Apa Itu GPS PBX Finder? Mengenal Alat Pelacak yang Ditemukan di Mobil Tiyo Ardianto

15.06.2026
Apa Itu GPS PBX Finder? Mengenal Alat Pelacak yang Ditemukan di Mobil Tiyo Ardianto
Apa Itu GPS PBX Finder? Mengenal Alat Pelacak yang Ditemukan di Mobil Tiyo Ardianto

Nama Tiyo Ardianto tengah menjadi perbincangan publik setelah mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut mengaku menemukan sebuah alat pelacak yang diduga terpasang di bawah mobil pribadinya.

Penemuan itu diungkap melalui video yang diunggah di media sosial dan langsung memicu berbagai spekulasi serta rasa penasaran masyarakat mengenai perangkat bernama GPS PBX Finder.

Dalam video tersebut, Tiyo Ardianto memperlihatkan sebuah perangkat berwarna hitam berbentuk kotak yang menempel pada bagian bawah kendaraan. Ia menyebut alat tersebut sebagai PBX Finder dan menduga keberadaannya berkaitan dengan aktivitasnya yang kerap menyuarakan kritik serta terlibat dalam aksi demonstrasi.

Kasus ini membuat banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya apa itu GPS PBX Finder dan bagaimana cara kerjanya?

Apa Itu GPS PBX Finder?

Secara umum, PBX Finder merupakan perangkat pelacak berukuran kecil yang dirancang untuk membantu pemilik mengetahui lokasi suatu barang atau objek. Alat ini memiliki fungsi yang mirip dengan AirTag maupun tracker berbasis Bluetooth lainnya.

Perangkat semacam ini dapat ditempelkan pada berbagai benda, mulai dari tas, koper, dompet, sepeda motor, hingga mobil. Karena ukurannya relatif kecil, keberadaannya sering kali tidak mudah disadari oleh orang yang tidak mengetahui lokasi pemasangannya.

Kasus yang dialami Tiyo Ardianto menjadi sorotan karena perangkat tersebut ditemukan terpasang pada kendaraan tanpa sepengetahuannya. Hal ini memunculkan kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan teknologi pelacakan untuk memantau pergerakan seseorang.

Bagaimana Cara Kerja GPS PBX Finder?

Berdasarkan informasi yang beredar serta karakteristik perangkat sejenis, terdapat dua kemungkinan teknologi yang digunakan oleh alat pelacak yang ditemukan di mobil Tiyo Ardianto.

1. Tracker Berbasis Bluetooth

Jenis pertama adalah tracker yang bekerja menggunakan sinyal Bluetooth dan jaringan pelacakan digital seperti Apple Find My.

Cara kerjanya cukup sederhana. Perangkat akan memancarkan sinyal Bluetooth secara berkala. Ketika ada iPhone atau perangkat Apple lain yang berada di dekatnya, sinyal tersebut dapat dideteksi dan lokasi perangkat akan dikirim secara anonim ke jaringan pelacakan.

Pemilik perangkat kemudian bisa melihat posisi tracker melalui aplikasi yang terhubung dengan akunnya.

Karena memanfaatkan perangkat lain di sekitarnya, tracker jenis ini tidak membutuhkan kartu SIM maupun paket data sendiri.

2. GPS Tracker Portable

Namun, Ketua Umum Komunitas Rental Mobil Indonesia (KOREMBI), Mohamad Baihaki, memiliki pandangan berbeda setelah melihat video yang diunggah Tiyo.

Menurutnya, perangkat yang tampak dalam video lebih menyerupai GPS tracker portable dibanding tracker Bluetooth seperti AirTag.

Ia menjelaskan bahwa GPS portable biasanya dilengkapi kartu GSM sehingga dapat mengirimkan informasi lokasi kendaraan secara langsung kepada pemilik perangkat.

“Dari video yang saya lihat. Yang ditempel di mobil tersebut adalah GPS Portable. Di mana pada perangkat tersebut ada kartu GSM, di mana mobil tersebut arah ke mana saja maka akan diketahui posisinya. Dan deviasi jarak di radius kurang lebih 5 – 20 meter, tergantung dari jenis perangkat GPS tersebut,” kata Baihaki kepada Kompas.com.

Jika benar merupakan GPS portable, maka alat tersebut bekerja dengan cara yang berbeda dari AirTag atau PBX Finder berbasis Bluetooth.

Perangkat akan menerima sinyal dari satelit GPS untuk menentukan lokasi, lalu mengirimkan data tersebut melalui jaringan seluler menggunakan kartu GSM yang tertanam di dalamnya.

Mengapa Notifikasi Muncul di iPhone Tiyo Ardianto?

Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah munculnya notifikasi pada iPhone milik Tiyo Ardianto sebelum alat tersebut ditemukan.

Menurut penjelasan Tiyo, ia mulai curiga setelah ponselnya mendeteksi perangkat asing yang bergerak bersamanya.

Pada perangkat iPhone yang mengaktifkan Bluetooth, sistem keamanan Apple memang dapat memberikan peringatan apabila mendeteksi tracker yang tidak dikenal berada di sekitar pengguna dalam jangka waktu tertentu.

Fitur ini dibuat untuk mencegah penyalahgunaan alat pelacak sebagai sarana penguntitan atau stalking.

Namun Baihaki menilai GPS portable umumnya tidak dapat terdeteksi melalui notifikasi Bluetooth seperti AirTag. Karena itu, ia menyarankan agar perangkat yang ditemukan segera dinonaktifkan terlebih dahulu untuk memastikan apakah masih ada tracker lain yang tersembunyi di kendaraan tersebut.

Jika setelah alat dicopot notifikasi masih muncul, kemungkinan terdapat perangkat pelacak lain yang belum ditemukan.

Mengapa Alat Ini Sulit Ditemukan?

Salah satu alasan mengapa perangkat pelacak sering luput dari perhatian adalah ukurannya yang sangat kecil.

Menurut Baihaki, tracker seperti PBX Finder maupun perangkat sejenis memang dirancang dalam bentuk mungil agar tidak mudah ditemukan oleh orang lain.

“Meskipun terdeteksi oleh Bluetooth iPhone tapi harus dicari lumayan sulit karena barangnya kecil,” ujarnya.

Desain yang ringkas membuat perangkat dapat disembunyikan di berbagai bagian kendaraan, termasuk area kolong mobil, bumper, ruang mesin, atau celah-celah yang jarang diperiksa pemilik kendaraan.

GPS Mobil dan Fungsinya yang Sebenarnya

Perlu dipahami bahwa penggunaan GPS tracker pada kendaraan sebenarnya bukan hal baru.

Banyak perusahaan rental mobil memasang alat pelacak untuk memantau lokasi kendaraan secara real-time, mencegah pencurian, dan memastikan kendaraan tidak digunakan di luar wilayah yang telah ditentukan.

Dalam konteks tersebut, GPS tracker merupakan perangkat yang legal dan memiliki manfaat besar bagi pemilik kendaraan.

Masalah muncul ketika alat pelacak dipasang tanpa izin atau tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan, sebagaimana yang diduga terjadi dalam kasus Tiyo Ardianto.

Scr/Mashable




Don't Miss