Lukaku Sebut Musim di Napoli sebagai Tahun Terburuk dalam Hidupnya

19.08.2026
Lukaku Sebut Musim di Napoli sebagai Tahun Terburuk dalam Hidupnya
Lukaku Sebut Musim di Napoli sebagai Tahun Terburuk dalam Hidupnya

Romelu Lukaku buka suara mengenai keputusannya meninggalkan Napoli dan melanjutkan karier bersama Fenerbahce. Striker asal Belgia tersebut mengaku musim terakhir bersama klub Serie A itu menjadi salah satu periode paling sulit dalam hidupnya.

Lukaku, yang sebelumnya pernah memperkuat Inter Milan dan AS Roma, pindah dari Napoli ke Fenerbahce pada bursa transfer musim panas 2026.

Kepada televisi Belgia yang dikutip dari calciomercato, pemain kelahiran 1993 itu juga menegaskan masih memiliki ambisi bermain hingga 2030, termasuk bersama Timnas Belgia.

Namun, pengalaman bersama Napoli meninggalkan cerita yang tidak menyenangkan bagi Lukaku.

Lukaku: Musim Terburuk dalam Hidup Saya

Lukaku tidak menutupi kekecewaannya ketika berbicara mengenai musim terakhir yang dijalaninya. Ia bahkan menyebut periode tersebut sebagai tahun terburuk dalam hidupnya.

“Itu adalah tahun terburuk dalam hidup saya”, ucapnya.

Pernyataan tersebut tidak terlepas dari sejumlah persoalan yang dialaminya dalam satu tahun terakhir. Lukaku harus menghadapi duka setelah sang ayah, Roger Lukaku, meninggal dunia.

Di saat bersamaan, pemain yang dikenal memiliki fisik kuat tersebut juga mengalami sejumlah masalah kebugaran. Situasi tersebut kemudian diperburuk dengan berakhirnya perjalanan Lukaku bersama Napoli.

Kendati demikian, Lukaku menegaskan dirinya kini telah kembali dalam kondisi siap bermain.

“Saya 100 persen bugar untuk bermain”, tegas Lukaku.

Pernyataan itu sekaligus menjadi bantahan terhadap anggapan bahwa kondisi fisiknya menjadi alasan utama di balik situasi yang terjadi pada musim lalu.

Mengapa Lukaku Meninggalkan Napoli?

Lukaku mengatakan keputusan meninggalkan Napoli bukan semata-mata karena persoalan di lapangan. Menurutnya, ada sejumlah hal yang didengar dan keputusan yang dibuat klub yang akhirnya membuatnya memilih pergi.

“Mengapa saya memilih pergi? Saya mendengar beberapa hal dan ada beberapa keputusan yang dibuat. Itu saja.”

Lukaku kemudian menilai kepergiannya merupakan pilihan terbaik apabila situasi memang sudah berjalan seperti itu.

“Jika memang semuanya berjalan seperti itu, maka lebih baik bagi saya untuk pergi”, ungkapnya.

Striker Belgia itu juga melontarkan tudingan cukup keras mengenai narasi soal kebugarannya. Lukaku menyebut klaim bahwa dirinya tidak berada dalam kondisi fit adalah sesuatu yang tidak benar.

“Pernyataan bahwa saya tidak bugar itu sama sekali tidak benar. Mereka mungkin mengatakan hal tersebut di Italia untuk memboikot saya”, katanya.

Pernyataan tersebut berpotensi memicu perdebatan karena Lukaku secara terbuka menyebut adanya upaya untuk “memboikot” dirinya di Italia.

Lukaku Memulai Babak Baru di Fenerbahce

Setelah meninggalkan Napoli, Lukaku kini memulai babak baru bersama Fenerbahce. Ia menandatangani kontrak untuk satu musim dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Lukaku berharap bisa menyelesaikan dua tahun masa kontraknya sebelum kembali ke negara asalnya.

“Saya menandatangani kontrak selama satu musim dengan opsi satu musim tambahan. Saya berharap bisa menjalani dua tahun tersebut, setelah itu saya akan pulang”, tegasnya.

Meski usianya sudah memasuki 33 tahun pada 2026, Lukaku belum berpikir untuk segera mengakhiri karier profesionalnya.

Ia bahkan menargetkan masih bisa bermain hingga 2030, termasuk bersama Timnas Belgia.

Lukaku menyadari tidak semua pemain mampu mempertahankan karier hingga usia 40 tahun. Namun, menurutnya, faktor mentalitas menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan karier selama mungkin.

“Ini soal mentalitas. Jika Anda selalu mendengarkan pendapat orang lain, Anda akan menjadi tidak bahagia. Namun, saya memilih menjaga diri saya sendiri”, ucap Lukaku.

Fenerbahce Jadi Awal Baru Romelu Lukaku

Kepindahan ke Fenerbahce memberikan Lukaku kesempatan untuk memulai kembali kariernya setelah musim yang penuh tekanan di Napoli.

Kini, fokus Lukaku adalah mengembalikan kebugaran, tampil konsisten, dan membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi.

Bagi pemain yang telah menjalani karier panjang di Eropa tersebut, pengalaman buruk bersama Napoli tampaknya ingin ditinggalkan. Fenerbahce menjadi panggung berikutnya bagi Lukaku untuk membuktikan bahwa perjalanan kariernya masih jauh dari selesai.

Scr/Mashable





Don't Miss