Real Madrid Siapkan Sanksi untuk Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni yang Terlibat Adu Jotos

08.05.2026
Real Madrid Siapkan Sanksi untuk Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni yang Terlibat Adu Jotos
Real Madrid Siapkan Sanksi untuk Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni yang Terlibat Adu Jotos

Suasana di Real Madrid semakin tegang menyusul pertikaian serius antara gelandang Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni selama sesi latihan.

Marca melaporkan bahwa insiden tersebut bermula dari perdebatan sengit di lapangan latihan sebelum meningkat menjadi kekerasan. Valverde diduga menggunakan kata-kata menghina terhadap rekan setimnya, sementara Tchouameni dituduh melakukan penyerangan langsung. Insiden tersebut membutuhkan intervensi dari staf pelatih dan pemain lain untuk mencegah situasi menjadi di luar kendali.

Saat ini, Real Madrid dihadapkan pada dua pilihan untuk menangani situasi tersebut. Pertama, menyelesaikannya secara internal sesuai dengan peraturan klub, termasuk sanksi finansial atau skorsing jika kedua pemain menerima tindakan disiplin. Namun, jika tim memutuskan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum berdasarkan perjanjian kerja kolektif sepak bola Spanyol, prosesnya akan memakan waktu dua hingga tiga minggu.

Menurut peraturan yang berlaku saat ini, pelecehan verbal dapat diklasifikasikan sebagai pelanggaran serius, sedangkan penyerangan fisik di lingkungan kerja profesional dianggap sebagai pelanggaran yang sangat serius. Ini berarti Valverde dan Tchouameni berisiko menghadapi hukuman berat, baik secara finansial maupun profesional.

Untuk pelanggaran yang diklasifikasikan sebagai “pelanggaran serius,” pemain dapat diskors dari bermain dan gaji mereka dipotong selama 2 hingga 10 hari. Selain itu, denda dapat mencapai hingga 7% dari gaji bulanan mereka, tergantung pada tingkat keparahan pelanggaran.

Dalam kasus di mana ditemukan “pelanggaran yang sangat serius”, hukumannya dapat meningkat menjadi 11 hingga 30 hari cuti tanpa gaji, dan dendanya dapat mencapai 25% dari pendapatan bulanan.

Yang perlu diperhatikan, dalam kasus yang sangat serius atau pelanggaran berulang, peraturan juga memungkinkan klub untuk secara sepihak mengakhiri kontrak pemain. Meskipun kemungkinan ini belum disebutkan, insiden tersebut tetap menimbulkan kehebohan di dalam Real Madrid dan dapat berdampak signifikan pada ruang ganti tim selama tahap penting musim ini.

Jurnalis Fabrizio Romano melaporkan bahwa Presiden Florentino Perez akan mengambil tindakan disipliner terhadap Valverde dan Tchouameni. Konflik antara kedua pemain tersebut telah merusak citra Real Madrid secara serius.

Aurelien Tchouameni Mulai Dijauhi di Bursa Transfer

Para penggemar Manchester United merasa gembira ketika klub tersebut mendekati Aurelien Tchouameni, tetapi keadaan berubah menjadi buruk setelah insiden di Real Madrid.

Pada bulan April lalu, media Spanyol mengungkapkan bahwa Manchester United tertarik pada Tchouameni sebagai pengganti Casemiro. Menurut Fichajes, manajer Michael Carrick menganggap gelandang berusia 24 tahun itu memiliki kualitas yang cukup untuk membangun kembali lini tengah.

Dengan kondisi fisik yang prima, kemampuan tekel yang mumpuni, dan pengalaman bermain di Bernabeu, Tchouameni dianggap sebagai kandidat yang cocok. Namun, keadaan dengan cepat menjadi kacau hanya dalam beberapa hari.

Pada tanggal 6 Mei, media Spanyol melaporkan bahwa konflik tegang telah terjadi antara Tchouameni dan Federico Valverde di ruang ganti Real Madrid. Pada tanggal 7 Mei, situasi tersebut meningkat menjadi perkelahian fisik, yang mengakibatkan Valverde harus dirawat di rumah sakit.

Pada saat yang sama, jurnalis Ben Jacobs mengonfirmasi bahwa MU telah menghubungi perwakilan Tchouameni. Informasi ini segera memicu kontroversi hebat di kalangan penggemar “Setan Merah”. Beberapa penggemar bercanda menyebut Tchouameni sebagai “pegulat WWE,” dan bahkan khawatir Bruno Fernandes akan “kehilangan gigi” jika gelandang Prancis itu tiba di Old Trafford.

Sementara itu, banyak pihak lain yang sangat menentang kemungkinan MU merekrut pemain yang baru saja dituduh melakukan penyerangan terhadap rekan satu timnya. “Mengapa mendatangkan pemain yang berkelahi di ruang ganti?”, tulis seorang komentator. Yang lain berpendapat bahwa MU telah bertahun-tahun menstabilkan urusan internalnya dan seharusnya tidak menambah masalah ke dalam tim.

Namun, sebagian orang percaya bahwa Tchouameni hanya sangat ingin meninggalkan Real Madrid, terutama mengingat gejolak signifikan yang dialami klub setelah musim yang mengecewakan di semua kompetisi.

Scr/Mashable





Don't Miss