Spanyol Tak Terkalahkan Sejak 2024, Kini Tinggal Selangkah Jadi Juara Dunia

15.07.2026
Spanyol Tak Terkalahkan Sejak 2024, Kini Tinggal Selangkah Jadi Juara Dunia
Spanyol Tak Terkalahkan Sejak 2024, Kini Tinggal Selangkah Jadi Juara Dunia

Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis 2-0 di Stadion Dallas Arlington, Texas, Rabu (15/07/2026). La Roja tampil disiplin dan berhasil meredam lini serang Les Bleus yang dipimpin Kylian Mbappé.

Gol pembuka tercipta pada menit ke-22 melalui penalti Mikel Oyarzabal. Hadiah penalti diberikan setelah Lamine Yamal dijatuhkan pemain Prancis di dalam kotak terlarang.

Pedro Porro kemudian menggandakan keunggulan Spanyol pada menit ke-58 setelah bekerja sama dengan Dani Olmo. Yamal sempat mencetak gol tidak lama kemudian, tetapi dianulir karena berada dalam posisi offside.

Kemenangan tersebut membawa Spanyol ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 2010. La Roja akan menghadapi pemenang pertandingan Inggris melawan Argentina di final yang digelar di East Rutherford, 20 Juli 2026 mendatang.

Kemenangan tersebut bukan hanya membawa La Roja ke partai puncak untuk kedua kalinya sepanjang sejarah, tetapi juga menyamai rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan milik Italia.

Dilansir Opta, Spanyol belum pernah kalah dalam pertandingan internasional sejak ditundukkan Kolombia pada laga persahabatan, 26 Maret 2024. Sejak saat itu, La Roja berkembang menjadi salah satu tim paling konsisten di sepak bola dunia.

Opta mencatat Spanyol telah menjalani 37 pertandingan tanpa kekalahan dengan rincian 28 kemenangan dan sembilan hasil imbang. Catatan itu menyamai rekor Italia yang dibukukan dari Oktober 2018 hingga 2021.

Final Piala Dunia 2026 kini memberi Spanyol dua peluang sekaligus. Mereka dapat mengangkat trofi dunia sekaligus memecahkan rekor tidak terkalahkan terpanjang yang pernah dicatat negara Eropa.

Italia sebelumnya menjadi pemegang rekor utama setelah tidak terkalahkan dalam 37 pertandingan. Gli Azzurri membukukan 30 kemenangan dan tujuh hasil imbang sepanjang periode tersebut, termasuk ketika menjuarai Euro 2020 yang digelar pada 2021.

Rekor Italia berakhir ketika mereka kalah dari Spanyol pada semifinal UEFA Nations League, 6 Oktober 2021. Kini, Spanyol justru berdiri sejajar dengan tim yang sebelumnya mereka hentikan.

Di dalam rangkaian tidak terkalahkan Spanyol juga terdapat keberhasilan menjuarai Euro 2024. Turnamen tersebut menjadi trofi internasional pertama Lamine Yamal bersama tim senior La Roja.

Perjalanan menuju final Piala Dunia 2026 semakin memperkuat dominasi Spanyol. Mereka tidak hanya tampil efektif dalam penguasaan bola, tetapi juga menunjukkan ketahanan ketika menghadapi tekanan pada pertandingan besar.

Italia dan Spanyol kini sama-sama menempati posisi teratas dengan 37 pertandingan tanpa kekalahan. Argentina berada di bawah keduanya setelah mencatat 36 pertandingan tanpa kalah dari Juli 2019 hingga November 2022.

Rekor Argentina berakhir secara mengejutkan ketika dikalahkan Arab Saudi pada fase grup Piala Dunia 2022. Sebelumnya, Lionel Messi dan rekan-rekannya membukukan 27 kemenangan serta sembilan hasil imbang.

Aljazair pernah menjalani 35 pertandingan tanpa kekalahan sebelum dihentikan Guinea Khatulistiwa pada Januari 2022. Spanyol juga memiliki catatan 35 pertandingan tanpa kalah dari Februari 2007 hingga Juni 2009 sebelum ditundukkan Amerika Serikat.

Brasil mencatat 35 pertandingan tanpa kekalahan antara Desember 1993 dan Januari 1996. Rangkaian tersebut berakhir setelah Selecao dikalahkan Meksiko.

Maroko turut mencatatkan rangkaian panjang dengan 34 laga tanpa kalah dari Agustus 2025 hingga Juli 2026. Catatan mereka dihentikan Spanyol, meski beberapa sumber juga menyebut Maroko pernah mencapai 42 pertandingan apabila final Piala Afrika 2025 dihitung sebagai kemenangan.

Spanyol juga menjadi negara Eropa pertama yang memenangi delapan pertandingan fase gugur secara beruntun di turnamen besar. Catatan itu mencakup pertandingan eliminasi langsung di Piala Dunia dan Euro.

La Roja juga menjadi lawan yang paling sering mengalahkan Prancis dalam 20 tahun terakhir. Dari sepuluh pertemuan pada periode tersebut, Prancis menelan tujuh kekalahan dari Spanyol.

Rekor itu menunjukkan Spanyol mampu menjaga keunggulan bukan hanya melawan tim menengah. Mereka berulang kali menaklukkan lawan elite dalam pertandingan dengan tekanan tinggi.

Kemenangan atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 menjadi bukti terbaru. Hasil tersebut sekaligus mengantar Spanyol menuju final kedua setelah sebelumnya menjadi juara dunia pada 2010.

Lamine Yamal Selalu Menang Saat Jadi Starter

Lamine Yamal menjadi salah satu tokoh utama dalam periode gemilang Spanyol. Opta mencatat pemain muda tersebut telah menjadi starter dalam 12 pertandingan gabungan Piala Dunia dan Euro, dengan seluruhnya berakhir kemenangan.

Catatan kemenangan 100 persen itu menjadi yang terbaik bagi pemain Eropa dalam dua turnamen tersebut ketika tampil sejak menit pertama. Yamal juga berperan besar dalam menghidupkan serangan Spanyol melalui kecepatan, kreativitas, dan keberaniannya menghadapi lawan.

Sebelumnya, rekor Yamal dalam 11 pertandingan sebagai starter di turnamen besar juga selalu berakhir dengan kemenangan. Penampilan berikutnya memperpanjang catatan sempurna tersebut menjadi 12 laga.

Keberadaan Yamal menjadi simbol regenerasi Spanyol. La Roja kini memiliki pemain muda yang tidak hanya menjanjikan, tetapi sudah mampu menentukan hasil pada level tertinggi.

Kemenangan ini juga mencatat lima pemain Eropa dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia dan Euro tanpa pernah merasakan kekalahan seluruhnya berasal dari Spanyol. Aymeric Laporte berada di urutan teratas dengan 22 penampilan.

Mikel Oyarzabal menyusul dengan 20 pertandingan tanpa kalah, sedangkan Fabian Ruiz mengoleksi 16 penampilan. Mikel Merino dan Lamine Yamal masing-masing mencatat 14 pertandingan tanpa kekalahan.

Data tersebut menunjukkan kekuatan Spanyol tidak hanya bergantung kepada satu generasi. Pemain berpengalaman dan pemain muda sama-sama berkontribusi menjaga konsistensi tim di turnamen besar.

Kombinasi tersebut membuat Spanyol tampil stabil dalam berbagai situasi. Mereka dapat mengontrol pertandingan, mempercepat tempo, atau bertahan dalam tekanan tanpa kehilangan identitas permainan.

Final Piala Dunia 2026 akan menjadi pertandingan bersejarah bagi Spanyol. Apabila tidak kalah, La Roja akan melewati rekor Italia dan mencatat rangkaian tidak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional.

Kemenangan juga akan membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua. Trofi tersebut akan melengkapi periode sukses mereka setelah sebelumnya menjuarai Euro 2024.

Namun, tantangan di final tentu jauh lebih besar karena lawan akan berusaha menghentikan dominasi mereka. Spanyol harus menjaga ketenangan dan konsistensi yang menjadi dasar perjalanan panjang sejak Maret 2024.

La Roja kini berada dalam posisi yang jarang dicapai sebuah tim nasional. Satu pertandingan terakhir dapat membawa mereka menjadi juara dunia sambil menanti mana tim penantangnya antara Inggris vs Argentina yang bakal digelar Kamis (15/07/2026) di di Stadion Atlanta pada pukul 02:00 WIB.

Scr/Mashable





Don't Miss