Ambisi Inter Milan untuk memperkokoh tembok pertahanan mereka di bursa transfer kali ini tampaknya harus menemui jalan buntu. Langkah juara bertahan Liga Italia tersebut terganjal oleh banderol selangit yang dipasang oleh klub raksasa London Utara, Tottenham Hotspur.
Kegagalan finansial Nerazzurri ini secara otomatis langsung mengubah peta persaingan perburuan sang pemain di pasar transfer. Situasi pelik tersebut kini membuka karpet merah bagi Barcelona yang sudah lama mengintai momentum untuk mengamankan tanda tangan sang bek tangguh.
Kronologi Penawaran Kejutan dari Tottenham Hotspur
Pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa nama Cristian Romero mendadak muncul di tengah meja perundingan kedua klub pada Selasa (14/7/2026). Saat itu, manajemen Inter dan Tottenham sebenarnya tengah fokus membahas masa depan bek kanan, Djed Spence.
Menariknya, sodoran nama bek timnas Argentina tersebut murni merupakan inisiatif sepihak dari para direktur The Lilywhites. Manajemen Inter Milan sama sekali tidak memprioritaskan namanya atau melempar tawaran perdana terlebih dahulu untuk sang pemain.
Banderol Tinggi yang Menguras Kantong I Nerazzurri
Detail mengenai nilai pasar pemain yang akrab disapa Cuti Romero ini kemudian dibeberkan oleh jurnalis Sportitalia, Gianluigi Longari. Tottenham Hotspur dilaporkan hanya mau melepas bek andalannya tersebut jika ada klub yang berani menebusnya seharga 50 juta euro atau berkisar Rp870 miliar.
Nominal tersebut sejatinya dipasang demi mengembalikan modal besar yang pernah dikeluarkan klub London Utara itu di masa lalu. Sebagai catatan, manajemen Spurs sempat merogoh kocek hingga 53,8 juta euro atau sekitar Rp936 miliar saat mempermanenkannya dari Atalanta pada tahun 2022.
Keretakan Hubungan Internal di London Utara
Meskipun baru saja mengikat komitmen baru lewat perpanjangan kontrak pada Agustus 2025, kebersamaan Romero di London kini berada di ujung tanduk. Hubungan personal antara sang pemain dan jajaran manajemen Tottenham dikabarkan telah memburuk secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kedua belah pihak saat ini dilaporkan sepakat bahwa berpisah di musim panas adalah opsi terbaik bagi karier sang bek. Namun, dengan durasi kontrak yang masih tersisa hingga tahun 2029, proses negosiasi pelepasan sang pemain dipastikan berjalan rumit dan alot.
Tuntutan Gaji dan Finansial Inter yang Terbatas
Bagi manajemen La Beneamata, angka Rp870 miliar dinilai terlalu mustahil dan berada jauh di luar jangkauan struktur anggaran mereka. Kebijakan ketat ini terbukti saat mereka menolak mentah-mentah nominal serupa ketika mencoba memboyong talenta muda, Marco Palestra.
Selain masalah biaya transfer yang fantastis, permintaan gaji pribadi dari Romero juga menjadi tembok penghalang yang sulit diruntuhkan. Padahal, pemain berusia 28 tahun tersebut sudah sangat memahami seluk-beluk kompetisi kasta tertinggi Italia saat masih berseragam Genoa, Juventus, dan Atalanta.
Karpet Merah Terbuka Lebar untuk Barcelona
Mundurnya Inter Milan dari meja perundingan secara praktis menyisakan ruang kosong yang menguntungkan bagi peminat lainnya. Dengan situasi finansial yang kini lebih siap, Barcelona memegang kendali penuh untuk menuntaskan saga transfer ini ke Camp Nou.
Scr/Mashable















