Kejutan di Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Bungkam China, Media dan Publik Tiongkok Ngamuk

08.05.2026
Kejutan di Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Bungkam China, Media dan Publik Tiongkok Ngamuk
Kejutan di Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Bungkam China, Media dan Publik Tiongkok Ngamuk

Kekalahan mengejutkan 0-1 dari Timnas Indonesia U-17 di laga pembuka Piala Asia U-17 2026 menghancurkan ekspektasi besar publik sepak bola China terhadap generasi pemain kelahiran 2009 mereka. Gelombang kritik tajam dari para pakar kini menghujam gaya bermain dan efektivitas kepelatihan tim Negeri Tirai Bambu tersebut.

Datang ke putaran final Piala Asia U-17 dengan modal mentereng—menyapu bersih lima kemenangan di babak kualifikasi—U-17 China memikul harapan tinggi dari para pendukungnya. Namun, hasil minor kontra Indonesia mengubah optimisme itu menjadi kekecewaan mendalam.

Melansir laporan dari Sina, tim asuhan Bin Ukishima sebenarnya mendominasi laga dengan penguasaan bola mencapai 60,8% dan melepaskan total 19 tembakan. Namun, lini depan yang tumpul serta kesalahan fatal di lini pertahanan pada babak pertama memberikan celah bagi Indonesia untuk mencetak gol semata wayang.

Hasil ini dianggap sebagai tamparan keras. Pasalnya, pada pertemuan sebelumnya Februari lalu, China sanggup menggelontorkan 10 gol ke gawang Indonesia dalam dua laga uji coba. Pakar sepak bola China, Dong Lu, mempertanyakan proses persiapan jangka panjang tim nasionalnya yang ia sebut performanya merosot drastis bak “kereta luncur” (roller coaster).

Senada dengan itu, pengamat sepak bola Miao Yuan memberikan penilaian pedas. “Generasi yang paling dinantikan justru memulai turnamen dengan guncangan yang sulit dinalar. Dari susunan pemain hingga gaya bermain, semuanya terasa asing,” ujarnya.

“U-17 China memang belum tersingkir, tapi ada perasaan yang sangat tidak enak. Jika generasi 2009 ini gagal total, ini akan menjadi masalah besar bagi masa depan sepak bola kita,” tambah Miao Yuan.

Kemarahan publik juga menyasar sang juru taktik asal Jepang, Bin Ukishima. Pakar senior Ma Dexing berkomentar sinis bahwa sepak bola China “kembali membayar mahal karena mempekerjakan pelatih Jepang,” yang dianggap justru menghambat potensi para pemain muda.

Gagal meraih poin di laga perdana membuat media-media China mulai pesimistis terkait peluang mereka merebut tiket ke Piala Dunia U-17. Tantangan ke depan dipastikan kian berat karena mereka harus menghadapi dua tim raksasa, Jepang dan Qatar, di sisa laga fase grup.

Minta Timnas Indonesia U-17 Tak Jemawa

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, langsung memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya usai mencatatkan kemenangan bersejarah atas China di laga pembuka Grup B Piala Asia U-17 2026. Meski menang, sang pelatih tak ingin euforia berlebihan mengganggu fokus tim menuju target utama: tiket Piala Dunia.

Bermain di Lapangan A King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa (5/5) waktu setempat, Indonesia sukses menumbangkan sang jawara dua kali Piala Asia U-17 berkat gol dramatis Keanu Sanjaya pada menit ke-87. Kemenangan 1-0 ini menjadi modal krusial bagi langkah Garuda Muda selanjutnya.

“Alhamdulillah tiga poin yang sangat penting dan saya berharap malam ini kita merayakan secukupnya karena masih ada pertandingan-pertandingan berikutnya yang sangat menentukan langkah kita ke Piala Dunia,” ujar Kurniawan, seperti dikutip dari Antara.

Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen sementara Grup B dengan tiga poin. Koleksi poin Indonesia sama dengan Jepang yang memuncaki klasemen setelah menggilas Qatar 3-1, namun Garuda Muda kalah dalam selisih gol.

Laga kedua kontra Qatar pada Sabtu (9/5) mendatang akan menjadi penentu. Indonesia berpeluang besar mengunci tiket perempat final sekaligus memastikan tempat di Piala Dunia U-17 2026 jika berhasil mengalahkan Qatar, dengan catatan Jepang tidak kalah dari China di partai lain.

Bahkan, hasil imbang pun bisa membawa Indonesia mencatatkan sejarah baru asalkan pada saat yang sama Jepang sukses menaklukkan China.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi planning kami bisa berjalan dengan lancar dan tak lupa selalu minta dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” tambah pelatih yang dijuluki si Kurus tersebut.

Terkait calon lawan berikutnya, Kurniawan menilai Qatar memiliki tipikal permainan yang mirip dengan China. Ia menyoroti bagaimana Qatar sempat mengejutkan Jepang dengan unggul lebih dulu di babak pertama melalui gol Ayokunle Tokode, sebelum akhirnya comeback Jepang membalikkan keadaan.

“Ya kita tahu, kita sudah menganalisis cara bermain Qatar yang kurang lebih seperti China. Mereka agresif saat menyerang dan mengandalkan switch play (perpindahan bola),” analisis Kurniawan.

Kini, tim pelatih tengah berpacu dengan waktu untuk mematangkan strategi demi meredam agresivitas tim Timur Tengah tersebut.
“Kita coba ada sisa waktu beberapa hari untuk antisipasi taktikal yang akan kita mainkan ketika lawan Qatar,” tutupnya optimis.

Scr/Mashable





Don't Miss