Kabar menggembirakan datang dari bek andalan Persib Bandung, Frans Putros. Penggawa timnas Irak itu menjadi pemain dari Liga Indonesia pertama yang akan tampil di Piala Dunia 2026.
Pertandingan play-off antarbenua untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia 2026 antara Irak dan Bolivia berakhir dengan kemenangan bagi perwakilan Asia.
Pertandingan antara Irak dan Bolivia menyajikan permainan terbuka dan cepat sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim dengan jelas menunjukkan ambisi mereka untuk memaksakan gaya permainan mereka melalui pertarungan sengit di lini tengah. Namun, perwakilan Asia terbukti lebih tajam dalam memanfaatkan bola mati untuk menciptakan terobosan.
Hanya dalam 10 menit, pertahanan tim Amerika Selatan berhasil ditembus. Dari tendangan sudut, Amir Al Ammari mengirimkan umpan silang yang tepat sasaran untuk striker Ali Al Hamadi yang melompat tinggi dan menyundul bola ke gawang dari jarak dekat, membuka skor untuk perwakilan Asia.
Terpojok, Bolivia segera mengatur ulang strategi dan melancarkan serangan sengit dalam upaya menyamakan kedudukan. Lini tengah mereka, yang dipimpin oleh Ramiro Vaca yang eksplosif, terus-menerus menciptakan peluang berbahaya di separuh lapangan lawan. Hadiah yang pantas mereka dapatkan datang pada menit ke-38 setelah sebuah pergerakan yang dieksekusi dengan baik yang membongkar pertahanan tim berkaos putih.
Ramiro Vaca berperan sebagai pengatur serangan dengan umpan sempurna ke dalam kotak penalti. Moises Paniagua mengontrol bola dengan rapi dan kemudian melepaskan tembakan keras kaki kanan yang bersarang di sudut atas gawang, menyamakan kedudukan tepat sebelum jeda babak pertama.
Memasuki babak kedua, intensitas kembali meningkat. Para pemain Irak terus menunjukkan kemampuan mereka yang tajam dalam memanfaatkan peluang di awal babak untuk kembali memperlebar keunggulan. Pada menit ke-53, Marko Farji melakukan umpan silang yang mantap dari sayap, menempatkan striker Aymen Hussein dalam posisi yang menguntungkan sebelum ia melepaskan tembakan penentu yang mengalahkan kiper Guillermo Viscarra.
Karena tidak mau menerima kekalahan, staf pelatih Bolivia memutuskan untuk menurunkan sejumlah pemain menyerang dan mengerahkan seluruh upaya mereka untuk menekan lawan. Pertandingan secara bertahap memanas dengan pelanggaran terus-menerus, memaksa wasit untuk mengeluarkan banyak kartu kuning untuk “meredakan emosi” kedua belah pihak.
Drama sesungguhnya meletus di sembilan menit waktu tambahan yang menegangkan. Pertahanan Irak kesulitan menahan gempuran tanpa henti dari lawan mereka. Di tengah tekanan yang luar biasa ini, titik terang terbesar yang membantu perwakilan Asia bertahan adalah penampilan gemilang kiper Ahmed Basil.
Kiper tersebut menjadi pahlawan dengan serangkaian penyelamatan spektakuler, berhasil memblokir dua tembakan berbahaya dari Lucas Macazaga dan Fernando Nava pada menit ke-90+4. Upaya berani dari lini pertahanan membantu Irak mengamankan kemenangan 2-1, secara resmi memberi mereka tiket ke Piala Dunia 2026 bersama dengan perwakilan lain yang juga lolos melalui babak play-off antarbenua, Republik Demokratik Kongo.
Meski tidak tampil di laga melawan Bolivia, kontribusi Frans Putros sepanjang perjalanan Irak di babak playoff tetap menjadi bagian penting dalam keberhasilan tim berjuluk Singa Mesopotamia itu.
Lolosnya Irak pun menjadi momen bersejarah, baik bagi negara tersebut maupun bagi Putros secara pribadi.
Skor akhir: Irak 2-1 Bolivia
Pencetak gol:
Irak: Ali Al Hamadi (10′), Aymen Hussein (53′)
Bolivia: Moises Paniagua (38′)
Scr/Mashable















