HP Pengguna Indonesia Jadi Target! Kaspersky Blokir 15.163 Serangan Seluler

14.08.2026
HP Pengguna Indonesia Jadi Target! Kaspersky Blokir 15.163 Serangan Seluler
HP Pengguna Indonesia Jadi Target! Kaspersky Blokir 15.163 Serangan Seluler

Kaspersky mencatat 15.163 serangan seluler yang menargetkan pengguna di Indonesia selama kuartal pertama (Q1) 2026.

Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah ancaman seluler tertinggi di kawasan Asia Pasifik (APAC).

Secara keseluruhan, Kaspersky memblokir hampir 30.000 serangan seluler terhadap konsumen di Asia Pasifik sepanjang Januari hingga Maret 2026.

India mencatat jumlah tertinggi dengan 18.187 insiden, sementara Indonesia berada di posisi berikutnya dengan 15.163 serangan.

Temuan tersebut menunjukkan meningkatnya risiko keamanan siber seiring semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap smartphone untuk aktivitas sehari-hari.

Indonesia Jadi Salah Satu Target Utama Serangan Seluler

Menurut studi terbaru Kaspersky, masyarakat Asia Pasifik merupakan salah satu pengguna teknologi digital paling aktif di dunia sekaligus memiliki tingkat kesadaran yang cukup tinggi terhadap ancaman siber.

Konsumen APAC tercatat lebih aktif dibandingkan rata-rata global dalam sejumlah aktivitas digital. Belanja online digunakan oleh 80% konsumen APAC, dibandingkan 71% secara global. Sementara penggunaan layanan keuangan digital mencapai 72%, hiburan digital 70%, dan komunikasi digital 68%.

Di Indonesia, tingkat kekhawatiran terhadap risiko teknologi digital yang digunakan untuk kejahatan siber mencapai 35%.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di bawah Thailand sebesar 39% dan Malaysia 38%, tetapi lebih tinggi dibandingkan China 34%, India 32%, serta Vietnam 31%.

Ancaman Seluler Meningkat di Asia Pasifik

Kaspersky juga menemukan pertumbuhan serangan seluler yang signifikan di sejumlah negara Asia Pasifik sepanjang Q1 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan terbesar tercatat di:

  • Taiwan: +373%
  • Sri Lanka: +132%
  • Thailand: +127%
  • Bangladesh: +108%
  • China: +69%
  • Filipina: +28%

Head of Consumer Channel Asia Pasifik Kaspersky, Choon Hong Chee, mengatakan lonjakan tersebut menunjukkan bahwa penjahat siber semakin mengikuti perubahan kebiasaan digital masyarakat.

“India dan Indonesia mencatat volume tertinggi, namun peningkatan tajam tahun-ke-tahun yang terlihat di Taiwan, Sri Lanka, Thailand, dan Bangladesh menunjukkan bahwa ancaman seluler berkembang pesat melampaui negara-negara dengan ekonomi digital terbesar di kawasan ini,” ujar Choon.

Menurutnya, smartphone kini tidak hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga menjadi pintu masuk ke aktivitas finansial, sosial, dan profesional.

Kaspersky Dorong Keamanan Seluler Terintegrasi

Kaspersky menilai perlindungan perangkat seluler perlu semakin terintegrasi dengan aplikasi yang digunakan konsumen. Pendekatan ini dinilai dapat mengurangi ketergantungan pengguna terhadap solusi keamanan yang harus dipasang dan dikelola secara terpisah.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah Kaspersky Mobile Security SDK, yang memungkinkan bank, perusahaan ritel, layanan pemerintah, hingga pengembang aplikasi mengintegrasikan lapisan keamanan langsung ke dalam aplikasi.

SDK tersebut menyediakan kemampuan seperti deteksi phishing dan malware, konektivitas aman, pemeriksaan reputasi perangkat, perlindungan data, serta deteksi remote access tools.

Kaspersky juga menawarkan Kaspersky Who Calls SDK untuk membantu organisasi menyediakan fitur identifikasi penelepon dan informasi reputasi nomor telepon.

Sementara itu, Kaspersky Safe Web dirancang untuk membantu melindungi pengguna dari situs berbahaya dan phishing melalui teknologi penyaringan DNS.

Smartphone Jadi Target Penting Penjahat Siber

Kaspersky menilai meningkatnya serangan seluler perlu menjadi perhatian karena smartphone kini menjadi perangkat utama untuk mengakses mobile banking, pembayaran digital, belanja online, media sosial, dan berbagai layanan digital.

Dengan semakin banyak aktivitas penting yang dilakukan melalui smartphone, keamanan perangkat seluler menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan data pribadi dan transaksi keuangan.

Scr/Mashable




Don't Miss