Dalam jagat sepak bola, kejayaan tidak hanya dihitung dari deretan trofi, melainkan dari emosi jujur para sang juara. Di usia 41 tahun—saat mayoritas pesepak bola seangkatannya sudah lama gantung sepatu—Cristiano Ronaldo justru kembali menguras emosi para pencinta bola lewat tangisnya yang pecah di atas lapangan hijau.
Air mata megabintang asal Portugal itu tumpah sesaat setelah peluit panjang berbunyi. Momen emosional itu menandai keberhasilan Al Nassr mengunci gelar juara Saudi Pro League musim ini, sekaligus mengakhiri dahaga panjang Ronaldo akan trofi domestik sejak ia memutuskan hijrah ke Timur Tengah.
Dalam laga penentu di pekan terakhir, Al Nassr tampil perkasa dengan melibas Damac Club lewat skor meyakinkan 4-1. Ronaldo kembali menjadi aktor utama sekaligus motor serangan Al Nassr.
Mantan bintang Real Madrid ini sukses mencetak brace (dua gol) yang langsung mengunci kemenangan krusial tersebut.
Bagi Al Nassr, gelar ini sangat istimewa karena menyudahi puasa trofi liga selama enam tahun. Namun bagi Ronaldo pribadi, maknanya jauh lebih mendalam.
Ini merupakan trofi liga domestik pertama bagi CR7 sejak tahun 2020, kala ia masih berseragam Juventus di Serie A Italia. Beban mental yang terangkat setelah penantian panjang itulah yang membuat Ronaldo tak kuasa membendung air mata bahagianya di lapangan.
Sempat Layu Sebelum Berkembang
Perjalanan Ronaldo membawa Al Nassr ke tangga juara sama sekali tidak instan. Sejak bergabung dengan raksasa Arab Saudi tersebut pada awal 2023, CR7 selalu menjadi pusat perhatian dunia.
Di atas lapangan, ketajamannya sebenarnya tidak perlu diragukan. Secara individu, Ronaldo tampil sangat dominan.
Ia menyabet gelar top skor liga dengan torehan 35 gol pada musim 2023/2024, dan kembali mendulang 25 gol pada musim 2024/2025. Sialnya, dalam dua musim beruntun tersebut, Al Nassr selalu apes dan harus puas finis sebagai runner-up.
Terus-menerus gagal mengangkat trofi jelas menjadi ujian berat bagi seorang Ronaldo. Maklum, ia adalah sosok yang terbiasa bergelimang gelar juara di Eropa, termasuk koleksi lima trofi Liga Champions.
Menatap Rekor Bersejarah di Piala Dunia
Usai menuntaskan misi besarnya bersama klub, fokus Ronaldo kini langsung beralih ke panggung yang jauh lebih megah: Piala Dunia. Turnamen sepak bola terbesar di bumi ini siap digulirkan di tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Ronaldo telah resmi masuk dalam daftar skuad timnas Portugal. Hal ini memastikan dirinya bakal mencatatkan sejarah baru sebagai pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia yang berbeda—sebuah rekor fantastis yang belum pernah ada tandingannya dalam sejarah sepak bola.
Rival abadinya, Lionel Messi, sebenarnya berpeluang menyamai rekor enam Piala Dunia tersebut bersama Argentina. Namun hingga saat ini, sang juara bertahan belum merilis daftar skuad resmi mereka.
Melangkah ke Amerika Utara, Ronaldo masih memegang rekor sebagai satu-satunya pemain yang selalu mencetak gol di lima edisi Piala Dunia yang berbeda. Turnamen tahun ini menjadi kesempatan emas baginya untuk kembali mendobrak batas kemampuannya sendiri.
Trofi Saudi Pro League ini bukan sekadar tambahan pajangan di lemari penghargaan Cristiano Ronaldo yang sudah penuh sesak. Gelar ini adalah bukti sahih dari api semangatnya yang menolak padam.
Meski sudah berada di pengujung karier, ambisi untuk menang dan air mata bahagia Ronaldo terbukti masih sama besarnya seperti saat ia pertama kali menginjakkan kaki di dunia sepak bola profesional.
Scr/Mashable















