Diduga Melanggar Privacy, Meta Hapus Kode Pengenalan Wajah di Aplikasi Kacamata Pintarnya

09.06.2026
Diduga Melanggar Privacy, Meta Hapus Kode Pengenalan Wajah di Aplikasi Kacamata Pintarnya
Diduga Melanggar Privacy, Meta Hapus Kode Pengenalan Wajah di Aplikasi Kacamata Pintarnya

Meta kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan diam-diam menghapus kode fitur pengenalan wajah dari aplikasi pendamping kacamata pintar miliknya.

Langkah ini dilakukan hanya beberapa hari setelah temuan tersebut terungkap dan memicu perdebatan soal privasi pengguna serta keamanan data biometrik.

Laporan tersebut pertama kali muncul setelah sejumlah peneliti menemukan adanya kode tersembunyi dalam aplikasi Meta AI yang digunakan untuk menghubungkan kacamata pintar Meta ke smartphone melalui koneksi Bluetooth.

Kode tersebut diketahui memiliki kemampuan untuk memproses wajah manusia menjadi identitas biometrik yang dapat dikenali oleh perangkat.

Fitur yang secara internal disebut “Name Tag” itu dilaporkan belum pernah diaktifkan secara resmi untuk publik. Namun keberadaannya memunculkan pertanyaan besar mengenai arah pengembangan teknologi wearable Meta di masa depan.

Kode Pengenalan Wajah Ditemukan dalam Aplikasi Meta AI

Dikutip dari engadget (08/06/26), sistem tersebut dirancang untuk mengubah foto wajah menjadi identifikasi biometrik yang disimpan secara lokal di perangkat. Selanjutnya, data tersebut dapat dibandingkan dengan wajah lain yang tertangkap kamera kacamata pintar.

Jika benar diterapkan, teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengenali kembali seseorang yang pernah ditemui sebelumnya hanya dengan bantuan perangkat wearable yang dikenakan.

Konsep ini dinilai menarik dari sisi teknologi karena dapat membantu pengguna mengingat identitas seseorang. Namun di sisi lain, banyak pihak menilai implementasi pengenalan wajah pada perangkat yang digunakan sehari-hari berpotensi menimbulkan masalah privasi yang serius.

Meta Bergerak Cepat Menghapus Fitur

Menariknya, hanya sehari setelah keberadaan kode tersebut menjadi perhatian publik, Meta langsung merilis pembaruan aplikasi yang menghapus seluruh komponen terkait fitur pengenalan wajah tersebut.

Kecepatan respons ini dianggap menunjukkan bahwa Meta menyadari sensitivitas isu yang muncul. Terlebih, perusahaan teknologi raksasa tersebut dalam beberapa tahun terakhir memang kerap menghadapi sorotan terkait pengumpulan dan penggunaan data pribadi pengguna.

Dalam pernyataannya, pihak Meta menyebut fitur tersebut hanyalah bagian dari proyek percobaan internal dan belum ada keputusan final terkait implementasinya di produk komersial.

Meski begitu, fakta bahwa kode tersebut sudah sempat berada di aplikasi yang digunakan publik membuat sebagian kalangan tetap mempertanyakan proses pengembangan dan pengawasan fitur-fitur sensitif di dalam ekosistem Meta.

Kacamata Pintar Meta Sudah Lama Menuai Kontroversi

Kacamata pintar Meta yang dikembangkan bersama Ray-Ban dan Oakley sebenarnya bukan pertama kali memicu perdebatan.

Sejak diluncurkan, perangkat ini menawarkan kemampuan merekam video, mengambil foto, hingga mengakses asisten AI secara langsung dari kacamata. Fitur-fitur tersebut membuat pengalaman pengguna menjadi lebih praktis, tetapi sekaligus menimbulkan kekhawatiran soal privasi orang-orang di sekitar pemakai perangkat.

Beberapa kasus sebelumnya bahkan menunjukkan bagaimana kacamata pintar digunakan untuk merekam aktivitas orang lain tanpa sepengetahuan mereka. Hal ini membuat sebagian masyarakat mempertanyakan batas etika penggunaan teknologi wearable yang semakin canggih.

Untuk saat ini, Meta memang telah menghapus kode tersebut dari aplikasinya. Namun munculnya fitur “Name Tag” menjadi indikasi bahwa teknologi pengenalan wajah kemungkinan masih menjadi salah satu area yang terus dieksplorasi oleh perusahaan dalam pengembangan generasi smart glasses berikutnya.

Sumber foto: Meta

Scr/Mashable




Don't Miss