Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipu! Simak Cara Baru WhatsApp Lindungi Akun Pribadi

17.03.2026
Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipu! Simak Cara Baru WhatsApp Lindungi Akun Pribadi
Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipu! Simak Cara Baru WhatsApp Lindungi Akun Pribadi

Meta kembali memperkuat benteng pertahanannya dalam menjaga keamanan digital pengguna.

Melalui kolaborasi strategis bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan berbagai lembaga penegak hukum internasional, Meta berhasil melumpuhkan jaringan penipuan online raksasa yang beroperasi di wilayah Asia Tenggara.

Langkah proaktif ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada ruang aman bagi pelaku kriminal siber di ekosistem Facebook, Instagram, maupun WhatsApp.

Upaya serius ini membuahkan hasil yang signifikan. Sepanjang tahun lalu, Meta tercatat telah menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan, di mana 92% di antaranya berhasil ditindak secara otomatis sebelum sempat dilaporkan pengguna.

Tidak hanya itu, lebih dari 59 juta konten yang melanggar kebijakan penipuan telah dibersihkan secara proaktif demi menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan terpercaya.

Operasi “Joint Disruption Week”: Lumpuhkan 150 Ribu Akun Penipu

Kesuksesan besar diraih dalam operasi Joint Disruption Week kedua. Tim investigasi Meta bekerja sama dengan Polri serta otoritas Thailand dan FBI untuk membongkar pusat penipuan (scam centers).

Hasilnya, lebih dari 150.000 akun yang terafiliasi dengan jaringan kriminal dinonaktifkan secara permanen. Operasi ini juga berkontribusi pada penangkapan puluhan pelaku yang terlibat dalam sindikat penipuan skala industri di berbagai negara.

“Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Polri dan mitra internasional lainnya. Operasi ini membuktikan bahwa koordinasi yang erat mampu melumpuhkan aktivitas kriminal langsung ke akarnya,” ungkap Chris Sonderby, Wakil Presiden Meta.

Hal senada disampaikan oleh Brigadir Jenderal Polisi Roberto G.M. Pasaribu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, yang menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial untuk memperkuat kapasitas Polri dalam menangani kejahatan siber lintas batas demi melindungi masyarakat Indonesia.

Inovasi Fitur Keamanan: Peringatan Dini di WhatsApp

Meta sadar bahwa modus penipuan terus berevolusi. Oleh karena itu, Meta meluncurkan alat anti-penipuan generasi terbaru. Salah satu yang paling dinanti adalah Peringatan Tautan Perangkat di WhatsApp.

Kini, jika ada permintaan pengaitan perangkat yang terindikasi mencurigakan, WhatsApp akan langsung memunculkan notifikasi peringatan tentang asal permintaan tersebut. Fitur ini dirancang untuk mencegah upaya pengambilalihan akun sebelum kerusakan terjadi.

Menindak Tegas Operasi “Scam Centers” Global

Memasuki tahun 2026, Meta terus memperketat pengawasan terhadap wilayah yang menjadi sarang pusat penipuan, seperti Myanmar, Laos, hingga Filipina. Hasilnya, sekitar 10,9 juta akun di Facebook dan Instagram yang terkait dengan operasional scam centers telah dihapus.

Penyelidikan Meta menunjukkan bahwa para penipu kini bergerak lebih terorganisasi, menjangkau korban lintas platform mulai dari aplikasi kencan hingga layanan kripto.

Meta berkomitmen untuk terus berinvestasi pada teknologi deteksi berbasis AI dan memperluas kemitraan global agar tetap selangkah lebih maju dari para pelaku kejahatan. Keamanan pengguna bukan sekadar fitur, melainkan prioritas utama dalam membangun ekosistem digital yang tangguh dan aman bagi semua.

Scr/Mashable




Don't Miss