Presiden Como, Mirwan Suwarso, mencuri perhatian pada bursa transfer musim panas Eropa setelah mengungkap adanya kesepakatan tidak tertulis dengan Inter Milan terkait perburuan bek Chelsea, Trevoh Chalobah. Langkah yang dilakukan petinggi klub asal Indonesia tersebut dinilai sebagai pendekatan baru yang jarang ditemui dalam sepak bola modern.
Alih-alih terlibat perang harga untuk mendapatkan tanda tangan Chalobah, Como memilih membuka komunikasi langsung dengan Inter Milan agar kedua klub tidak saling merugikan dalam proses negosiasi dengan Chelsea.
Trevoh Chalobah sendiri menjadi salah satu nama yang ramai dibicarakan pada bursa transfer setelah Chelsea dikabarkan memasang harga sekitar 35 juta euro untuk bek asal Inggris tersebut. Como dan Inter Milan disebut sama-sama tertarik mendatangkan pemain berusia 27 tahun itu.
Namun, Mirwan Suwarso memilih mengambil langkah berbeda dengan menghubungi petinggi Inter Milan untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Ada sebuah cerita di media bahwa kami bersaing dengan klub Italia lain untuk seorang pemain asal Inggris, mereka mengatakan kami mungkin ingin membelinya,” ujar Mirwan Suwarso dalam podcast Business of Sport yang dilansir Mashable Indonesia.
“Lalu saya berpikir, kenapa saya tidak langsung menelepon presiden klub tersebut dan bertanya, apakah kalian menginginkannya? Jika kalian menginginkannya, silakan lanjutkan, kami akan mundur. Tetapi jika kalian membelinya, maka berikan salah satu pemain kalian kepada kami,” lanjutnya.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari pihak Inter Milan. Menurut Suwarso, komunikasi antarklub justru dapat menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih sehat dibanding saling menaikkan harga pemain di pasar transfer.
“Dia mengatakan, terima kasih sudah menelepon, saya menghargai ini, saya akan memberi kabar kepada Anda. Jadi kami pun mengatakan inilah target-target lain yang sedang kami incar dan kami senang untuk berbagi informasi tersebut kepada kalian,” kata Suwarso.
Presiden Como itu menilai hubungan yang terbuka dengan klub lain dapat membantu semua pihak berkembang bersama.
“Bagi saya, ini adalah hubungan yang saling menguntungkan dengan klub-klub lain. Kami terbuka, dan hal itu membantu kami semua untuk berkembang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut semakin menegaskan identitas baru Como di bawah kepemimpinan Mirwan Suwarso dan kelompok pemilik asal Indonesia. Klub yang beberapa tahun lalu masih berkutat di Serie C itu kini menjelma menjadi salah satu kekuatan baru di sepak bola Italia dan bahkan mulai tampil di kompetisi elite Eropa.
Keberhasilan membawa Como naik kelas dalam waktu singkat membuat nama Mirwan Suwarso semakin diperhitungkan di Italia. Tidak hanya sukses membangun tim yang kompetitif, pria asal Indonesia tersebut juga memperkenalkan pendekatan bisnis dan bursa transfer yang berbeda dari kebanyakan klub Serie A.
“Kami memang mengeluarkan investasi yang cukup besar, tetapi kami percaya bisa mencapai titik impas dan tidak lagi memerlukan suntikan dana dari pemilik klub pada akhir musim depan,” kata Suwarso.
Bagi publik Indonesia, kiprah Mirwan Suwarso di panggung sepak bola Eropa menjadi kebanggaan tersendiri. Di tengah dominasi pengusaha dan investor dari berbagai negara besar, sosok asal Indonesia kini ikut menentukan arah kebijakan salah satu klub paling ambisius di Italia.
Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana langkah Como selanjutnya di bursa transfer, termasuk apakah Trevoh Chalobah pada akhirnya akan berlabuh di Inter Milan atau justru tetap membuka peluang menuju klub lain.
Scr/Mashable















