Bradley Barcola Jadi Pewaris Mohamed Salah di Liverpool, Transfer Rp2,9 Triliun Ini Tepat atau Terlalu Mahal?

02.09.2026
Bradley Barcola Jadi Pewaris Mohamed Salah di Liverpool, Transfer Rp2,9 Triliun Ini Tepat atau Terlalu Mahal?
Bradley Barcola Jadi Pewaris Mohamed Salah di Liverpool, Transfer Rp2,9 Triliun Ini Tepat atau Terlalu Mahal?

Liverpool akhirnya menutup salah satu saga transfer terbesar musim panas 2026 dengan mendatangkan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain. Penyerang Prancis berusia 23 tahun itu datang sebagai simbol era baru setelah kepergian Mohamed Salah dan perubahan besar di bawah Andoni Iraola.

Kesepakatan tersebut bernilai awal sekitar £107 juta dan dapat meningkat hingga £123 juta atau setara dengan Rp2,9 triliun melalui bonus, menjadikan Bradley Barcola pemain termahal kedua dalam sejarah Liverpool. Nilai sebesar itu langsung memunculkan pertanyaan besar mengenai apakah kualitasnya benar-benar sepadan dengan investasi klub.

Liverpool mengumumkan transfer Bradley Barcola secara resmi pada 31 Agustus 2026 setelah sang pemain menjalani tes medis di AXA Training Centre. Ia menandatangani kontrak jangka panjang, memakai nomor punggung 29, dan menyatakan salah satu impian terbesarnya adalah menjuarai Liga Inggris.

Konteks transfer Bradley Barcola tidak dapat dilepaskan dari kepergian Mohamed Salah yang meninggalkan Liverpool dengan status bebas transfer menuju Trabzonspor. Kehilangan pemain dengan produktivitas luar biasa itu membuat Iraola membutuhkan penyerang sayap yang mampu memberi ancaman langsung, kecepatan, dan angka.

ESPN menilai profil Bradley Barcola memenuhi banyak karakter yang diinginkan Iraola dari seorang winger, terutama kemampuan memenangkan duel satu lawan satu dan menyerang ruang. Pelatih Liverpool juga menuntut winger bekerja agresif ketika melakukan pressing dan mengikuti pergerakan bek sayap lawan.

Namun, menyebut Bradley Barcola sebagai pengganti langsung Salah bisa menimbulkan ekspektasi yang keliru karena keduanya memiliki kecenderungan posisi berbeda. Barcola menghabiskan sebagian besar menit bermainnya bersama PSG dari sisi kiri, sedangkan Salah membangun dominasinya di Liverpool melalui sisi kanan.

Data ESPN menunjukkan sekitar 77 persen menit Bradley Barcola bersama PSG dimainkan dari kiri dan hanya sekitar 13 persen dari kanan. Artinya, Liverpool kemungkinan tidak membeli replika Salah, melainkan pemain yang diharapkan mengubah struktur serangan secara lebih luas.

Perbedaan itu penting karena Salah bukan sekadar winger kanan, tetapi sumber gol utama yang selama bertahun-tahun menentukan produktivitas Liverpool. Bradley Barcola lebih natural sebagai penyerang yang membawa bola, menyerang ruang belakang, dan menciptakan ketidakseimbangan melalui akselerasi dari sisi lapangan.

Jalan Bradley Barcola menuju level elite tidak berlangsung secepat beberapa talenta lain dari akademi Lyon. Ia merupakan satu dari enam bersaudara dan memulai sepak bola di AS Buers Villeurbanne, klub lokal yang juga pernah membantu perjalanan awal Karim Benzema.

Pada usia delapan tahun, Bradley Barcola masuk akademi Lyon ketika kakaknya, Malcom, juga berkembang sebagai penjaga gawang di klub tersebut. Ia awalnya dimainkan sebagai penyerang tengah sebelum terus berkembang dan dipromosikan menuju tim cadangan Lyon pada 2020.

Mantan rekan akademinya, Arthur Pontet, menggambarkan Barcola sebagai sosok pendiam di ruang ganti tetapi mempunyai kepercayaan diri berbeda ketika berada di lapangan. Kelincahan dan kemampuannya melewati pemain bahkan membuatnya mendapat julukan “La Sauterelle” atau “The Grasshopper”.

Generasi akademi Lyon saat itu juga melahirkan nama seperti Rayan Cherki dan Malo Gusto, tetapi perkembangan Barcola tidak langsung dianggap paling spektakuler. Pontet mengatakan potensinya baru terlihat jauh lebih besar ketika ia mampu menyesuaikan diri dengan cepat setelah memasuki sepak bola profesional.

Musim produktif bersama tim U-19 menjadi titik penting setelah Bradley Barcola mencetak 11 gol dari 17 pertandingan liga dan memperoleh kontrak profesional pertama pada September 2021. Dua bulan kemudian, ia menjalani debut kompetitif dan membuat assist saat Lyon mengalahkan Sparta Prague 3-0.

Kesempatan besar hampir tidak datang karena Barcola sempat direncanakan dipinjamkan ke St Gallen pada Januari 2023 setelah kesulitan memperoleh menit bermain di bawah Laurent Blanc. Kepergian Karl Toko Ekambi kemudian membuka ruang dan mengubah arah karier sang pemain secara drastis.

Barcola langsung memanfaatkan peluang tersebut dengan menghasilkan lima gol dan sembilan assist dalam 17 penampilan pada paruh kedua musim 2022/2023. Performa itu membuat PSG bergerak dan membelinya dari Lyon seharga €45 juta dengan kontrak lima tahun.

Mengapa Liverpool Berani Membayar Mahal Bradley Barcola?

Liverpool sebenarnya sudah mengenal Barcola jauh sebelum transfer ini menjadi kenyataan, bahkan ketika sang pemain masih berada pada tahap awal karier profesionalnya. Pada 2022, ia pernah mencetak gol ke gawang Liverpool saat Lyon menang 3-1 dalam turnamen persahabatan di Dubai.

Di Paris, Bradley Barcola berkembang dari prospek menjanjikan menjadi penyerang dengan pengalaman level tertinggi Eropa. Liverpool mencatat ia meninggalkan PSG setelah 152 penampilan dengan 39 gol dan 35 assist, sekaligus membantu klub meraih dua gelar Liga Champions berturut-turut.

Adaptasinya di PSG tidak selalu mulus karena Bradley Barcola sempat mendapat kritik setelah menyia-nyiakan peluang dalam hasil imbang 1-1 melawan Newcastle di Liga Champions. Gol pertamanya untuk klub baru lahir beberapa bulan kemudian ketika PSG mengalahkan Nantes 2-1.

Luis Enrique tetap melihat kualitas besar dalam diri sang winger dan memberinya menit bermain cukup banyak sejak usia muda. Pelatih PSG itu menilai Barcola mempunyai kepribadian serta kualitas untuk berkembang, terutama karena kemampuannya menentukan duel satu lawan satu.

Musim 2024/2025 menjadi salah satu periode terbaik Bradley Barcola ketika ia menghasilkan 21 gol dan 21 assist dalam 64 pertandingan. Produktivitas tersebut memperlihatkan kapasitasnya bukan hanya sebagai pembawa bola, tetapi juga pemain yang mampu mengakhiri serangan dan menciptakan peluang.

Perkembangan itu juga membawanya menembus tim nasional Prancis untuk Euro 2024 dan meningkatkan statusnya sebagai pemain level internasional. Barcola sendiri pernah menegaskan bahwa pujian maupun kritik tidak banyak memengaruhinya karena fokus utamanya tetap berlatih dan mempertahankan rutinitas.

Angkanya memang menurun menjadi 13 gol dan tujuh assist dalam 49 pertandingan pada musim berikutnya setelah persaingan internal PSG semakin keras. Kedatangan Khvicha Kvaratskhelia dan perkembangan Désiré Doué membuat menit bermain serta peran Barcola menjadi lebih kompetitif.

Meski demikian, penurunan tersebut tidak serta-merta menghapus kualitas Bradley Barcola karena PSG tetap memenangkan Ligue 1 dan Liga Champions pada 2026. Ia juga memperkuat Prancis di Piala Dunia 2026 dan mencetak tiga gol dalam delapan penampilan ketika timnya finis keempat.

Kylian Mbappé bahkan menilai perkembangan Bradley Barcola menuju level tertinggi sebenarnya tidak mengejutkan setelah melihat kualitasnya bersama Prancis. Menurut kapten Les Bleus tersebut, pemain yang tidak banyak bicara itu mulai benar-benar memantapkan posisinya di level internasional.

Salah satu alasan Liverpool membayar mahal Barcola terlihat dari profil pergerakannya yang sangat cocok dengan sepak bola agresif Iraola. Berdasarkan data Genius Sports yang dikutip ESPN, ia berada di persentil ke-98 untuk lari yang menantang garis pertahanan lawan.

Bradley Barcola juga berada di persentil ke-98 untuk sentuhan di kotak penalti lawan dan keberhasilan duel menyerang satu lawan satu. Angka tersebut menggambarkan pemain yang tidak sekadar menerima bola di kaki, tetapi terus mencari posisi untuk merusak struktur pertahanan.

Kemampuan itu dapat menjadi sangat penting bagi Liverpool yang masih mencoba mengoptimalkan Florian Wirtz dan Alexander Isak setelah investasi besar pada musim sebelumnya. Keduanya belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi, sehingga Barcola diharapkan membuka ruang dan meningkatkan kualitas koneksi lini depan.

Kecepatan Bradley Barcola memungkinkan Liverpool menyerang lebih vertikal ketika lawan meninggalkan ruang di belakang garis pertahanan. Ia juga dapat memaksa bek melebar, menciptakan jalur bagi Wirtz di ruang antarlini dan menyediakan lebih banyak ruang tembak bagi Isak.

Bradley Barcola Bukan Salah Versi Baru

Tantangan terbesar adalah memastikan publik tidak mengukur Barcola menggunakan standar gol Mohamed Salah sejak pertandingan pertama. Salah memiliki pola unik dengan bergerak dari kanan menuju area sentral, sedangkan Barcola lebih sering mempercepat serangan dari kiri dan menciptakan keunggulan melalui dribel.

Liverpool sebelumnya sempat mempertimbangkan Yan Diomande sebagai opsi yang dianggap lebih menyerupai profil Salah sebelum pemain RB Leipzig itu pindah ke Real Madrid. ESPN juga menyebut Liverpool tetap mencari satu penyerang sayap tambahan, menandakan proses rekonstruksi lini depan belum sepenuhnya selesai.

Kondisi tersebut menunjukkan Bradley Barcola kemungkinan hanya menjadi satu bagian dari strategi mengganti pengaruh Salah secara kolektif, bukan individual. Gol, assist, kreativitas, pressing, dan ancaman transisi yang dulu banyak bertumpu kepada Salah sekarang harus dibagi kepada beberapa pemain.

Dalam konteks itu, harga Barcola memang terlihat ekstrem, tetapi Liverpool membayar kelangkaan profil sekaligus potensi jangka panjangnya. Usianya baru 23 tahun, memiliki pengalaman dua kali menjuarai Liga Champions, dan sudah terbiasa menghadapi tekanan bersama PSG serta tim nasional Prancis.

Risiko Transfer Bradley Barcola Tetap Sangat Besar

Nilai hingga £123 juta membuat Bradley Barcola tidak memiliki kemewahan untuk menjalani proses adaptasi terlalu lama di Anfield. Setiap periode tanpa gol atau assist akan mudah dibandingkan dengan biaya transfer, terlebih Liverpool sedang berusaha bangkit setelah finis kelima musim sebelumnya.

Tekanan bertambah karena Liverpool telah menghabiskan sekitar £400 juta dalam perombakan skuad yang menyertai kedatangan Iraola. Reuters mencatat transfer Barcola menjadi salah satu transaksi terbesar pada musim panas ketika total belanja klub Liga Inggris kembali memecahkan rekor.

Ada pula persoalan keseimbangan karena Cody Gakpo selama ini paling nyaman bermain dari sisi kiri, area favorit Bradley Barcola. Kedatangan pemain Prancis itu dapat mengubah hierarki lini depan dan memaksa Iraola menemukan kombinasi baru tanpa mengorbankan pemain yang sebelumnya sudah produktif.

Persaingan tersebut sebenarnya dapat menjadi keuntungan apabila dikelola dengan baik karena Liverpool membutuhkan kedalaman untuk menghadapi jadwal panjang. Tetapi jika peran tidak jelas, investasi Barcola bisa menciptakan kemacetan posisi sekaligus membuat klub tetap kekurangan solusi alami di sayap kanan.

Transfer ini pada akhirnya harus dinilai berdasarkan bagaimana Bradley Barcola mengubah serangan Liverpool, bukan apakah ia mampu meniru setiap angka Salah. Ia membawa kecepatan, kecerdasan pergerakan, pengalaman juara, kemampuan duel satu lawan satu, dan usia yang masih memberi ruang perkembangan besar.

Iraola membutuhkan pemain sayap yang berani menyerang ruang dan tetap disiplin saat Liverpool kehilangan bola, dua kualitas yang sudah dimiliki Barcola. Jika transisinya berlangsung cepat, kehadirannya berpotensi membuat Wirtz, Isak, dan penyerang lain mendapatkan kondisi yang lebih ideal.

Sebaliknya, biaya transfer yang sangat tinggi membuat toleransi terhadap kegagalan menjadi kecil, khususnya bila kontribusi golnya tidak meningkat. Bradley Barcola datang bukan sebagai proyek murah, tetapi investasi elite yang akan ikut menentukan apakah revolusi Liverpool benar-benar mampu menghasilkan trofi.

Jawaban apakah Bradley Barcola terlalu mahal baru akan terlihat setelah Liverpool melewati musim penuh bersama Iraola dan sistem barunya. Yang jelas, The Reds tidak sekadar mencari pewaris Salah, melainkan sedang membangun identitas menyerang baru dengan Barcola sebagai salah satu wajah utamanya.

Scr/Mashable





Don't Miss