta juga berencana memperluas gurita bisnisnya dengan meluncurkan layanan berlangganan premium khusus korporat bernama “Wearables for Work”. Berdasarkan memo internal yang ditulis oleh Alex Himel selaku Wakil Presiden perangkat wearable Meta, langkah ini sengaja diambil demi mendorong jutaan orang agar terbiasa menggunakan model AI milik perusahaan dan rela membayar biaya bulanan.

Rencana monetisasi tersebut juga mencakup paket langganan untuk “Hatch”, sebuah agen AI konsumen bersifat rahasia yang saat ini performanya masih terus digodok di dapur pengembangan. Semua sistem pembayaran bulanan dari berbagai ekosistem produk pintar ini nantinya akan diintegrasikan secara terpusat melalui gerbang platform keuangan baru yang mereka namai Meta One.

Bocoran Empat Varian Kacamata Pintar Berkode Rahasia

Ambisi Meta untuk berekspansi secara ugal-ugalan terbukti lewat rencana mereka yang ingin melepas ketergantungan dari merek besar seperti Ray-Ban dan Oakley dalam memproduksi kacamata pintar. Sesuai bocoran memo yang beredar, Meta bersiap meluncurkan varian kacamata baru berkode nama “Modelo” pada bulan Juni, disusul oleh varian “Luna” serta “RBM2 Refresh” pada musim gugur mendatang.

Rentetan peluncuran produk pemanja mata tersebut kabarnya akan ditutup secara manis oleh varian kacamata premium bernama “Mojito VIP” yang dijadwalkan rilis pada bulan Desember. Seluruh lini kacamata pintar masa depan ini nantinya dipastikan akan mendapatkan sokongan penuh dari otak kecerdasan buatan teranyar Meta serta asisten digital pintar Hatch.

Target Penjualan Ambisius di Pasar Korporat Global

Dalam pengarahannya kepada para karyawan, Alex Himel memasang target super ambisius untuk bisa menjual sebanyak 10 juta unit perangkat wearable pada paruh kedua tahun 2026 secara global. Demi memuluskan target masif tersebut, Meta tidak hanya rajin menelurkan gawai baru tetapi juga siap memperluas jaringan distribusi penjualan mereka ke lebih banyak negara.

Untuk sektor bisnis (B2B), Meta membidik minimal 10 perusahaan besar untuk segera mendaftar dan mengadopsi program kerja terpadu Wearables for Work dalam aktivitas operasional harian mereka. Mereka bahkan menargetkan penerapan teknologi ini pada setidaknya dua organisasi raksasa yang masing-masing membutuhkan pasokan minimal 100 unit perangkat sekaligus.

Scr/Mashable




Don't Miss