Luke Shaw berpeluang besar untuk kembali memperkuat Timnas Inggris setelah mendapatkan dukungan penuh dari sang manajer, Michael Carrick. Bos Manchester United tersebut menilai bahwa bek kiri berusia 30 tahun itu sangat layak masuk ke dalam daftar 26 pemain yang dibawa Thomas Tuchel ke Piala Dunia 2026.
Shaw tercatat belum pernah lagi mengenakan seragam The Three Lions sejak laga final EURO 2024 silam. Kendati demikian, musim 2025/2026 menjadi momentum kebangkitan yang luar biasa bagi sang pemain, setelah bertahun-tahun lamanya harus bergelut dengan badai cedera.
“Saya sangat yakin dia sangat layak (masuk skuad),” ujar Carrick saat ditanya mengenai peluang Shaw tampil di Piala Dunia 2026, seperti dilansir dari ESPN.
“Konsistensi, pengalaman, performa, serta kualitas yang ia miliki membuat Luke menjadi seorang bek sayap yang luar biasa,” sambungnya.
Hebatnya, Luke Shaw menjadi satu-satunya pemain Manchester United yang selalu turun sebagai starter dalam 37 pertandingan Premier League musim ini. Bek asal Inggris tersebut telah mencatatkan total 3.151 menit bermain, bahkan sukses menyumbang gol dalam kemenangan dramatis 3-2 atas Nottingham Forest. Perlahan tapi pasti, ia bertransformasi menjadi pilar krusial dalam skema permainan yang diusung Michael Carrick.
Menurut Carrick, menjaga kondisi fisik tetap bugar sepanjang musim dengan jadwal kompetisi yang super padat bukanlah perkara mudah di sepak bola modern saat ini. Pasalnya, risiko cedera selalu mengintai kapan saja. Oleh karena itu, Carrick menganggap rekor Shaw yang selalu menjadi starter di Premier League musim ini sebagai sebuah pencapaian yang sangat impresif.
Sejak pertama kali mendarat di Old Trafford, Shaw telah membukukan 324 penampilan di semua kompetisi bersama MU, dengan torehan 5 gol dan 30 assist. Sementara di level internasional, ia telah mengantongi 34 caps bersama Timnas Inggris, serta menyumbang 3 gol dan 9 assist.
Berbekal pengalaman matang di turnamen besar serta performa yang konsisten sepanjang musim, Luke Shaw kini menjadi salah satu opsi yang sulit untuk diabaikan oleh Timnas Inggris menjelang tenggat waktu final pengumuman skuad resmi untuk Piala Dunia 2026.
Siapa Pemain Kejutan yang Bakal Menembus Skuad Timnas Inggris?
Kompetisi Liga Inggris musim ini memang masih menyisakan satu pekan lagi. Namun, demam Piala Dunia 2026 yang akan bergulir musim panas ini sudah mulai terasa membakar atmosfer sepak bola dunia.
Sejumlah negara kontestan bahkan telah resmi merilis daftar pemain mereka. Bagi publik Inggris, hari Jumat pekan ini akan menjadi momen yang paling mendebarkan. Sang juru taktik, Thomas Tuchel, dijadwalkan bakal mengumumkan 26 nama final yang mengemban misi sakral: membawa pulang trofi Piala Dunia ke tanah Inggris.
Bagi beberapa pemain bintang, masuk ke dalam skuad The Three Lions mungkin hanyalah sebuah formalitas. Namun bagi sebagian lainnya, momen ini adalah ajang adu nasib yang penuh kecemasan.
Pertandingan akhir pekan kemarin menjadi panggung final sekaligus kesempatan terakhir bagi para pemain yang berada di “ambang batas” untuk membuktikan kelayakan mereka terbang ke Amerika Serikat.
Lantas, siapa saja pemain yang sukses mencuri perhatian dan berhasil membuat Thomas Tuchel pusing tujuh keliling dalam menentukan pilihan?
Luke Shaw (Manchester United)
Luke Shaw terakhir kali mengenakan seragam timnas Inggris saat menderita kekalahan menyakitkan dari Spanyol di final Euro 2024. Setelah itu, nasibnya berbalik drastis. Cedera parah memaksa bek kiri Manchester United ini melewatkan sebagian besar musim 2024/2025 dan hanya mencatatkan tujuh penampilan di liga. Sebuah catatan yang jelas tidak menguntungkan posisinya.
Selama Shaw menepi, nama-nama muda seperti Lewis Hall dan Nico O’Reilly mencuat sebagai opsi tangguh di sektor kiri pertahanan. Belum lagi performa menjanjikan dari Myles Lewis-Skelly saat diberi kesempatan tampil.
Namun, Shaw kini telah pulih total. Hebatnya lagi, bagi seorang pemain yang kerap dihantui riwayat cedera kambuhan, ia mampu menjaga konsistensi kebugarannya di sisa musim ini dengan selalu menjadi starter bagi Setan Merah.
Gol cantik yang dilesakkannya ke gawang Nottingham Forest—gol perdana Shaw di Premier League sejak Januari 2023—menjadi alarm pengingat bagi Tuchel akan kualitas matang yang dimiliki mantan pemain Southampton ini.
Mengingat ia sudah lama absen dari radar timnas, memanggil kembali Shaw memang akan menjadi kejutan. Namun, pengalaman Shaw yang berperan besar membawa Inggris ke dua final turnamen mayor tentu menjadi kartu as yang sangat menggiurkan bagi Tuchel.
Morgan Gibbs-White (Nottingham Forest)
Morgan Gibbs-White tengah menikmati musim terbaik dalam kariernya. Finis ciamik lewat sentuhan pertamanya saat melawan Manchester United menjadi gol ke-14 sang gelandang di Premier League musim ini.
Di saat Nottingham Forest tertatih-tatih hampir sepanjang musim, sang kapten justru tampil sebagai pahlawan lewat gelontoran gol dan assist krusial yang akhirnya menyelamatkan klub dari jurang degradasi.
Mengoleksi sembilan gol dan dua assist di semua kompetisi sejak awal Maret menjadi bukti sahih bahwa Gibbs-White adalah pemain yang tengah berada di performa puncak (on fire).
Namun, setelah dicoret dalam dua laga internasional Inggris sebelumnya, apakah performa impresif ini cukup untuk mengantarkannya masuk ke daftar 26 pemain final?
Persaingan di posisinya bisa dibilang sangat kejam. Tuchel memiliki kemewahan opsi gelandang serang pada diri Jude Bellingham, Morgan Rogers, Phil Foden, hingga Cole Palmer.
Secara statistik di tahun kalender 2026, Gibbs-White sebenarnya mencetak gol dua kali lebih banyak daripada para pesaingnya tersebut. Bersama Igor Thiago, ia bahkan menyandang status sebagai top skor liga sepanjang tahun ini.
Ketajaman Gibbs-White sejajar dengan nama-nama besar di atas. Namun, keputusan kini ada di tangan Tuchel: berani bertaruh pada pemain yang sedang naik daun ini atau memilih nama-nama beken yang sudah punya reputasi?
Adam Wharton (Crystal Palace)
Fokus Crystal Palace mungkin sudah terbagi ke laga final Conference League, namun Adam Wharton tetap tampil profesional dan menjaga ritme permainan tim saat bermain imbang melawan Brentford.
Playmaker berkaki kidal ini mencetak gol pertamanya untuk Palace lewat sepakan mendatar dari luar kotak penalti, sebelum mengejutkan penonton dengan selebrasi salto (backflip) yang memukau.
Aksi tersebut jelas sangat mencuri perhatian. Wharton tentu berharap penampilannya malam itu terpantau langsung oleh radar pemandu bakat Tuchel.Meski pemain berusia 22 tahun mantan penggawa Blackburn ini terus dikaitkan dengan transfer bernilai fantastis ke sejumlah klub raksasa Eropa, ia baru mengoleksi empat caps bersama Inggris sejak debutnya pada Juni 2024 lalu.
Faktor cedera memang sempat menghambat karier internasionalnya. Namun, fakta bahwa ia selalu masuk dalam dua skuad Inggris terakhir menunjukkan bahwa nama Wharton sudah masuk dalam skema Tuchel, bahkan sebelum ia mencetak gol perdananya di Premier League.
Dominic Calvert-Lewin (Leeds United)
Dominic Calvert-Lewin adalah nama lain yang akrab dengan ruang perawatan akibat badai cedera selama bertahun-tahun. Jika saja ia bisa tampil bugar secara konsisten, Everton pasti tidak akan melepasnya secara gratis pada bursa transfer musim panas lalu.
Namun, Calvert-Lewin berhasil menata ulang kariernya yang sempat meredup. Menjalani musim perdana yang luar biasa bersama Leeds United, ia sukses merebut kembali panggilan timnas Inggris pada Maret lalu.
Gol kemenangan dramatisnya ke gawang Brighton menjadi gol ke-14 bagi sang striker di kompetisi domestik musim ini. Peluangnya untuk mengamankan satu tiket pesawat menuju Amerika Serikat pun kini terbuka lebar.
Mantan kiper timnas Inggris, Paul Robinson, memberikan pujian lewat BBC Radio 5 Live: “Calvert-Lewin terus berjuang keras dan berhasil mendahului kiper lawan. Sudutnya sangat sempit, namun ia mampu menyelesaikannya dengan kaki kiri.”
“Banyak orang sempat meragukan keputusan Leeds merekrutnya. Tapi lihat, dia sudah mencetak 15 gol musim ini [di semua kompetisi] dan sekarang semua orang mulai memperbincangkan kelayakannya masuk ke skuad Piala Dunia Inggris.”
Saat ditanya mengenai ekspektasinya dipanggil ke Piala Dunia, Calvert-Lewin menjawab dengan nada bercanda kepada BBC Sport: “Musim panas ini akan tetap sibuk bagi saya, karena saya harus mengurus anak saya yang baru berusia dua setengah tahun.”
Ollie Watkins (Aston Villa)
Jika Calvert-Lewin pada akhirnya gagal berangkat, kemungkinan besar itu terjadi karena performa menggila dari Ollie Watkins yang memaksa masuk kembali ke dalam skuad.
Striker Aston Villa ini sempat dicoret dari skuad Inggris terakhir akibat performa buruk, di mana ia hanya mampu menceploskan satu gol dari sembilan laga di liga.
Namun, situasi kini berbalik 180 derajat. Watkins mengamuk dengan mengemas sembilan gol sejak awal April.
Teranyar, ia sukses mengobrak-abrik pertahanan Liverpool pada laga hari Jumat kemarin dengan memborong dua gol. Jika ada satu pemain yang paling paham cara mengemban peran sebagai pelapis Harry Kane dengan sempurna, orang itu adalah Watkins—persis seperti aksi heroiknya di Euro 2024 lalu.
Gol penentu kemenangan di menit-menit akhir babak semifinal melawan Belanda di Euro lalu akan selalu melekat di memori fans Inggris. Kini, Watkins berharap diberi kesempatan sekali lagi untuk menciptakan sejarah baru di tanah Amerika musim panas ini.
Scr/Mashable
















