Matheus Cunha kembali unjuk gigi saat Manchester United bersua Nottingham Forest. Penampilan apiknya membuktikan bahwa penyerang asal Brasil ini mulai bertransformasi menjadi sosok paling berpengaruh di Old Trafford, mendampingi sang kapten, Bruno Fernandes.
Manchester United berkembang begitu pesat di bawah komando manajer interim, Michael Carrick. Menariknya, hal yang paling membuat fans Setan Merah semringah saat ini bukan cuma rentetan kemenangan, melainkan lahirnya pilar-pilar baru yang mulai membentuk identitas segar bagi permainan tim.
Dalam kemenangan dramatis 3-2 atas Nottingham Forest pada pekan ke-37 Liga Inggris 2025/2026, Minggu 17 Mei 2026 malam WIB, sorotan utama tentu saja masih tertuju pada Bruno Fernandes. Sang kapten tampil magis lewat performa kelas dunia dengan menciptakan delapan peluang emas sekaligus menyamai rekor assist. Andai penyelesaian akhir rekan-rekan setimnya lebih klinis, Bruno bahkan bisa saja menutup laga dengan koleksi empat atau lima assist.
Namun, ada satu fenomena menarik yang terekam dalam beberapa tahun terakhir: Bruno Fernandes kini tidak lagi berjuang sendirian menggendong tim di pundaknya. Sosok Matheus Cunha perlahan tapi pasti mulai mengambil peran krusial tersebut.
Striker asal Brasil itu kembali mencatatkan performa brilian kontra Forest. Cunha sukses menyumbang gol, mengkreasi empat peluang, dan berulang kali mengobrak-abrik lini pertahanan tim tamu dengan rasa percaya diri yang tinggi. Salah satu umpan matangnya bahkan nyaris berbuah assist andai sepakan Bryan Mbeumo tidak membentur tiang gawang.
Penyuntik Energi Baru Setan Merah
Keistimewaan Cunha tidak melulu soal statistik di atas kertas. Selama bertahun-tahun, MU krisis pemain yang mampu menyalurkan energi positif dan daya juang ke seluruh tim.
Bruno Fernandes praktis menjadi satu-satunya pemain yang konsisten tampil dengan intensitas tinggi, spartan, dan punya ambisi besar untuk mengubah hasil laga. Imbasnya, setiap kali performa Bruno jeblok atau absen, permainan MU langsung kehilangan taji.
Kini, Cunha mulai menghadirkan aura yang sama. Ia bermain dengan penuh improvisasi, tetapi tetap disiplin. Penyerang Brasil ini mencatatkan 100 persen sukses dribble (3 kali percobaan), memenangi empat duel perebutan bola, dan rajin bergerak membuka ruang bagi rekannya. Lebih dari itu, Cunha selalu bermain dengan determinasi tinggi layaknya pemain yang yakin bisa menjadi pembeda kapan saja.
Kualitas mental seperti inilah yang sangat langka ditemukan di skuad MU dalam beberapa musim terakhir.
Padahal, awal karier Cunha di Old Trafford sejatinya tidak berjalan mulus. Sebelum bulan Desember, ia baru membukukan satu gol dan sempat diragukan bisa beradaptasi dengan atmosfer keras Premier League. Tak sedikit publik yang mencapnya sebagai pembelian gagal MU berikutnya.
Namun, eks penggawa Wolves ini memilih bersabar dan bekerja keras melewati masa-masa sulit. Faktanya, ini bukan kali pertama Cunha butuh waktu adaptasi di klub baru. Sepanjang kariernya, ia memang kerap telat panas, sebelum akhirnya meledak begitu mendapatkan rasa percaya diri dan peran yang tepat dalam skema taktik pelatih.
Sentuhan Dingin Michael Carrick
Michael Carrick tampaknya sangat memahami karakter tersebut. Juru taktik asal Inggris itu tidak memaksakan Cunha menjadi striker murni (posisi nomor 9 konvensional). Carrick justru memberikan peran bebas (free role) bagi Cunha untuk bergerak, menjemput bola, dan terlibat langsung di setiap area bermain lini serang. Kebebasan taktik inilah yang membuat atribut dan kemampuan komplet Cunha keluar secara maksimal.
Menatap musim depan, publik Old Trafford punya alasan kuat untuk merasa optimistis. Trio lini depan baru mereka—Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko—kompak mengemas 10 gol atau lebih di musim debut mereka. Sebuah catatan yang tergolong langka dalam sejarah Premier League.
Jika mampu menjaga konsistensi ini, Cunha diprediksi bakal terlibat dalam lebih dari 30 gol di semua kompetisi musim depan. Namun, melebihi torehan gol maupun assist, Manchester United akhirnya sukses menemukan kembali sosok pemimpin yang mampu mengangkat mentalitas tim lewat karakter kuat dan energi yang ia miliki.
Sesuatu yang sudah sangat lama dinantikan publik Old Trafford sejak era keemasan pasca Sir Alex Ferguson.
Scr/Mashable
















