Manchester City dilaporkan telah menawarkan gelandang senior mereka, Mateo Kovacic, kepada Inter Milan dalam beberapa hari terakhir. Kendati demikian, sang juara bertahan Serie A tersebut tampaknya enggan menindaklanjuti tawaran ini karena kondisi lini tengah mereka yang sudah terlalu padat.
Kovacic yang kini menginjak usia 32 tahun, masuk dalam daftar pemain yang siap dilepas oleh Manchester City. Rencana ini menjadi bagian dari proyek perombakan skuad The Citizens pada bursa transfer musim panas, setelah mereka sukses mendatangkan sejumlah pilar baru ke Etihad Stadium.
Gelandang internasional Kroasia tersebut diprediksi kuat akan angkat kaki sebelum jendela transfer resmi ditutup.
Langkah cuci gudang ini dipicu oleh kedatangan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan nilai transfer fantastis mencapai £116 juta. Kehadiran Anderson otomatis mengubah peta persaingan di lini tengah tim asuhan manajer anyar, Enzo Maresca.
Hal ini membuat persaingan memperebutkan posisi utama semakin sengit, padahal Kovacic sebelumnya merupakan salah satu pemain reguler yang sangat dipercaya di era kepelatihan Pep Guardiola.
Direktur Sepak Bola Manchester City, Hugo Viana, kini tengah bekerja keras menyeimbangkan neraca transfer klub, khususnya dalam mengurus kepindahan para pemain keluar. Di tengah persiapan pramusim yang kian intensif di Etihad Stadium, masa depan beberapa pemain berpengalaman seperti Kovacic memang masih menjadi tanda tanya besar.
Menawarkan Kovacic ke Inter Milan menjadi salah satu strategi manajemen City. Mereka dilaporkan tengah menjajaki berbagai opsi destinasi potensial demi mencarikan jalan keluar yang saling menguntungkan bagi sang pemain, klub, maupun tim peminat sebelum bursa transfer musim panas berakhir.
Kedalaman Skuad Jadi Alasan Inter Tolak Kovacic
Pakar transfer Italia, Matteo Moretto, yang dilansir melalui FcInterNews.it, mengungkapkan bahwa perwakilan Manchester City sudah menghubungi pihak Inter Milan. Langkah proaktif ini diambil untuk melihat seberapa besar ketertarikan Nerazzurri terhadap Kovacic, yang saat ini memang sedang berburu menit bermain reguler menjelang musim baru bergulir.
Namun, Moretto menegaskan bahwa Inter “hampir pasti tidak akan mempertimbangkan transfer untuk sekarang. Faktor utamanya adalah menumpuknya stok gelandang yang dimiliki oleh Inter Milan saat ini.
Dengan kedalaman skuad yang sangat mumpuni di sektor tersebut, manajemen Beneamata merasa sulit untuk membenarkan perekrutan gelandang baru, secemerlang apa pun kualitas yang dimiliki Kovacic.
Meski demikian, penolakan atau lebih tepatnya minimnya ketertarikan dari Inter ini tidak serta-merta menutup buku cerita Kovacic dengan klub yang pernah dibelanya tersebut. Situasi internal skuad bisa berubah dengan sangat cepat sepanjang bursa transfer bergulir.
Jika ada gelandang Inter yang hengkang dalam waktu dekat, peluang untuk membuka kembali negosiasi ini masih terbuka. Namun untuk saat ini, penolakan Inter menjadi batu sandungan awal bagi City dalam misi mereka menjual sang pemain.
Perlu dicatat bahwa pergerakan ini murni merupakan tawaran (infomasi masuk) dari pihak Manchester City, bukan permintaan dari Inter Milan. Hal ini menunjukkan betapa agresifnya Hugo Viana dalam merampingkan skuad bentukan Maresca, alih-alih hanya duduk manis menunggu tawaran dari klub lain datang.
Bagaimana Nasib Kovacic Selanjutnya?
Belum adanya pembeli yang serius di fase musim panas ini menempatkan Manchester City pada situasi yang sudah sangat familier. Mereka kerap memiliki pemain-pemain berpengalaman dengan kualitas jempolan, namun pasar untuk pemain seusia dan sewajarnya gaji Kovacic terbilang sangat sempit dibandingkan dengan banyaknya klub yang sekadar bertanya-tanya.
Sebelumnya, Nottingham Forest sempat dikaitkan dengan ketertarikan terhadap mantan pemain Real Madrid dan Chelsea ini. Jika benar terjadi, akan menjadi cerita yang menarik mengingat City baru saja merampungkan transfer Elliot Anderson dari klub yang sama.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada tawaran konkret dan resmi yang diajukan oleh klub berjuluk The Garibaldi tersebut ke publik.
Bagi Kovacic pribadi, fokus utamanya saat ini adalah menemukan klub baru yang bisa menjamin menit bermain reguler di level tertinggi. Performa apiknya bersama timnas Kroasia sepanjang fase grup Piala Dunia menjadi pembuktian nyata bahwa dirinya masih merupakan komoditas berharga yang layak diperebutkan.
Tantangan terbesar Hugo Viana sekarang adalah menemukan pembeli yang bersedia menampung Kovacic sebelum bursa transfer ditutup dan sebelum agenda pramusim mengganggu stabilitas tim. Sejauh ini, aktivitas transfer Manchester City memang lebih banyak menyita perhatian lewat kedatangan pemain-pemain bintang berharga mahal ketimbang penjualan pemain mereka.
Scr/Mashable















