Elon Musk Rilis AI Photo Editor di Aplikasi X, Bisa Ubah Latar Belakang Gambar Lewat Chat

09.04.2026
Elon Musk Rilis AI Photo Editor di Aplikasi X, Bisa Ubah Latar Belakang Gambar Lewat Chat
Elon Musk Rilis AI Photo Editor di Aplikasi X, Bisa Ubah Latar Belakang Gambar Lewat Chat

Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) resmi meluncurkan pembaruan besar-besaran pada fitur editor foto di dalam aplikasinya. Bukan sekadar filter biasa, pembaruan ini mengintegrasikan kecerdasan buatan Grok dari xAI yang memungkinkan pengguna melakukan transformasi gambar hanya melalui perintah teks (text-to-edit).

Mengutip Engadget, Kamis (9/4/2026), dengan kemampuan baru ini, X tampak semakin serius menantang dominasi aplikasi pengeditan foto profesional seperti Google Photos.

Fitur unggulan dalam pembaruan ini adalah “pengeditan percakapan”. Pengguna kini cukup mengetikkan apa yang ingin mereka ubah pada foto, dan AI Grok akan mengeksekusinya secara otomatis.

Dalam sebuah demo yang dibagikan oleh Nikita Bier, Kepala Produk X, terlihat bagaimana sebuah foto biasa bisa diubah seketika hingga tampak seperti sebuah karya seni yang dipajang di galeri museum.

Teknologi ini serupa dengan inovasi Gemini di Google Photos yang dirilis tahun lalu, memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menyesuaikan latar belakang atau elemen visual tanpa perlu keahlian desain grafis.

Fungsionalitas Lengkap: Dari Kreativitas hingga Privasi

Selain kecanggihan AI, editor terbaru X juga dilengkapi dengan alat pengeditan standar namun esensial. Pengguna kini dapat mengaburkan (blur) wajah atau objek tertentu, menyunting bagian gambar guna melindungi privasi, hingga menambahkan coretan gambar dan teks secara manual.

Penambahan fitur sensor wajah ini dipandang sebagai langkah krusial untuk memberikan kontrol lebih bagi pengguna sebelum membagikan konten ke publik.

Integrasi Grok dalam editor foto ini menandai babak baru bagi ekosistem xAI. Dengan mempermudah akses pengeditan langsung di dalam feed, X ingin memastikan penggunanya tetap berada di dalam aplikasi ( in-app retention) tanpa perlu berpindah ke aplikasi pihak ketiga saat ingin mengunggah konten estetik.

Saat ini, fitur tersebut sudah mulai digulirkan untuk pengguna perangkat iOS dan dijanjikan akan segera hadir bagi pengguna Android dalam waktu dekat.

Langkah Mitigasi dan Respons atas Kontroversi

Pembaruan ini hadir di tengah upaya X untuk memperbaiki reputasi teknologi AI miliknya. Sebelumnya, X menerapkan pendekatan yang lebih bebas di mana Grok bisa diperintah oleh siapa saja untuk mengubah gambar melalui balasan postingan.

Namun, hal tersebut memicu skandal besar setelah munculnya jutaan gambar yang tidak pantas dan berbau eksploitasi yang dihasilkan oleh AI tersebut.

Belajar dari insiden tersebut, X kini menerapkan kebijakan yang jauh lebih ketat. Kemampuan Grok dalam menghasilkan atau mengedit gambar kini hanya dibatasi untuk pelanggan berbayar (Premium).

Selain itu, sistem pengaman (guardrails) AI telah ditingkatkan untuk menolak pembuatan gambar orang sungguhan dalam pakaian yang sugestif atau tidak pantas. Langkah ini diambil untuk meminimalisir penyalahgunaan teknologi AI di ruang digital.

Tantangan Hukum dan Pengawasan Global

Meskipun fitur baru ini menawarkan kecanggihan teknologi, xAI masih harus berhadapan dengan badai hukum. Perusahaan induk X tersebut saat ini menjadi terdakwa dalam gugatan class action terkait dugaan penggunaan foto tanpa izin untuk pembuatan konten eksploitatif.

Di saat yang sama, Uni Eropa juga sedang melakukan investigasi mendalam terhadap platform X atas laporan serupa mengenai penyebaran gambar seksual tanpa persetujuan (non-consensual).

Kehadiran editor foto terbaru ini pun dipandang sebagai upaya X untuk menunjukkan komitmennya pada fitur yang lebih fungsional dan aman.

Apakah integrasi AI ini mampu mengembalikan kepercayaan pengguna sekaligus memberikan pengalaman visual yang baru? Yang pasti, persaingan di ranah pengolahan gambar berbasis AI kini semakin memanas di antara para raksasa teknologi dunia.

Scr/Mashable




Don't Miss