Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Danlanud H. AS Hanandjoeddin 2026 resmi berakhir dengan sukses pada Sabtu (25/4) di GOR Tanjungpandan. Selama enam hari penyelenggaraan, event yang digelar dalam rangka HUT TNI AU ke-80 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tinju, tetapi juga berhasil menghidupkan suasana wisata olahraga (sports tourism) di Belitung.
Kontingen Tim Patimura keluar sebagai Juara Umum setelah menyabet 6 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Tim asal Maluku ini sekaligus berhak membawa pulang Piala Bergilir Danlanud H. AS Hanandjoeddin setelah mendominasi berbagai kelas pertandingan.
Komandan Lanud H. AS Hanandjoeddin, Letkol Pnb Made Yogi Indra Prabhowo, S.Sos., M.Han., mengatakan bahwa kejuaraan ini sengaja dirancang lebih dari sekadar pertandingan tinju.
“Acara ini tidak hanya dikemas sebagai pertandingan tinju, tetapi juga perlombaan drum band, pentas seni, dan festival UMKM, dengan harapan semua elemen masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujar Danlanud Made Yogi, dalam rilis yang diterima Mashable Indonesia.
Ia menambahkan bahwa kegiatan olahraga juga membuka ruang kolaborasi serta mendorong minat generasi muda terhadap olahraga tinju.
Festival dan Budaya Memperkaya Suasana
Selain pertandingan tinju yang berlangsung sejak 20 April, GOR Tanjungpandan menjadi pusat keramaian selama enam hari.
Ribuan pengunjung memadati venue untuk menyaksikan laga tinju, kompetisi drum band, pentas seni budaya, serta menikmati Festival UMKM yang menghadirkan puluhan pelaku usaha lokal.Festival UMKM menjadi daya tarik tersendiri.
Berbagai produk kuliner dan kerajinan khas Belitung berhasil menarik minat atlet, ofisial, serta wisatawan dari luar daerah. Keberhasilan menggabungkan olahraga dengan elemen budaya dan ekonomi lokal ini menjadi bukti bahwa tinju amatir dapat menjadi magnet wisata yang kuat.
Bupati Belitung, Haji Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos., menyambut baik keberhasilan penyelenggaraan event ini.
“Acara ini luar biasa dan bergengsi, sehingga memacu atlet untuk terus berprestasi baik di tingkat daerah, provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Bupati Djoni.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkala untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus memperkenalkan pesona Belitung ke masyarakat luas.
Mengangkat Tradisi Lokal Beripat Beregong
Salah satu kekhasan event ini adalah pengangkatan tradisi Beripat Beregong, seni bela diri khas Belitung. Nilai keberanian, disiplin, dan sportivitas dari tradisi tersebut menjadi semangat utama dalam penyelenggaraan kejuaraan. Panitia sengaja menghadirkan unsur budaya lokal agar peserta dari berbagai daerah dapat mengenal lebih dekat kekayaan tradisi Belitung.
Fasilitas Premium dan Apresiasi Masyarakat
Panitia menyediakan fasilitas lengkap bagi para atlet, mulai dari akomodasi hingga perlengkapan bertanding. Hal ini dinilai sangat membantu atlet untuk fokus pada penampilan terbaik mereka.
Sebagai bentuk selebrasi atas keberhasilan Tim Patimura menjadi Juara Umum, masyarakat Belitung menggelar arak-arakan meriah di pusat kota pada Senin sore (27/4). Para atlet dan masyarakat bahu-membahu merayakan keberhasilan ini, menandakan antusiasme tinggi terhadap kebangkitan tinju di Bumi Laskar Pelangi.
Komandan Lanud Made Yogi menilai kesuksesan event ini semakin memperkuat posisi Belitung sebagai tuan rumah potensial event olahraga nasional di masa mendatang.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Piala Danlanud H. AS Hanandjoeddin 2026, Belitung semakin menunjukkan kesiapannya sebagai destinasi sports tourism yang menjanjikan. Kolaborasi antara TNI AU dan Pemerintah Daerah ini diharapkan menjadi model bagi penyelenggaraan event olahraga berbasis masyarakat di daerah lain.
Scr/Mashable















