Profil Anan Khalaili, Pelari 33 Km/Jam Bidikan Inter Milan Berdarah Israel

13.07.2026
Profil Anan Khalaili, Pelari 33 Km/Jam Bidikan Inter Milan Berdarah Israel
Profil Anan Khalaili, Pelari 33 Km/Jam Bidikan Inter Milan Berdarah Israel

Inter Milan bergerak cepat mencari pengganti Denzel Dumfries di sisi kanan. Pilihan Nerazzurri mengarah kepada Anan Khalaili, pemain muda Union Saint-Gilloise yang memiliki kecepatan, stamina, dan pengalaman bermain sebagai piston dalam formasi tiga bek.

Inter dilaporkan telah mencapai kesepakatan senilai 25 juta euro ditambah bonus dengan Union Saint-Gilloise. Namun transfer tersebut belum resmi karena Khalaili masih harus menjalani pemeriksaan medis tambahan yang diminta Institut Kedokteran Olahraga CONI.

Di balik proses transfer tersebut, Khalaili menawarkan profil yang menarik. Ia pernah bermain sebagai penjaga gawang dan penyerang sebelum berkembang menjadi winger, lalu diubah menjadi piston kanan yang mampu bekerja dalam fase menyerang maupun bertahan.

Siapa Anan Khalaili?

Anan Khalaili lahir di Haifa pada 3 September 2004 dan berasal dari keluarga Arab-Israel yang memiliki akar di Sakhnin. Pemain bertinggi sekitar 1,83 meter itu menggunakan kaki kanan sebagai kaki dominan.

Khalaili tumbuh dalam keluarga sepak bola. Ayahnya, Majdi Khalaili, merupakan mantan penjaga gawang yang kemudian menjadi pelatih fisik setelah menyelesaikan pendidikan di bidang ilmu olahraga.

La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa Khalaili sudah menjalani latihan intensif sejak kecil. Ia terbiasa bangun pukul 06.00 sebelum sekolah untuk berlatih teknik, kekuatan otot, dan kebugaran hingga menjalani sekitar 10 atau 11 sesi dalam sepekan.

Latihan tersebut membentuk fisik dan kedisiplinannya. Namun, perjalanan Khalaili menuju sepak bola profesional tidak berjalan melalui satu posisi saja.

Khalaili memulai karier di Beitar Haifa dan sempat bermain sebagai penjaga gawang seperti ayahnya. Pelatih kemudian melihat kemampuan fisik dan tekniknya lebih cocok digunakan di lini depan.

Ia dipindahkan menjadi penyerang dan langsung menunjukkan naluri mencetak gol. Bersama tim junior Neve Yosef pada musim 2019/2020, Khalaili membukukan 25 gol hanya dalam 24 pertandingan.

Penampilan tersebut membuat Maccabi Haifa memanggilnya pulang lebih cepat. Data resmi Union Saint-Gilloise mencatat Khalaili kemudian berkembang pesat dan menghasilkan 14 gol serta enam assist dalam 50 pertandingan pada musim terakhirnya bersama Maccabi.

Khalaili juga mencuri perhatian pada Piala Dunia U-20 2023. Ia mencetak gol dalam pertandingan fase gugur melawan Uzbekistan, Brasil, dan Korea Selatan, sekaligus membantu Israel menempati posisi ketiga.

Salah satu momen terbaiknya terjadi ketika Israel menyingkirkan Brasil dengan kemenangan 3-2. Gol tersebut menunjukkan bahwa Khalaili mampu tampil tenang dalam pertandingan besar.

Perubahan Besar di Union Saint-Gilloise

Union Saint-Gilloise merekrut Khalaili dari Maccabi Haifa pada 2024 dengan kontrak hingga 2028. Di Belgia, perannya berubah dari winger menyerang menjadi piston kanan yang harus bekerja sepanjang sisi lapangan.

UEFA menyebut Khalaili sebagai salah satu pemain Union SG yang layak diperhatikan. Ia dinilai nyaman menjalankan posisi right wing-back, baik di kompetisi Belgia maupun di level Eropa.

Khalaili membantu Union SG menjuarai Liga Belgia untuk pertama kalinya dalam 90 tahun. Ia juga memperoleh pengalaman menghadapi tim-tim kuat di Liga Europa dan Liga Champions.

Pada Liga Champions 2025/2026, Khalaili mencetak dua gol ke gawang Marseille. Ia kemudian menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Atalanta lewat penyelesaian di tiang jauh.

Pengalaman di Belgia membuat permainan Khalaili lebih lengkap. Ia tidak lagi hanya mengandalkan kecepatan untuk menyerang, tetapi juga memahami posisi, pressing, duel, dan transisi bertahan.

Gaya Bermain Anan Khalaili

Kecepatan merupakan senjata utama Khalaili. Menurut La Gazzetta dello Sport, ia mampu berlari lebih dari 33 kilometer per jam sehingga sangat berbahaya ketika memperoleh ruang di sisi kanan.

Khalaili dapat membawa bola dari wilayah pertahanan menuju sepertiga akhir dengan cepat. Ia tidak terlalu mengandalkan trik, melainkan memakai kontrol dekat, perubahan arah, kekuatan tubuh, dan akselerasi.

Karakter tersebut membuatnya cocok digunakan dalam serangan balik. Ketika Inter merebut bola, Khalaili bisa langsung menyerang ruang yang ditinggalkan bek lawan.

Khalaili memiliki gaya dribel yang sederhana dan terukur. Ia memilih waktu yang tepat untuk menghadapi lawan, lalu menggunakan perubahan tempo untuk melewati pemain.

Analisis Total Football Analysis mencatat Khalaili pernah menyelesaikan enam dari enam percobaan dribel dalam satu pertandingan. Ia juga cukup nyaman membawa bola dari posisi rendah ketika mendapat tekanan.

Kemampuan itu penting bagi Inter. Khalaili dapat menjadi jalan keluar ketika jalur umpan menuju lini tengah ditutup lawan.

Sebagai piston, Khalaili terbiasa menjaga lebar lapangan dan melakukan overlap. Ia dapat mengirim umpan silang, bola mendatar, atau umpan tarik setelah mencapai area dekat kotak penalti.

Ia juga mempunyai kecenderungan bermain untuk tim. Khalaili tidak selalu memaksakan tembakan dan lebih sering mencari penyerang yang berada dalam posisi lebih baik.

Kualitas tersebut dapat membantu Lautaro Martinez dan penyerang Inter lainnya. Khalaili mampu menyediakan servis dari sisi kanan sekaligus menarik bek lawan agar keluar dari area tengah.

Pengalaman sebagai striker membuat Khalaili memiliki naluri menyerang yang kuat. Ketika serangan dibangun dari sisi kiri, ia kerap masuk ke kotak penalti dan bergerak menuju tiang jauh.

Golnya ke gawang Atalanta lahir melalui pergerakan semacam itu. Khalaili datang dari sisi kanan dan menyelesaikan bola di tiang jauh untuk memberikan kemenangan kepada Union SG.

Pergerakan tersebut menyerupai salah satu keunggulan Dumfries bersama Inter. Bek asal Belanda itu dikenal sering masuk terlambat ke kotak penalti dan muncul sebagai pencetak gol tambahan.

Khalaili telah berkembang menjadi pemain dua arah. Ia rajin menekan lawan, membantu bek tengah, melakukan intersep, dan mengejar pemain ketika tim kehilangan bola.

Total Football Analysis mencatat ia pernah memenangkan 13 duel dalam satu pertandingan melawan Genk serta 12 duel ketika menghadapi Anderlecht. Ia juga pernah membuat 11 recovery dan mencatat akurasi umpan hingga 89 persen.

Fisiknya membuat Khalaili cukup kuat dalam duel darat maupun udara. Modal tersebut penting untuk menghadapi tuntutan permainan Serie A yang lebih taktis dan ketat.

Namun Khalaili belum dapat dianggap sebagai pemain yang sepenuhnya matang. Sentuhan pertamanya terkadang kurang bersih saat menerima bola di bawah tekanan, sedangkan pengambilan keputusannya masih perlu ditingkatkan.

Ia juga belum memiliki produktivitas gol dan assist setinggi Dumfries. Khalaili mampu masuk ke kotak penalti, tetapi belum selalu menghasilkan penyelesaian akhir yang konsisten.

Adaptasi terhadap pertahanan Serie A akan menjadi tantangan berikutnya. Ia harus lebih cermat menentukan waktu untuk maju, menekan, atau kembali menjaga posisi.

Mengapa Inter Membutuhkan Khalaili?

Kepergian Dumfries membuat Inter kehilangan pemain yang mampu menjaga lebar, menyerang ruang, dan memberikan ancaman gol dari sisi kanan. Karena itu, Nerazzurri membutuhkan piston dengan energi dan karakter menyerang serupa.

Khalaili tidak bisa disebut sebagai salinan Dumfries. Namun, ia memiliki kecepatan, fisik, stamina, dan keberanian masuk ke kotak penalti yang dibutuhkan Inter.

Perbedaannya, Khalaili lebih nyaman membawa bola dari belakang. Sementara itu, Dumfries lebih matang dalam melakukan pergerakan tanpa bola serta menyelesaikan peluang di area penalti.

Union SG menggunakan variasi 3-5-2, 3-4-1-2, dan 3-4-2-1. Khalaili sudah memahami kapan harus melebar, membantu build-up, melakukan overlap, atau turun membentuk garis pertahanan.

Pengalaman tersebut dapat mempercepat proses adaptasinya. Inter tidak perlu mengubah winger murni menjadi wing-back dari awal karena Khalaili telah menjalani proses itu di Belgia.

Khalaili dapat dimainkan sebagai piston kanan, winger, bek kanan, piston kiri, bahkan penyerang dalam keadaan tertentu. Fleksibilitas itu memberikan Cristian Chivu lebih banyak pilihan ketika mengubah formasi.

Dalam pola 3-5-2, Khalaili dapat menjaga lebar dan mengirimkan umpan silang. Dalam formasi 4-2-3-1, ia bisa dimainkan sebagai bek kanan ofensif atau winger kanan.

Khalaili masih berusia 21 tahun sehingga memiliki ruang perkembangan besar. Inter tidak hanya melihatnya sebagai pengganti sementara, tetapi juga aset yang dapat berkembang selama beberapa musim.

Usia muda, pengalaman Eropa, dan kemampuannya bermain di banyak posisi membuat nilai Khalaili berpotensi terus meningkat. Namun, Inter tetap harus bersabar karena ia belum mempunyai pengalaman dan kematangan seperti Dumfries.

Simulasi Peran Khalaili di Inter

Dalam formasi 3-5-2, Khalaili akan berdiri lebar di sisi kanan ketika Inter menguasai bola. Ia dapat menerima umpan dari bek tengah, membawa bola melewati tekanan, lalu bekerja sama dengan gelandang atau penyerang.

Ketika serangan berlangsung dari kiri, Khalaili dapat bergerak menuju tiang jauh. Pergerakan ini memberi Inter tambahan pemain di kotak penalti sekaligus memaksa bek kiri lawan terus mengawasinya.

Saat kehilangan bola, ia harus segera turun membentuk garis lima pemain. Kecepatan dan stamina menjadi modal untuk menutup ruang yang ditinggalkan setelah melakukan overlap.

Football Italia melaporkan Inter telah memiliki kesepakatan dengan Union SG senilai 25 juta euro ditambah bonus. Khalaili juga telah tiba di Milan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan menyelesaikan kontrak.

Namun, CONI meminta pemeriksaan medis yang lebih spesifik sebelum memberikan izin bermain. Tes tambahan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin dan Selasa, sehingga Inter belum dapat meresmikan transfernya.

Permintaan pemeriksaan tambahan tidak otomatis berarti transfer Khalaili gagal. Inter masih menunggu hasil akhir sebelum menentukan apakah pemain berusia 21 tahun itu dapat memulai perjalanan baru di Serie A.

Scr/Mashable





Don't Miss