Pemain Bintang 5, Fasilitas Latihan Kaki 5?

16.07.2026
Pemain Bintang 5, Fasilitas Latihan Kaki 5?
Pemain Bintang 5, Fasilitas Latihan Kaki 5?

Persib Bandung memasuki musim Super League 2026/2027 dengan skuad bertabur pemain berkualitas dan target besar di level domestik maupun Asia. Namun di tengah ambisi tersebut, sorotan justru mengarah pada fasilitas latihan yang dinilai belum sebanding dengan status Maung Bandung sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia.

Isu ini mencuat setelah pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengeluhkan kondisi lapangan latihan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat sesi pramusim. Menurutnya, kondisi lapangan membuat intensitas latihan menjadi lebih berat bagi para pemain.

“Kemudian kami hanya perlu mengaturnya karena lapangan ini tidak ideal, jadi segalanya menjadi sedikit lebih berat dari biasa,” kata Igor Tolic saat sesi latihan, Senin (13/7/2026).

Meski demikian, pelatih asal Kroasia tersebut tetap mengapresiasi kerja keras para pemain selama menjalani program latihan awal musim.

“Tapi para pemain bekerja keras dan mereka mencoba memberikan yang terbaik dan juga bekerja keras. Ya tapi ini sulit untuk di lapangan,” ujar Igor dikutip Mashable Indonesia dari Detik.

Keluhan tersebut memicu kritik dari Bobotoh yang menilai Persib Bandung seharusnya sudah memiliki fasilitas latihan yang lebih lengkap, mulai dari training center, gym, hingga sport center, terlebih setelah klub berhasil meraih tiga gelar liga secara beruntun dan akan tampil di AFC Champions League Two 2026/2027.

Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar, menilai kritik dari suporter merupakan sesuatu yang wajar karena menjadi bentuk pengawasan terhadap manajemen klub.

“Bobotoh juga harus jadi quality control buat manajemen Persib juga,” kata Tobias dikutip Mashable Indonesia dari Kompas.

Menurutnya, berbagai kritik dan masukan yang berkembang merupakan bentuk kepedulian pendukung terhadap masa depan klub.

“Suara yang berkembang itu adalah bentuk kecintaan Bobotoh kepada Persib,” lanjutnya.

Meski demikian, Tobias meminta seluruh pihak untuk tidak terburu-buru menyalahkan manajemen sebelum mengetahui penjelasan resmi terkait kendala pembangunan infrastruktur yang dihadapi klub.

“Jangan sampai kita sudah memvonis atau berasumsi sedangkan belum mendengar juga dari sudut pandang yang lain,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Umum Viking Persib Club, Arlan Siddha. Menurutnya, Persib memang telah menunjukkan perkembangan dengan menghadirkan lapangan pendamping GBLA, namun kebutuhan akan fasilitas latihan yang lebih lengkap masih menjadi pekerjaan rumah besar.

“Kita boleh pemain bagus-bagus dan lain sebagainya boleh, kita juga oke punya pemain yang berstandar internasional dan lain sebagainya, tapi kalau mereka juga abai terhadap fasilitas yang seharusnya mendukung performa mereka kan juga percuma,” kata Arlan.

Ia juga menilai status Persib Bandung sebagai juara liga dalam tiga musim terakhir seharusnya diikuti dengan peningkatan infrastruktur pendukung tim.

“Sebagai tim besar, tim terbaik gitu ya juara tiga kali ya harusnya sudah bisa menjawab tantangan-tantangan itu,” tegasnya.

Menanggapi kritik tersebut, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas latihan membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

“Buat bikin satu lapangan saja butuh Rp 5-6 miliar, itu untuk bikin lapangannya saja, belum lahannya, belum fasilitas sekitarnya,” ujar Adhitia dalam program Untold Story Back-to-back Champions Episode 3 di Persib TV.

Di sisi lain, manajemen juga harus membagi anggaran untuk memperkuat tim demi menjaga daya saing Persib Bandung di kompetisi domestik dan Asia.

“Masalahnya adalah di waktu yang bersamaan, kami juga mau investasi di tim, karena kami mau melangkah jauh di Asia,” kata Adhitia.

Menurutnya, idealnya pembangunan infrastruktur dan investasi di sektor olahraga dapat berjalan beriringan. Namun kondisi finansial membuat klub harus menentukan prioritas sesuai roadmap yang telah disusun.

Kini, di tengah hadirnya pemain-pemain berlabel internasional dan target besar pada musim baru Super League, persoalan fasilitas latihan menjadi tantangan berikutnya yang harus diselesaikan Persib Bandung. Bagi Bobotoh, klub sebesar Persib tidak hanya dituntut berjaya di lapangan, tetapi juga memiliki infrastruktur yang mencerminkan statusnya sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola Indonesia.

Scr/Mashable





Don't Miss