Telkomsel kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu penggerak utama transformasi digital nasional melalui partisipasi aktif dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar di Davos, Swiss, pada 19–22 Januari 2026.
Kehadiran Telkomsel menjadi bagian penting dari representasi Indonesia dalam forum global tersebut, sekaligus memperkuat peran sektor telekomunikasi nasional di tengah dinamika ekonomi dan teknologi dunia yang semakin kompleks.
Partisipasi Telkomsel di WEF 2026 berlangsung dalam rangkaian Indonesia Pavilion dan Indonesia Incorporated Corner, sebuah inisiatif kolaboratif yang digagas oleh Kadin Indonesia bersama Kementerian Investasi & Hilirisasi/BKPM serta Danantara.
Forum ini mempertemukan pemerintah, BUMN, pelaku usaha, dan mitra global dalam satu ruang dialog strategis untuk memperkenalkan Indonesia sebagai mitra ekonomi yang kredibel, inklusif, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
Sebagai bagian dari TelkomGroup yang merupakan BUMN strategis di sektor telekomunikasi, Telkomsel membawa perspektif implementasi nyata transformasi digital berskala nasional.
Dengan cakupan layanan yang menjangkau ratusan juta masyarakat di seluruh Indonesia, Telkomsel memposisikan diri bukan hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai digital infrastructure provider dan transformation enabler yang berperan langsung dalam penguatan daya saing ekonomi digital nasional.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, yang hadir langsung dalam rangkaian WEF 2026, menyoroti tantangan industri telekomunikasi ke depan yang semakin menuntut pendekatan adaptif dan berbasis teknologi.
Menurutnya, kondisi pasar yang semakin matang dan cenderung jenuh mendorong operator seluler untuk terus berinovasi agar tetap relevan dan berkelanjutan.
“Sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, kami menghadapi tantangan pertumbuhan ke depan seiring dengan pasar yang semakin matang dan cenderung jenuh. Karena itu, Telkomsel perlu terus meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau AI, dengan pendekatan yang pragmatis dan dinamis,” ujar Nugroho.
Sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel melihat pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing.
Pendekatan yang diambil pun bersifat pragmatis dan dinamis, menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis serta perkembangan teknologi global yang bergerak cepat.
Lebih lanjut, Nugroho menekankan bahwa strategi pertumbuhan Telkomsel tidak hanya berfokus pada ekspansi horizontal, tetapi juga mencakup eksplorasi peluang pertumbuhan vertikal serta kolaborasi lintas ekosistem.
Dalam konteks ini, forum global seperti World Economic Forum menjadi ruang penting untuk bertukar perspektif, membangun kemitraan strategis, serta mempelajari praktik terbaik dari berbagai negara dan industri.
WEF 2026 sendiri mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas negara dalam merespons fragmentasi global, ketidakpastian ekonomi, serta akselerasi transformasi teknologi.
Bagi Telkomsel, forum ini menjadi momentum strategis untuk berbagi pengalaman implementasi transformasi digital nasional yang telah berjalan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital global.
Scr/Mashable



















