Gebrakan besar kembali dibuat oleh juara bertahan Persib Bandung di bursa transfer musim 2026/2027. Manajemen Pangeran Biru secara resmi mengumumkan kedatangan penyerang sayap andalan Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen.
Langkah agresif ini menjadi bukti keseriusan Maung Bandung dalam mempertahankan takhta domestik sekaligus berbicara banyak di kancah Asia. Tidak tanggung-tanggung, pemain yang akrab disapa “Wak Haji” oleh netizen Indonesia ini diikat dengan kontrak jangka panjang berdurasi tiga tahun hingga 2029 mendatang.
Kedatangan Ragnar Oratmangoen ke Kota Kembang bukan sekadar untuk memenuhi kuota pemain bintang. Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) membeberkan bahwa perekrutan ini merupakan rekomendasi langsung dari tim pelatih yang membutuhkan pemain dengan kriteria khusus.
Ada tiga alasan utama mengapa Persib ngotot mendatangkan Ragnar:
- Faktor Versatility (Multi-posisi): Ragnar adalah pemain serbabisa. Ia mampu bermain sama baiknya sebagai penyerang sayap (winger) kanan maupun kiri, hingga berperan sebagai gelandang serang di belakang striker utama.
- Pengalaman Internasional Tingkat Tinggi: Sebagai pilar penting di lini depan Timnas Indonesia, Ragnar dinilai memiliki mentalitas bertanding yang sangat matang untuk menghadapi tekanan laga-laga besar.
- Visi Positive Movement Klub: Kehadiran Ragnar melengkapi gerilya transfer Persib yang sebelumnya sukses mengamankan nama-nama beken seperti Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Sandy Walsh, dan Gakuto Notsuda. Ini adalah bagian dari strategi manajemen untuk membangun kedalaman skuad yang mewah demi mengarungi jadwal kompetisi yang sangat padat.
“Kami menyambut Ragnar sebagai bagian dari keluarga besar Persib. Pengalaman, kualitas, dan karakter yang dimilikinya diharapkan dapat semakin memperkuat tim dalam menghadapi berbagai tantangan pada musim mendatang,” ujar Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, seperti dikutip dari laman Persib.
Rekam Jejak Mewah di Eropa: Jebolan Liga Belanda dan Belgia
Lahir di Oss, Belanda, pada 21 Januari 1998, Ragnar Oratmangoen membawa CV yang sangat mentereng ke Liga Indonesia. Di usianya yang berada di masa emas (28 tahun), ia sudah kenyang memakan asam garam kompetisi elite benua Eropa.
Sebelum sepakat hijrah ke Bandung, Ragnar tercatat memperkuat klub kasta tertinggi Liga Pro Belgia, FCV Dender. Jauh sebelum berkarier di Belgia, namanya sudah lebih dulu harum di negeri kincir angin, Belanda.
Ia merupakan produk akademi NEC Nijmegen yang kemudian matang saat dipinjamkan ke TOP Oss dengan catatan 48 penampilan dan 5 gol. Puncak performanya di Belanda terjadi saat ia berseragam SC Cambuur.
Di klub tersebut, Ragnar tampil menggila dengan menorehkan 12 gol dari 47 pertandingan berkat kecepatan tinggi, kreativitas, dan mobilitasnya yang merepotkan lini pertahanan lawan.
Petualangan sepak bolanya di Eropa juga diperkaya dengan pengalaman membela klub-klub mapan Eredivisie seperti Go Ahead Eagles, FC Groningen, hingga Fortuna Sittard.
Kini, dengan modal pengalaman panjang di Eropa dan caps bersama Timnas Indonesia, fleksibilitas taktik Ragnar Oratmangoen diharapkan mampu memberikan dimensi baru bagi strategi permainan Persib Bandung. Bobotoh kini tinggal menunggu pembuktian sang pemain di lapangan hijau untuk membawa Pangeran Biru menjaga tradisi juara.
Scr/Mashable















