Posisi Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Real Madrid Mulai Terancam

07.04.2026
Posisi Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Real Madrid Mulai Terancam
Posisi Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Real Madrid Mulai Terancam

Masa depan Alvaro Arbeloa di Real Madrid menjadi semakin tidak pasti setelah kesalahan fatalnya di LaLiga.

Kekalahan 1-2 melawan Mallorca, Sabtu 4 April 2026 malam, hampir memadamkan harapan Real Madrid untuk memenangkan LaLiga 2025/2026. Setelah kemenangan Barcelona atas Atletico Madrid, selisih poin melebar menjadi 7 poin dengan hanya 8 pertandingan tersisa di musim ini.

Menurut media Spanyol, manajemen Real Madrid telah mulai mempertimbangkan opsi untuk musim depan. Dengan gelar liga domestik yang hampir berakhir, Liga Champions telah menjadi satu-satunya “penyelamat” bagi Arbeloa.

Namun, jalan di depan masih jauh dari mudah, karena “Los Blancos” harus menghadapi Bayern Munich di perempat final, sebelum berpotensi menghadapi lawan tangguh seperti Paris Saint-Germain atau Liverpool di babak selanjutnya.

Performa Arbeloa sejak mengambil alih posisi pelatih telah dipertanyakan secara serius. Setelah 18 pertandingan pertamanya, ia mengalami 5 kekalahan, jauh lebih sedikit daripada pendahulunya, Xabi Alonso, yang kalah 5 pertandingan dari 28 pertandingan. Lebih mengkhawatirkan lagi, Real Madrid menunjukkan kurangnya ketahanan dalam mengejar ketertinggalan, hanya memenangkan 2 dari 7 pertandingan saat mereka tertinggal, yang menyoroti keterbatasan dalam kemampuan adaptasi taktik mereka.

Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa Arbeloa pernah menikmati dukungan yang cukup besar berkat kemampuannya mengendalikan ruang ganti dengan bintang-bintang seperti Jude Bellingham dan Vinicius Junior, sekaligus menciptakan peluang bagi talenta muda untuk berkembang. Kemenangan melawan Man City di babak 16 besar Liga Champions dianggap sebagai titik balik yang positif.

Namun, kekalahan di Son Moix membalikkan keadaan. Bagi Presiden Florentino Perez, gagal memenangkan trofi domestik apa pun tidak dapat diterima. Nasib Arbeloa kini hampir pasti ditentukan oleh bentrok dengan Bayern Munich.

Kylian Mbappe Marah Real Madrid Kalah dari Mallorca

Kylian Mbappe mengungkapkan ketidakpuasannya setelah kekalahan Real Madrid 1-2 dari Mallorca pada pekan ke-30 LaLiga 2025/2026.

Segera setelah peluit akhir berbunyi, alih-alih menuju tribun untuk berterima kasih kepada para penggemar tuan rumah, Mbappe meninggalkan lapangan dan langsung menuju terowongan dengan ekspresi frustrasi. Gambar ini dengan cepat menarik perhatian, dengan jelas menunjukkan kekecewaan Mbappe setelah pertandingan yang mengecewakan.

Di Stadion Iberostar, Real Madrid menampilkan performa yang mengecewakan, kalah dari Mallorca yang sedang berjuang menghindari degradasi. Meskipun dianggap sebagai tim yang lebih kuat, “Los Blancos” gagal mendominasi pertandingan dan harus membayar mahal atas kesalahan di kedua sisi lapangan.

Sementara itu, Mbappe juga tampil kurang efektif. Meskipun menjadi pencetak gol terbanyak tim musim ini, ia tidak mampu mencetak gol atau membuat perbedaan melawan pertahanan Mallorca yang disiplin. Satu-satunya gol untuk Real Madrid dicetak oleh bek tengah Eder Militao.

Kebuntuan di lini serang semakin menekan Mbappe, terutama karena persaingan perebutan gelar La Liga memasuki tahap krusial.

Kekalahan Real Madrid, ditambah dengan kemenangan Barcelona atas Atletico Madrid, membuat tim asuhan Alvaro Arbeloa tertinggal tujuh poin dalam perebutan gelar LaLiga dengan delapan pertandingan tersisa.

Scr/Mashable





Don't Miss